Caleg PDI Perjuangan di Sumatera Barat, Dominikus Supriyanto diteror dengan tujuan ia mengundurkan diri. Kalau mau duduk di DPRD Pasaman Barat ia harus menjadi Islam.
Sampai sekarang ia mendapat dukungan PDIP dan juga gereja Katolik yang lewat uskup memberikan dukungan moral. Kepada Radio Nederland Wereldomroep Dominikus Supriyanto menjelaskan latar belakang tekanan terhadap dirinya setelah terpilih.
"Saya menang, ranking satu, yang kalah tidak mau mengaku kekalahannya, tidak senang, " tandas Dominikus Supriyanto. Ia adalah caleg PDIP untuk DPRD Pasaman Barat di Sumatra Barat.
Mereka kemudian mengalihkan kekesalannya ke intimidasi, melempar batu ke rumah Supriyanto. Mereka memasalahkan, orang Kristen tidak bisa menjadi anggota DPRD di Pasaman Barat. Kalau mau duduk di DPRD Pasaman Barat harus menjadi Islam. Demikian keluh Supriyanto.
Pemilih Islam
Walaupun Dominikus Supriyanto dipilih juga oleh pemilih Islam, karena warga Kristen termasuk Katolik di Pasaman Barat kecil sekali, sekitar 3000 jiwa.
Jadi ia akan tetap mempertahankan haknya, karena mendapat dukungan rakyat. Ia sudah melaporkan ke polisi dan meminta perlindungan.
Intel sudah tahu siapa yang berada dibalik aksi teror ini. Namun belum ada bukti untuk ditindak, baru ada analisa saja siapa pelakunya.
Berita ihwal usaha menghalangi Supriyanto menjadi anggota DPRD Pasaman Barat belum masuk media namun sudah disebar lewat SMS. Uskup Katolik Padang mendukung Supriyanto dan kalau ini terus berlarut akan membawanya ke tingkat nasional.
Ia juga mendapat dukungan PDIP, siapa yang tidak mendukungnya silahkan meninggalkan partai saja. Sampai sekarang PDIP tetap setia pada komitmennya mendukung Supriyanto. Yang menang harus tetap didukung.
Tetap tenang
Supriyanto juga menghubungi rekan-rekan politiknya di Jakarta, mereka menghimbau ia tetap tenang karena tidak ada yang bisa menggugat keputusan KPU bahwa ia yang menang. Tidak ada orang yang bisa mengambi alih haknya dan menggantikannya.
Dominukus Supriyanto berasal dari keluarga Jawa, orang tuanya adalah transmigran di Sumatera, ia sendiri lahir di Sumbar dan merasa dirinya orang Sumatera Barat.
sw
sumber:Ranesi