Daily News

Cool GBI Gatot Subroto Pemberdayaan Komunitas Kecil bagi Masyarakat Luas

14 April 2009 - 09:04 | View : 3687
SEKELOMPOK orang, 3 -15 orang, duduk bersama, belajar  menggali kebenaran firman Tuhan. Acara ini diadakan se-minggu sekali, dua setengah jam, bahkan lebih dengan obrolan santai, penuh keterbukaan dan fun. Konsistensi dan kebersamaan telah membangun kesatuan hati mereka untuk bertumbuh bersama, hingga banyak orang dimenangkan.  
Kegiatan ini terjadi dalam ko-munitas Gereja Bethel Indonesia (GBI) sejak 1993, yang disebut dengan istilah Family Altar. Sepuluh tahun kemudian istilah ini diubah menjadi COOL (Comunity of Love), yang kini dipimpin dari pusat oleh GBI Gatot Subroto. Pdt. Hen-ky E. Pesulima bersama tim diper-cayakan menggerakkan, mengon-trol, dan memikirkan strategi kema-juan dan pertumbuhan COOL ini.
Mempersiapkan umat yang layak bagi Kristus, itulah visi COOL. Sasa-rannya  warga jemaat. Ketika ini dapat dinikmati oleh jemaat, maka diharapkan dia bersinar bagi ling-kungannya. Sampai kini kegiatan ini melibatkan 30% jemaat. Pe-mimpin COOL disebut COOLER, yang melayani, saling memperhati-kan, dan menggembalakan domba yang ada.
Prinsip pelayanan COOL, adalah Cari-Gembalakan-Utus. Gerakan yang dinamis, menggerakkan se-tiap pribadi untuk terlibat men-dapatkan anggota baru. Mereka yang menjadi anggota, digembala-kan hingga mengalami pertumbu-han. Selanjutnya, setiap gereja yang mengalami pertumbuhan, siap diutus untuk melayani yang lain, baik di antara sesama anggota komunitas/gereja, juga masyara-kat luas tanpa batas.
Dalam rangka “bersinar bagi ling-kungan”, COOL mengadakan kegia-tan pemberdayaan dengan nama Bengkel. Semua orang datang untuk diperbaiki, dilengkapi, diper-siapkan agar siap menjalankan kesehariannya dengan pembekalan SDM yang lebih baik, baik kerohanian, hal praktis, hingga ekonomis.
Ada pembelajaran-pembelajaran dan sharing firman Tuhan. Ada pula kursus bahasa Inggris, akuntansi, komputer, elektronik, musik (keyboard, gitar). Atas kerja sama dengan departemen wanita, dia-dakan pelatihan-pelatihan di antaranya: kerajinan tangan, home industri, memasak, membuat sabun dan manik-manik. Bengkel diadakan secara rutin dan berkala, bekerja sama dengan departemen
yang ada. Walau pelatihan itu gratis, metode dan cara yang dipakai tidak kalah bagusnya dengan wadah profesional lainnya.baca selanjutnya dalam REFORMATA edisi 105

Comments

See Also

Sidang Raya Konferensi Kristen Asia Ke-14: Menyuarakan Isu Kebebasan Beragama
Alkitab Kuno Sebut Allah Sebagai Perempuan
Dua Biarawati Palestina Dinobatkan Sebagai Santa
Ini Wajah Yesus Di Usia Remaja?
71 Penyerang Gereja Dihukum Seumur Hidup
JEJAK PERPECAHAN DI YBSI (SETIA)
Pembukaan Kongres X Gamki Berlangsung Meriah.
Penyerang Gereja Kok Malah Dilindungi
PGIW Jakarta Sambut Hari Jadinya Ke-50
Michelle Obama: Musik Gospel Menghubungkan Saya Dengan Allah
Jadi Kristen Remaja Ini Disiram Bensin Dan Dibakar
2050 Kristen Bukan Lagi Agama Mayoritas
Frans Ansanay: Masyarakat Papua Belum Ditangani Secara Serius
Keluar Dari Kemandekan Gerakan Oikumene
Kelinci Paskah Ini Senilai 670 Juta
Benny Hinn, Terbaring Di Rumah Sakit
L.O.D, Band Indie Rasa Rohani
Presiden India Didesak Untuk Mengutuk Serangan Terhadap Umat Kristen
Paus Ajak Anak Muda Cari Kerja Yang Halal
Penganut Ateis Lebih Setia Dari Kristen?
Paus Kritisi Hukuman Mati Dan Penjara Seumur Hidup
KontraS:Semangat RUU Kerukunan Umat Beragama Harus Melindungi, Bukan Kerukunan Semu
Terlantar, Sinode GKSI Siap Tampung Mahasiswa SETIA
Mahasiswa SETIA Terlantar, Komnas HAM Panggil Sinode GKSI
Kisruh YBSI (SETIA), DARI MASA KEMASA.
jQuery Slider

Arsip : • 20152014201320122011201020092008