| Laporan Utama |
|
Gara-gara selebaran “Kristenisasi”, GKBJ Pos Sepatan akhirnya ditutup. Masyarakat masih rentan ...
|
| Laporan Khusus |
|
Reformata.com - Berharap mayat Eni bangkit lagi pada hari kelima, malah mayatnya terus membusuk. Apa alasan ...
|
| YM Support |
| Redaksi Reformata |
|
| lidya |
|
|
Bincang-Bincang
02 March 2009 Fenomena 'Dukun Cilik', Makin Memperteguh Iman
Pdt. Roldy Lumingas, M.Div, Ketua STT Adonai
Awal bulan ini, kita dihebohkan oleh berita tentang seorang bocah, siswa SD di Jombang, Jawa Timur, yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit dengan sebuah batu. Muhammad Ponari, nama bocah itu, konon mendapatkannya saat bermain guyuran hujan. Saat bermain, tiba-tiba mucul petir dan sebuah batu jatuh di kepalanya. Batu itu dibawa ke rumah. Jika batu itu dicelupkan ke air, konon air itu berubah menjadi obat yang sangat mujarab dan bisa menyembuhkan penyakit. Salah seorang tetangga-nya yang sakit telah membuktikan hal itu. Dan sejak itu berita pun tersebar ke seantero negeri ten-tang kesaktian bocah berusia 9 tahun itu. Dia bahkan mendapat julukan: Dukun Ponari. Lalu bagaimana fenomena ini jika ditilik dari iman Kristen? Fenomena ini seharusnya membuat kita makin mengimani bahwa hanya Yesuslah penyembuh sejati dan ajaib itu. Selengkapnya berikut bincang-bincang REFORMATA dengan Pdt. Roldy Lumingas, M.Div, Ketua STT Adonai. Selain sebagai hamba Tuhan, Pdt Roldy Lumingas juga dosen Alkitab di beberapa sekolah tinggi teologi. simak bagaimana bincang-bincang Reformata dengan Pdt. Roldy, dalam Reformata edisi102
Others
- M Danial Nafis, Terjepit Di Bawah Penjajahan Gaya Baru
- Sebastian Salang, DPR Tidak Pantas Memaki
- Herdi Sahrasad, Istana Presiden Cemaskan Eskalasi Kasus Century
- Moch. Nurhasim, Pengamat Politik LIPI, Rekomendasi Tim 8, Terbentur Balas Budi?
- Ketika Negara Gagal Capai Tujuan
- Dr. Yuda Tangkilisan, Menjaga Persatuan
- Bela Negara adalah Harga Mati
- Hukum Agama Tak Boleh Dipaksakan untuk Semua
- G 30 SPKI, Persaingan Meraih Kekuasaan
- 'Tak Ada Perjanjian Bagi-bagi Jabatan dengan SBY'
- Oslan Purba, Pengamat Politik Harus Ada Partisipasi Kaum Muda
- Fadjroel Rachman, “Negeri Ini Butuh Ekonomi Kesejahteraan”
- Prof. Dr. J.E. Sahetapy, Tanpa Pancasila, Indonesia Bubar
- Teguh Wardoyo, Masalah Perlindungan, Tidak Ada yang Mudah
- KPU Terkontaminasi Kepentingan Politik Tertentu
- Butuh Presiden yang Punya Nyali
- Mgr. Julius Kardinal Darmaatmadja.SJ Tanggungjawab Umat dalam Pemilu
- Arvin N. Chandra, Psikolog: Stres, Dipicu Inkonsistensi Kebijakan Pemerintah
- Bara Hasibuan, Pengamat Politik AS: Amerika Akan Tetap Keras terhadap Terorisme
|
|