User ID Kata Sandi
Google reformata.com
 
Gambar Wajah Di Planet Mars  |  Dimulai, Pembangunan Gedung Baru UKI  |  Persekongkolan Negara Dan Massa Anarkis  |  Suplemen Kalsium Tingkatkan Risiko Serangan Jantung  |  Pemerintah 'tak Hargai' Kebebasan Beragama  | 

Ungkapan Hati

19 August 2009

Mariani Manullang,Miskin, Dihina, Tetap Tabah

Mariani Manullang,Miskin, Dihina, Tetap Tabah.jpg
DI antara mahasiswa-  mahasiswi Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang berlalu-lalang di areal kampus Cawang, Jakarta Timur, tampak dua gadis cilik yang masih mengenakan pakaian sekolah dasar (SD), mundar-mandir sambil menjinjing termos es. Kedua gadis cilik bernama Rona Rosdiana Sihombing (11) dan Reni Sihombing (8) itu menawarkan es lilin kepada setiap mahasiswa, dosen atau pun karyawan kampus yang mereka temui. Satu batang es lilin mereka jual Rp 1.000. Siapa pun yang berada di areal kampus tak luput dari perhatian mereka, dan pasti didatangi.
Kepada REFORMATA, Rona mengatakan kalau dia dan adiknya sudah sekitar satu jam mengitari kawasan kampus, menawarkan es kepada orang-orang, tapi baru lima yang laku. Sejenak mereka beristirahat sambil menarik nafas panjang dan sesekali mengusap peluh. Wajah kedua gadis yang bersekolah di SDN Cawang II, Jakarta Timur itu tampak kelelahan. “Kita biasa jualan sampai pukul 5 sore. Kadang es ini tidak laku semua. Jika laku semua, paling untungnya cuma Rp 10 ribu,” kata Rona dengan nada berat.
Rona adalah anak pertama dari empat bersaudara. Pulang dari sekolah pukul 12.00, dia langsung mengajak adiknya, Reni, berjualan es bikinan ibu mereka sendiri. “Ini demi Mama,” ucapnya dengan nada pilu. Hari Minggu pun mereka paksakan untuk berjualan. Hal itu mereka lakoni sejak ibu menderita sakit komplikasi: asam urat, paru-paru dan gagal ginjal. Kondisi itu membuat kedua anak itu mengambil alih tugas untuk mencari nafkah. “Malam hari, kadang kami tidak sempat belajar karena kecapekan,” tutur Rona.
Keuntungan dari berjualan es itu sebagian disisihkan untuk biaya berobat ibu yang wajib cuci darah setiap dua kali seminggu. Sang ibu sakit sejak Desember 2007. Biaya berobat cuci darah mencapai ratusan ribu rupiah per minggu. “Setiap hari kami hanya makan nasi campur kecap. Uang jualan es untuk biaya berobat Mama. Untungnya, Mama dapat kartu gakin (keluarga miskin),” kata Rona. Jika biaya berobat kurang, Rona minta uang kepada tantenya. Sering-sering meminta uang kepada tantenya pun membuat Rona tidak enak hati.
    
Niat gantung diri
Sejak lama Mariani sudah dililit kemiskinan. Nasibnya makin terpuruk setelah suaminya meninggal. Sejak ditinggal suami, perempuan kelahiran Porsea, Sumatera Utara, 21 April 1973, ini langsung sakit-sakitan dan tak kunjung sembuh sampai sekarang. Beban hidupnya makin berat lantaran memikirkan nasib keempat anaknya. Itu sebab wajahnya terlihat lebih tua kendati usianya masih tergolong muda. Karena tak kuat menanggung beban hidup, terkadang timbul niat ingin bunuh diri. Namun ketika teringat keempat anaknya niat itu segera disingkirkan jauh. ”Jika sedang sendirian di rumah, dorongan untuk gantung diri kadang muncul. Tapi karena selalu ingat masa depan anak-anak, niat itu hilang,” ucapnya.      
Mariani pernah kaget mendengar ucapan putri, baca selengkapnya dalam REFORMATA edisi 113

Post your comment

* Your Name :
* Your Email :
* Description :
 
Enter the Verification Code shown!

Others

Baca Gali Alkitab  •  Bincang-Bincang  •  Buku SMK  •  Cover Story  •  Daily News  •  Dari Redaksi  •  Editorial  •  English  •  Garam Bisnis  •  Gereja & Masyarakat  •  Hikayat  •  Jejak  •  Kawula Muda  •  Khas  •  Khotbah Populer  •  Konsultasi Hukum  •  Konsultasi Keluarga  •  Konsultasi Kesehatan  •  Konsultasi Theologi  •  Kontroversi  •  Kredo  •  Laporan Khusus  •  Laporan Utama  •  Leadership  •  Manajemen Kita  •  Mata Hati  •  Mata Mata  •  Muda Berprestasi  •  News  •  Opini  •  Peluang  •  Podcast  •  Profil  •  Resensi Buku  •  Resensi Kaset  •  Senggang  •  Suara Pinggiran  •  Suluh  •  Ungkapan Hati  •  Varia Gereja  • 
Copyright © 2004-2010 REFORMATA. All rights reserved .
Visit: 1.299.688 Hit: 1.857.456 Since: 14.11.05 | 0.8726 sec | TOP
Online Support :