Israel menyetujui pembangunan 50 unit rumah di sebuah pemukiman Yahudi di daerah pendudukan Tepi Barat. Para pejabat di sana mengatakan rumah-rumah di Adam di Yerusalem Utara itu akan ditempati oleh para pemukim yang dipindahkan dari sebuah pemukiman lain tidak jauh dari sana, dan merupakan bagian pertama dari rencana perluasan pemukiman Yahudi.
Persetujuan pembangunan rumah pemukim ini berlawanan dengan tuntutan Amerika agar Israel menghentikan seluruh kegiatan pemukiman di Tepi Barat.
Pengumuman itu dikeluarkan beberapa jam sebelum Menteri Pertahanan Israel Ehud Barack terbang ke Amerika untuk mengadakan pembicaraan dengan Utusan Timur Tengah Presiden Obama, George Mitchell.
Israel mengatakan rencana pembangunan pemukiman tersebut bisa dibenarkan. Israel berencana memindahkan para keluarga Yahudi dari daerah paling luar, Migron di Tepi Barat.
Tidak syah
Israel memandang pemukiman itu tidak sah karena dibangun di atas lahan pribadi Palestina.
Kemudian mereka akan ditempatkan di pemukiman Adam yang menurut Israel sah.
Berdasarkan hukum internasional semua pemukiman di Tepi Barat tidak syah.
Langkah Israel ini dikecam keras oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia dan juga oleh Palestina. Perkembangan ini terjadi pada saat yang sulit bagi Menteri Pertahanan Israel.
Ehud Barak diutus ke Washington untuk mengurangi ketegangan akibat kebijakan pembangunan pemukiman Israel.
Kesepakatan internasional menyerukan pembekuan semua pembagunan pemukiman baru di wilayah pendudukan.
Pemerintah Amerika Serikat dibawah pimpinan Presiden Barack Obama menegaskan agar Israel memenuhi komitmen tersebut.
Namun Israel mengatakan politik Palestina dan bukan pemukiman Yahudi yang menjadi hambatan utama bagi perdamaian di kawasan itu.
Dalam perkembangan lain, Komite Palang Merah Internasional ICRC menyatakan bahwa satu setengah juta warga Palestina yang tinggal di Gaza terjebak dan putus asa.
Laporan ICRC mengatakan, perekonomian dan infrastruktur wilayah itu sudah hancur sejak Israel melancarkan serangan militer terhadap Gaza enam bulan lalu.
Kemiskinan melonjak dengan laju yang mengkhawatirkan dan banyak anak menderita kurang gizi.
ICRC sekali lagi mendesak Israel agar mencabut blokade yang diterapkan setelah Gerakan Islamis Hamas mengambilalih kekuasaan di Gaza tahun 2007.
Juru bicara pemerintah Israel menampik seruan ICRC, dan mengatakan Hamas bertanggung jawab atas penderitaan itu.
sumber:BBC