Search
only search from Reformata
Translate
English Japanese French German Dutch
Laporan Utama
123Laput1.jpg
Reformata.com - MELIHAT situasi massa yang menuntut penghentian perayaan Natal pada Jumat, 25 Desember 2009 ...
Laporan Khusus
gus-dur.jpg
Tak sedikit tokoh Kristen hadir dalam perjalanan “pulang” Gus Dur. Banyak kesan tersimpan dalam ...
YM Support
Redaksi Reformata
lidya

Laporan Khusus

13 June 2009

Skenario Besar untuk Hilangkan Jejak Kristen

lapsus109 3.JPG
BERBAGAI isu berkembang   seputar konflik yang terjadi    antara mahasiswa UKI dan YAI. Salah satu adalah adanya keinginan pihak tertentu agar UKI dipindahkan dari kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Hal ini diperkuat dengan adanya pernyataan langsung Wali Kota Jakarta Pusat, Sylviana Murni, bahwa dia menagih janji pimpinan UKI mengenai kepindahan kampus yang telah berdiri di sana sejak 1953 tersebut. Menurut Wali Kota langkah ini diperlukan untuk menciptakan situasi kondusif di kawasan Salemba. Sementara itu beberapa kalangan menganggap bahwa kepindahan kampus UKI dianggap sebagai langkah awal untuk mempermudah proses pembelian tanah di lokasi tersebut. Mengingat bahwa sebelumnya tanah milik Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang lokasinya tidak jauh dari kampus UKI dan YAI telah berpindah kepemilikan. Perlu diketahui bahwa tanah PGI yang saat itu dijual adalah tanah umat yang sebanarnya tidak bisa diperjualbelikan, namun pada kenyataannya tanah itu kini bukanlah lagi milik PGI.
Menyikapi hal ini kami mewawancarai Ketua Umum Persekutuan Intelgensia Kristen Indonesia (PIKI), Cornelius Rono-widjoyo. Sebagai ketua PIKI dan pernah berada pada situasi di mana terjadi sengketa tanah yang saat itu ditempati Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) beliau sedikit banyak mengetahui permasalahan mengenai situasi yang terjadi di kawasan tersebut, termasuk permasalahan internal yang menyebabkan terjadinya penjualan tanah umat tersebut.

Sebenarnya apa masalah internal tanah di Jalan Dipo-negoro Salemba ini?
Masalah internal yang dimaksud adalah bahwa terjadinya penjualan tanah umat yang loka-sinya berada di kawasan Salemba ini ternyata justru dilakukan oleh oknum pendeta. Hal ini terjadi karena adanya tindakan manipulasi dokumen. Semestinya tanah di kawasan Jalan Diponegoro, Salemba tidak bisa diperjualbelikan. Kalaupun berpindah tangan, itu bukan karena penjualan, akan tetapi dihibahkan, itu pun hanya bisa dihibahkan kepada lembaga sejenis. Nah, yang menjadi pertanyaan, kenapa tanah ini bisa berpindah kepada lembaga sekuler yang tidak ada hubungannya dengan sejarah kita? Itu berarti pendeta kita yang tidak benar, jadi bertobatlah. Dalam hal ini kesalahan terletak pada pemimpin, bukan pada umat.

Ada pendapat bahwa yayasan yang membeli tanah PGI sebelumnya juga sedang berusaha untuk membeli tanah di sepanjang Jalan Diponegoro ini, apa ini benar?
Ya, sejak awal sudah saya sampaikan bahwa persoalan tanah Salemba ini bukan semata pada persoalan ekonomi, tapi ada motif-motif politik untuk menghilangkan jejak yang disebut “Kristen Rim” di kawasan Salemba ini. Kita tahu, dari Jalan Salemba ini sampai Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakarta itu adalah “Kristen Rim”, itu adalah aset-aset Kristen, tapi satu-satu lepas, dan sekarang saya dengar lagi UKI pun disuruh pergi. Jadi ada skenario besar yang dilakukan intuk menghilangkan jejak kita.

Ada isu bahwa peristiwa tawuran antara mahasiswa UKI dan YAI bukan tawuran biasa. Ada pihak ketiga yang mencampuri masalah ini jadi semakin keruh. Dalam hal ini ada tujuan untuk memin-dahkan UKI dengan membuat buruk citra mereka sebagai “kampus yang senang dengan keributan”. Bahkan Rektor UKI sendiri mengeluarkan pendapat mengenai adanya tindakan pihak ketiga ini. Apa pendapat Anda?
Saya sangat setuju, dan saya sependapat! Skenario itu sudah kita baca sejak lama, bahwa ada maksud-maksud tersembunyi dan sistematis untuk menghi-langkan jejak bahwa ini adalah tempat bersejarah, termasuk UKI pun direka-yasa agar pindah dari tempat ini. Kan aneh bin ajaib kalau kita melihat pemberitaan di media mengenai pernyataan pemda yang menagih janji UKI memindahkan kampus mereka dari Salemba. Janji apa? Itu pemda siapa? Saya tegaskan, dan tolong sampaikan ini kepada Pak Fauzi Bowo dan Prijanto (gubernur dan wakil gubernur DKI—Red), kalau itu semua benar, maka slogan “Jakarta untuk semua”, itu bohong belaka. Saya marah dengan pernyataan ini. Sepengetahuan saya, UKI tidak pernah berjanji untuk pindah dari Salemba 10. Ini  kan “tanah air” kita.

Artinya bahwa memang ada usaha untuk menghilangkan identitas tanah di kawasan Salemba ini sebagai tanah umat?
Ya, itu benar. Tragisnya ini semua terjadi melalui orang-orang yang notabene pemimpin umat. Jadi keterpurukan kita bukan karena orang lain jahilin kita, tetapi karena pemimpin kita mengkhianati jati diri kita, menjual hak kesulungannya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya masing-masing. simak secara lengkap wawancara REFORMATA dalam Tabloid Reformata edisi 109

Comments

Atursinaga,ev,dra,ma, 16.06.09 12:30
Proses pemindahan UKI dari Salemba untuk tidak ditanggapi
Bertan, 16.06.09 13:01
saya rasa kita tidak usah menyimpangkan persoalan perkelahian mahasiswa dengan mengatakan ini isu penghapusan jejak atau sejenisnya. dikawatirkan pernyataan anda ini dinilai propokatif dan malah memecah belah. trimakasih
Achmad Rivai, 17.06.09 12:02
jangan-jangan si Bertan ini yang menjadi biang keladi dibalik tawuran mahasiswa UKI-YAI. Makanya dia ketakutan dengan komentar yang bagus
Lieke Hehanussa/sahetapi, 23.07.09 15:11
Menyedihkan ya kalau seorang yang notabene pemimpin umat memberikan contoh yan
Post your comment
* Your Name :
* Your Email :
* Description :
Chars remaining :
Enter the Verification Code shown!

Others