Sejumlah saksi mata mengatakan tidak ada rapat umum di Tehera pada hari Minggu, sehari setelah 10 orang dilaporkan tewas dalam bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa.
Sejumlah orang yang dituduh pemimpin unjuk rasa dilaporkan telah ditangkap.
Pihak berwenang masih terus melakukan pemberangusan terhadap media asing, termasuk mengusir koresponden BBC di Teheran.
BBC membenarkan bahwa Jon Leyne diminta meninggalkan negara itu namun dikatakan kantor BBC di Tehera masih tetap buka.
Kelompok Wartawan Tanpa Perbatasan menyebutkan, 23 wartawan lokal dan sejumlah blogger ditangkap dalam pekan ini.
Dari atap rumah
Protes yang dipicu oleh pemilihan presiden 12 Juni yang pejabat katakan Mahmoud Ahmadinejad menang dengan suara besar.
Para pendukung saingan terdekatnya, Mir Hossein Mousavi, yakin pemilu dicurangi dan berunjuk rasa sejak hasilnya diumumkan.
Namun Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei mendukung Ahmadinejad dan menyatakan dalam pidato Jumat bahwa aksi protes tidak akan dibiarkan.
Sejumlah pengamat menafsirkan pidato Ayatollah itu sebagai lampu hijau untuk aparat keamanan menggunakan peluru tajam.
Televisi pemerintah Iran melaporkan 10 orang meninggal dan 100 cedera ketika para pemrotes dan polisi bentrok hari Sabtu.
Hari Minggu, ribuan aparat keamanan berada di jalan-jalan namun para pemrotes menjauhi mereka.
Wartawan BBC Jeremy Bowen di Teheran mengatakan banyak warga Teheran utara meneriakkan yel-yel dari atap rumah "matilah diktator" dan "Allahu Akbar" pada Minggu malam.
Yel-yel itu menjadi bentuk populer dari unjuk rasa dan wartawan BBC menyebutkan, pria, wanita dan anak-anak bergabung serta teriakan-teriakkan hari Minggu lebih keras dari hari-hari sebelumnya.
sumber:BBC