Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

News

KTT Anti Rasisme PBB Bubar Karena Ulah Ahmadinejad

Posted : 21 April 2009
17480779.jpg
Pada hari pertama KTT PBB mengenai anti-rasisme, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menuai banyak kritikan karena mengencam keras pemerintah Israel. Dengan ini Ahmadinejad melakukan persis apa yang diperingatkan sejumlah negara sebelumnya. Laporan redaktur Pieternel Gruppen:

Negara-negara seperti Amerika, Kanada, Australia dan Belanda, memboikot KTT tersebut. Sementara delegasi negara-negara Uni Eropa lainnya meninggalkan ruang sidang di Jenewa ketika presiden Iran mengecam Israel dengan menuding pembentukan pemerintahan rasis di daerah Palestina yang diduduki tahun 1948.

Ahmadinejad menyebut pemerintahan Israel sebagai pemerintahan yang paling kejam dan paling rasis. Pada KTT Anti Rasisme delapan tahun lalu di Durban, Afrika Selatan, delegasi Amerika dan Israel meninggalkan ruang sidang setelah beberapa negara dengan sia-sia menyamakan zionisme dan rasisme. Peristiwa itulah yang merupakan alasan beberapa negara untuk memboikot KTT tersebut.

Kritik Terhadap Pemboikot
Sekjen PBB Ban ki Moon membuka KTT Senin pagi dengan melontarkan kritik terhadap negara-negara yang absen. "Kami berharap untuk menapak jalan baru namun banyak di antara kita yang masih terpaku pada masa lalu."

Boikot terhadap KTT anti rasis merupakan tindakan tidak bijaksana, karena konferensi ini merupakan forum penting untuk bertukar pendapat kata Louk de la Rive Bos, direktur Institut Studi Sosial di Den Haag Belanda. Dengan boikot itu maka menurut De La Rive Box menjadikan Belanda justru memberikan kesan bahwa kebebasan mengeluarkan pendapat dari orang lain tidak pantas untuk didengarkan. "Memang kadang pendapat dari orang lain keras dan tidak menyenangkan."

Memusuhi kepala negara seperti misalnya presiden Iran, tidak membawa perubahan. "Jika kita tidak setuju dengan Ahmadinejad, maka kita harus berada di sana". Selanjutnya adalah tugas ketua konferensi untuk mencegah forum itu disalahgunakan untuk pidato-pidato yang mengandung unsur kebencian. Baru, jika itu tidak terjadi maka menurut Box merupakan alasan yang tepat untuk meninggalkan ruangan.

Diktatur
"Itu tak berguna, tidak usah datang saja." Demikian anggota parlemen dari partai liberal VVD Hans van Baalen yang mendukung penuh keputusan pemerintah untuk memboikot KTT anti rasisme tersebut. "Itu adalah konferensi di mana semua diktator melontarkan ucapannya dengan sengaja. "Saya sama sekali tidak berminat melihatnya delegasi Belanda duduk berdampingan dengan delegasi dari Iran. Kami benar-benar tidak dapat menyakinkan ayatollah atau pemerintahan berdarah di Sudan untuk lebih memperhatikan martabat manusia.

KTT Yang Tidak bernilai
Van Baalen berpendapat, PBB tidak mencatat kemajuan dalam soal hak-hak asasi mansuia sejak adanya Pernyataan Semesta soal Hak-hak asasi manusia. Memberantas diskriminasi akan lebih berhasil jika ditangani bersama dengan negara-negara Eropa lainnya. Itu lebih baik dibanding memberikan pengakuan terhadap konferensi yang tidak bernilai itu. KTT anti rasisme masih akan terus berlangsung sampai akhir pekan ini.

sw

sumber:Ranesi

58
32 votes
1 2 3 4 5

Lainnya

Arsip :20112010200920082007
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 1.3944 sec | TOP
Online Support :
YouTube Facebook Twitter RSS
Powered by: Indocms.net