Search
Translator
Laporan Utama
Selebaran-KristenisasiPicu-Penutupan-Rumah-Ibadah.jpg
Gara-gara selebaran “Kristenisasi”, GKBJ Pos Sepatan akhirnya ditutup. Masyarakat masih rentan ...
Login
User ID :
Kata Sandi :
Laporan Khusus
Menanti-Mayat-Hidup-Kembali.jpg
Reformata.com - Berharap mayat Eni bangkit lagi pada hari kelima, malah mayatnya terus membusuk. Apa alasan ...
YM Support
Redaksi Reformata
lidya

Dari Redaksi

13 May 2009

Pulihkan IMB HKBP Cinere!

HKBP2.jpg
Syalom. Saudara terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus, saatnya kita meng-alihkan perhatian dari pemilu legis-latif yang sarat problematika itu. Namun tetaplah kita berdoa kira-nya para wakil rakyat yang telah terpilih itu adalah pribadi-pribadi yang memiliki nurani dan punya keinginan membawa bangsa dan negara ini ke arah yang membuat seluruh masyarakat damai sejah-tera, sesuai cita-cita para pendiri bangsa. Sebab negeri ini adalah milik semua anak bangsa, sebagai-mana keinginan para pejuang, pembela kemerdekaan, yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
Hal ini penting kita camkan, agar jangan lahir lagi kepemimpinan sebagaimana dipertontonkan oleh seorang wali kota Depok, yang belum lama ini mencabut surat ijin mendirikan bangunan (IMB) se-buah tempat ibadah di wilayah kekuasaannya. Sebagaimana kita ketahui Nur Mahmudi Ismail yang
adalah wali kota Depok, Jawa Ba-rat, pada 27 Maret 2009 lalu mencabut IMB ruang serbaguna milik Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang beralamat di Jalan Bandung, Kelurahan Cinere, Keca-matan Limo. Alasannya antara lain karena keberadaan bakal tempat suci itu ditolak oleh masyarakat. Tragis, sebab IMB tersebut diter-bitkan satu dasawarsa silam, tepat-nya pada  13 Juni 1998 oleh Bupati Bogor Edi Yoso Martadipura. Ketika itu Depok masih berstatus kota administratif (kotif) di bawah Kabupaten Bogor.
Masyarakat yang menghormati perundang-undangan, sudah sela-yaknya merasa terusik dengan dicabutnya IMB tersebut, apalagi pencabutan itu dilakukan dengan alasan yang tidak jelas, dan ter-kesan dibuat-buat pula. Dan sudah pada tempatnya jika HKBP mela-kukan protes keras dan menuntut si pencabut IMB itu untuk segera menganulir keputusannya yang memang keliru itu. Maka langkah lembaga ini yang membawa kasus tersebut ke pengadilan, patut di-dukung oleh seluruh warga negara yang cinta kebenaran dan keadilan serta kesejahteraan. Saatnya membuktikan bahwa kita ini benar-benar kader-kader pecinta keadi-lan-sejahtera, dengan memberikan tempat bagi warga HKBP Cinere—yang juga adalah pemilik sah negeri ini—untuk beribadah di tanah tumpah darahnya sendiri. Kenaifan seperti ini tidak bisa dibiarkan, sebab akan menjadi preseden buruk di masa-masa mendatang.
Saudara pembaca yang kami hormati, akhir-akhir ini yang namanya kenaifan juga kerap dipertontonkan oleh beberapa hamba Tuhan. Oknum-oknum pendeta ini, entah dengan pertim-bangan apa, kok mau saja member-kati pernikahan pasangan yang jelas-jelas tidak layak berdasarkan ajaran Alkitab. Alkitab yang adalah firman Tuhan yang sejati itu de-ngan jelas memberikan petunjuk bahwa pernikahan adalah sekali dalam seumur hidup. Pernikahan kristiani adalah pernikahan yang di-persatukan oleh Tuhan. Dan yang telah dipersatukan oleh Tuhan tidak bisa dipisahkan oleh manusia.
Setiap rumah tangga kristiani dibentuk dengan pernikahan agung di dalam Tuhan. Maka pasa-ngan suami-istri yang dipersatukan Tuhan ini tidak boleh berpisah, kecuali dipisahkan oleh Tuhan le-wat kematian. Pernikahan kristiani tidak kenal dengan yang namanya poligami, di mana seorang pria bisa memiliki lebih dari satu istri. Setiap orang mestinya menyadari bahwa pernikahan adalah sesuatu yang agung, yang tidak boleh dibuat se-perti mainan yang bisa dibongkar-pasang. Adalah naïf sekali jika hanya dengan alasan “sudah tidak ada lagi kecocokan”, sepasang suami-istri, apalagi sudah hidup bersama puluhan tahun, akhirnya mengakhiri ikatan suci itu.
Kehidupan memang tidak ada yang bebas dari masalah atau per-soalan, termasuk dalam kehidupan pernikahan sekalipun. Namun de-ngan tetap beriman kepada Tuhan yang hidup, apa pun permasalahan itu niscaya semua dapat dilalui. Persoalan dan kesulitan, itulah salib yang harus kita pikul.

Comments

Orang Kalimantan, 14.05.09 08:57
KIRA2 SIAPA YANG SALAH ??,APAKAH PENEMPATAN WILAYAH TEMPAT IBADAH YANG SUDAH MEMENUHI KRITERIA BAIK JUMLAH UMAT ATAU HANYA UMAT IMPOR DARI TEMPAT LAIN?? TANYA KENAPA???
Achmad Rivai, 03.06.09 16:55
Si Orang Utan komentarnya ada-ada saja.

Post your comment

* Your Name :
* Your Email :
* Description :
 
Enter the Verification Code shown!

Others