| Laporan Utama |
|
Gara-gara selebaran “Kristenisasi”, GKBJ Pos Sepatan akhirnya ditutup. Masyarakat masih rentan ...
|
| Laporan Khusus |
|
Reformata.com - Berharap mayat Eni bangkit lagi pada hari kelima, malah mayatnya terus membusuk. Apa alasan ...
|
| YM Support |
| Redaksi Reformata |
|
| lidya |
|
|
Suluh
02 March 2009 Sahabat Anak Pelayanan bagi Anak-anak Jalanan
RUMAH kontrakan sederhana berlantai dua itu sekilas sama dengan rumah hunian lain. Namun rumah itu ternyata dibagi menjadi ruang kelas, kantor guru, perpustakaan, dapur dan gudang. Di ruang kelas, terlihat Rivai begitu semangatnya menorehkan pensil ke kertas putih, membentuk wajah gadis kecil. Di samping Rivai, Senno pun ikut menggambar sebisanya, meski tidak seantusias Rivai. Tiba-tiba datang Ari sambil berkata, “Saya malu, gambarku jelek. Saya tidak bisa menggambar manusia, yang ada hanya kepala dan wajah”. Ari tersenyum malu, berusaha menyembunyikan karyanya. Sementara di ruangan lain, ter-dengar petikan gitar, dan orang yang sedang menge-tik di komputer. Tam-pak pula sekumpulan anak sedang mem-baca Alkitab didam-pingi seorang guru. Anak-anak remaja ini berpakaian seada-nya. Wajah mereka polos namun terasa haus akan pendidikan dan kasih sayang. Inilah lukisan anak-anak yang ditam-pung di Pusat Kegia-tan Anak (PKA), Jl. Tambak II RT 06/05 No. 23, Kompleks POLRI, Pegangsaan, Jakarta Pusat. Rata-rata mereka itu anak jalanan yang putus sekolah, atau belum pernah mengecap pendidikan formal. Karena mereka tidak terlayani optimal di Bimbingan Belajar (Bim-bel) Sahabat Anak, maka lahirlah PKA di awal tahun 2006. Tujuan-nya menolong setiap siswa untuk dapat menyadari potensi dirinya, dan mengoptimalkannya, sehingga anak-anak itu menjadi individu yang mandiri. Saat ini ada sebanyak 35 anak yang dibina di PKA.
simak bagaimana pelayanan Sahabat Anaak, juga suka-duka dalam melayani dalam Tabloid Reformata edisi 102
Others
- Kecil Namun Berpengaruh
- Firman Tuhan, Dasar Pelayanan
- Pdt. Imanuel Kristo, Jadilah Gereja yang Sadar Media!
- Pdt. dr. Gernaida Pakpahan, Rektor ITKI Pendidik yang Memimpin
- Rev. Lee Chong Min, Indah untuk Kemuliaan Tuhan
- Naskah Agung Tuhan, Menjadi Perilaku
- Pdt. Andreas Himawan, Menemukan Harta Karun Kebenaran Kristen
- Gereja Perlu Kaderkan Anak-anak muda Jenius
- Pdt. Sahala Hasibuan, Di Angkotpun Beritakan Injil
- Rm. Mudji Sutrisno, Memperjuangkan Ruang Kebudayaan
- Pdt.Daniel Alexander, Lahirkan Pemimpin Sebanyak-banyaknya
- Melayani Pecandu Narkoba
- Romo Frans Magnis Suseno, Berbuat Lebih bagi Indonesia
- Pdt.Gilbert Lumoindong,Menjaga hati melayani Tuhan
- Pdt. Dr. Andreas A. Yewangoe, Ketua Umum PGI Dari Kesederhanaan Menuju Kepemimpinan Besar
- Pdt. Prof. Dr. Benny BA, Berpikir dan Beraksi Nyata Bantu yang Kekurangan
- Pdt. Em. Drs. Samuel Soedarsono, Bekali Para Aktivis Gereja
- Prof. Ir. Samuel H. Tirtamihardja, MSc: Bangkitkan Semangat Hidup Banyak Orang
- Pdt. Jonson W Laulaka, S.Th Kekuatan Doa Hancurkan Kuasa Gelap
|
|