User ID Kata Sandi
Google reformata.com
 
Khaddafi Serukan Eropa Memeluk Islam  |  Bumi Bukan Ciptaan Tuhan?  |  FPI Suruh Polri Bercermin  |  Masyarakat Tak Perlukan FPI  |  Bollywood Bikin Film Tentang Yesus Semasa Kecil  | 

Jejak

31 January 2009

Jon Sobrino SJ, Dituduh Mereduksi Ke-Allah-an Yesus

100.jejaksobrino.jpg
Sejak dulu hingga kini banyak orang selalu mempertanyakan kembali tentang apa dan mengapa teologi Kristen. Tak heran tentunya karena tidak sedikit orang yang kebingungan dengan apa yang dinamakan teologi. Belum lagi tuntutan ja-man yang mengharuskan teologi juga dinamis, tidak statis, apa lagi sekadar membawa kristalisasi ajaran lama yang lebih condong ke “barat” di mana teologi hidup dan berkembang dalam konteks Eropa. Banyak orang menyalahkan mereka yang umumnya kritis dan mempertanyakan kembali soal pengajaran teologi yang kebarat-baratan itu. Tak jarang mereka yang kritis tadi dipandang sebagai sesat atau pembelot – padahal belum tentu demikian. Jon Sobrino SJ, adalahg seorang teolog pembebasan yang pernah berurusan dengan otoritas gereja karena teologi atau pengajaran-nya. Jon Sobrino lahir di Bilbao, Baskeland (Spanyol), 27 Desem-ber 1938. Sebelum masuk dalam karya nyata mengekspresikan
kasih Tuhan bagi umat, pelayan Tu-han yang peduli dengan wong cilik ini sebelumnya mempersiapkan dirinya terlebih dahulu dengan belajar teologi dan filsafat di St. Louis (USA) dan di Frankfurt, (Jerman).   
Setelah gelar doctor berhasil diraihnya, Sobrino mengajar di  Universitas José Simeón Cañas di El Salvador.  Namun demikian, duduk di depan mahasiswa menelorkan segala ide yang ada di benaknya bukanlah tujuan dan panggilan imannya.  Selanjutnya Sobrino ternyata lebih memilih melayani umat secara nyata – khususnya mereka yang tertindas dan terpinggirkan.  Hal ini dibuktikannya dengan bergabung sebagai imam Jesuit, dan sejak 1957 Sobrino membuktikannya dengan berkarya di El Salvador.  
Kata orang, Jon Sobrino adalah simbol semangat dekonstruksi agama, khususnya semangatnya mengoreksi ajaran.  Padahal tidak sepenuhnya benar.  Seluruh ide-ide Sobrino lahir karena ekspresi imannya melihat konteks sosial – dan tidak sedikit pun ada angan-angan untuk mengkritisi otoritas gereja apalagi hendak meng- gugurkan doktrin puncak yang telah ditetapkan.  Sebagai seorang teolog pembebasan, Sobrino mengartikan semangat pembe-basan secara baru. Semangat pembebasan perlu didasarkan pada gagasan termahsyurnya bahwa percaya pada Allah berarti bersolidaritas dengan kaum tertindas.
Sebagai seorang teolog dengan ide-ide brilian dalam balutan iman ekspresif, Sobrino juga menulis banyak buku menarik, khususnya yang bertemakan tentang ekspresi iman dalam tataran sosial, yang banyak beredar di seminari-seminari dan pusat-pusat pendi-dikan di Amerika Latin. Dua di antaranya adalah: Jesucristo Liberador, Lectura Historico-Teológica de Jesús de Nazaret – Yesus Kristus Sang Pembebas, Kuliah Historis Teologis Yesus dari Nazaret (Madrid, 1991) dan La fe en Jesucristo. Ensayo desde las víctimas – Percaya akan Yesus Kristus: Tinjauan dari Pihak Korban (San Salvador, 1999).    
Buku yang pertama tersebut ditulis dalam bahasa Spanyol dan selanjutnya diterjemahkan ke bahasa Portugis, Inggris, Jerman dan Italia. Sedangkan buku keduanya  ditulis dalam bahasa Portugis dan telah diterjemahkan ke bahasa Inggris dan Italia.  Meski sudah banyak beredar dan banyak orang menyukai pemikirannya – kedua buku tersebut dinilai tidak selaras dengan ajaran iman gereja. Ajaran kritis dari Sobrino dianggap menyesatkan dan mengancam integritas iman gereja Katolik Roma.  Kongregasi Ajaran Iman Gereja yang dikepalai oleh Kardinal William Levada menemukan bahwa ada beberapa pemikiran kristologis yang tidak sejalan dengan ajaran resmi gereja Katolik. Pemikiran-pemikiran tersebut menyangkut keallahan Yesus, inkarnasi Putra Allah, hubungan antara Yesus Kristus dan Kerajaan Allah dan Yesus Kristus: Arti Penebusan Kematian-Nya.
Otoritas gereja menilai bahwa Sobrino terlalu condong menekankan aspek solidaritas kepada kaum miskin dan tertindas, tetapi kurang memberi tekanan pada aspek iman dan penebusan dari Yesus Kristus. Sobrino juga dituduh mengembangkan pemikiran yang lebih berat pada kemanusiaan Yesus. Dengan notificatio tersebut Vatikan juga mau menegaskan kembali tempat kristologi bukanlah gereja kaum miskin seperti alur pemikiran Sobrino, tetapi iman apostolis yang diwariskan gereja dari generasi ke generasi. Selain itu, Sobrino dituduh mereduksi ke-Allah-an Yesus.             ? Slawi/dbs

Bookmark and Share

Post your comment

* Your Name :
* Your Email :
* Description :
 
Enter the Verification Code shown!

Others

Baca Gali Alkitab  •  Bincang-Bincang  •  Buku SMK  •  Cover Story  •  Daily News  •  Dari Redaksi  •  Editorial  •  English  •  Garam Bisnis  •  Gereja & Masyarakat  •  Hikayat  •  Jejak  •  Kawula Muda  •  Khas  •  Khotbah Populer  •  Konsultasi Hukum  •  Konsultasi Keluarga  •  Konsultasi Kesehatan  •  Konsultasi Theologi  •  Kontroversi  •  Kredo  •  Laporan Khusus  •  Laporan Utama  •  Leadership  •  Manajemen Kita  •  Mata Hati  •  Mata Mata  •  Muda Berprestasi  •  News  •  Opini  •  Peluang  •  Podcast  •  Profil  •  Resensi Buku  •  Resensi Kaset  •  Senggang  •  Suara Pinggiran  •  Suluh  •  Ungkapan Hati  •  Varia Gereja  • 
Copyright © 2004-2010 REFORMATA. All rights reserved .
Visit: 1.423.650 Hit: 2.023.419 Since: 14.11.05 | 0.8576 sec | TOP
Online Support :