Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut pembunuhan massal pada sebuah resepsi perkawinan di Turki Tenggara "tidak manusiawi." Ia mengimbau berbagai universitas dan organisasi untuk ikut memperjuangkan perubahan mentalitas di Turki.
"Tidak ada tradisi yang membenarkan kejahatan macam itu,"kata Erdogan. Sejumlah penembak bertopeng membombardir sebuah perayaan perkawinan Senin malam lalu, dan mengakibatkan 44 orang meninggal. Di antara para korban, terdapat banyak perempuan dan anak-anak, pasangan pengantin yang baru menikah juga tewas dalam aksi ini. Menurut polisi, penyebab tragedi ini adalah masalah keluarga. Sampai sekarang, delapan orang ditangkap.