REFORMATA --KETIKA banyak orang tidak peduli dengan sesama, Pdm. Mulyadi Irawan justru memiliki kepekaan dan kepedulian. Ketika orang lain ogah melakukan hal-hal yang sulit, dia justru rela melakukannya dengan penuh kecintaan. Mungkin banyak orang menganggapnya aneh, atau bo-doh, karena mau mencari kesulitan demi orang lain. Namun itulah “mis-teri” orang-orang yang mau mela-kukan banyak hal demi memenuhi panggilan ilahi, yang sering tidak bisa dipahami banyak orang.
Awal pelayanan
Suatu hari di tahun 1998, se-orang teman merasa sangat ter-kesan pada Mulyadi yang rajin beribadah dan cukup rohani. Sang teman ini pun meminta Mulyadi untuk mendoakan anaknya yang kecanduan narkoba. Dengan sukacita, Mulyadi datang dan mela-yani anak temannya itu. Dengan sabar dan penuh kasih Mulyadi mendengar kesulitan, menemani
dan mendoakan. Itulah yang mem-buat suami Felicia Sutanto ini men-dapatkan keyakinan untuk melayani mereka yang sulit lepas dari kecanduan narkoba.
Demi membantu orang-orang yang kecanduan itu, Mulyadi rela melayani door to door. Setiap ada waktu luang, Mulyadi mengunjungi mereka satu persatu, berdoa agar Tuhan memulihkan mereka. Dia menyadari beratnya perjuangan pecandu untuk sembuh. Namun Mulyadi tahu kalau mereka juga sangat memerlukan orang-orang yang bisa hadir saat dibutuhkan. Makin banyak yang dia layani, makin mendorong lelaki kelahiran Jambi 12 September 1959 ini untuk melayani pecandu narkoba penuh waktu. baca selanjutnya dalam
REFORMATA edisi 105