CLOSE
REFORMATA.COM
YouTube Facebook Twitter RSS

Konsultasi Kesehatan

Apa Penyebab Kejang Demam pada Anak?

Author : dr Stephanie Pangau | Tuesday, 14 Juli 2009 | View : 10146

dr. Stephanie Pangau, MPH

Dr. Stephanie yang baik, saya mau bertanya tentang masalah anak saya laki-laki usia 2 tahun, yang bila sakit panas tinggi, sering disertai kejang-kejang. Yang ingin saya tanyakan: 1) Apa penyebab kejang demam pada anak? Apakah mungkin dapat disebabkan oleh radang otak? 2) Pada usia berapa saja anak-anak bisa terserang kejang demam? Berbahayakah? 3) Apakah kejang demam bisa terjadi berulang? 4) Apakah yang harus dilakukan sebagai pertolongan pertama pada anak yang kejang demam? Perlukah diberikan obat Luminal? Atas jawaban yang dokter berikan saya ucapkan terima kasih. God bless you,

Dokter. Lenny Jl. Barito Jakarta Selatan

Hallo Bu Lenny, terima kasih untuk pertanyaannya. Saya akan menjawab:
1. Penyebab pasti kejang demam pada anak belum diketahui, tetapi menurut pendapat para ahli umumnya disebabkan adanya peradangan ikutan dari infeksi telinga, batuk pilek, radang tenggorokan atau karena adanya tindakan penyuntikan (imunisasi). Namun kejang demam bukan disebabkan oleh karena kelainan otak, misalnya pada meningitis atau ensefalitis. Selain itu ada dugaan kalau faktor keturunan juga dapat mempengaruhi timbulnya kejang pada anak.
2. Kira-kira 5% kejang demam bisa menyerang anak-anak sekitar usia 6 bulan sampai dengan usia 5 tahun. Dan bila hal ini tidak ditangani dengan seharusnya, maka 2 – 12% dari penyakit ini dapat berkembang menjadi epilepsy.
3.    Kejang demam dapat terjadi berulang. Siklus kejang tidak ada, tetapi kalau sudah pernah terkena kejang sekali saja, maka kemungkinan untuk terserang kembali dalam 1 tahun adalah berkisar 30 – 50%
4.    Sebagai pertolongan pertama dapat diberikan obat untuk menurunkan panas antara lain Parasetamol atau Ibuprofen dan Diazepam (sebagai obat anti-kejang). Selain itu panas tubuh juga dapat diatasi dengan kompres panas atau pun dingin. Pada beberapa kasus perlu sekali diberikan obat secara teratur, misalnya pada anak dengan kelainan saraf yang dapat menimbulkan kelumpuhan, kejang lebih dari 15 menit, terjadi serangan kejang yang hanya mengenai satu sisi tubuh atau kejang fokal, kejang saat berusia di bawah 12 bulan serta frekuensi kejang lebih dari 4 kali dalam setahun ataupun kejang yang terjadi lebih dari 1 kali dalam 1 hari. Untuk kasus-kasus seperti ini, sebagai pencegahan, umumnya pengobatan dapat diberikan selama 1 tahun.  
Saat ini, kepada pasien anak kejang demam tidak lagi diberikan Luminal (Fenobarbital) karena sering terjadi efek samping pengobatan seperti anak menjadi hiperaktif, agresif, tidak suka belajar karena menurunnya konsentrasi. Karena efek-efek itu, maka saat ini obat tersebut tidak lagi dipakai, tetapi penggantinya adalah obat yang bernama Valproate menjadi pilihan utama karena efek samping-nya yang lebih sedikit. Pengobatan kejang demam dengan Valproate umumnya dilakukan selama 1 tahun juga.
Demikian jawaban kami bagi Ibu Lenny, kiranya informasi yang diberikan dapat menjawab pertanyaan Ibu. Tuhan memberkati.
            Salam hormat saya.

See Also

jQuery Slider

Comments

Arsip :2014201320122011201020092008
Mata Hati
revolusi-mental.jpg
Istilah revolusi mental, kini lagi populer-populernya di Republik tercinta. Kata yang akrab dengan presiden terpilih Jokowi. Seperti apa pelaksanaannya, tentu ..
Konsultasi Teologi
alkitab--kontradiksi.jpg
Shalom pak Pdt. Bigman Sirait.Dalam Injil Matius 5:17 dikatakan “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para ..
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2014 Tabloid Reformata. All rights reserved . Visit: 18.057.787 Since: 14.11.05
Online Support :