User ID Kata Sandi
Google reformata.com
 
Bumi Bukan Ciptaan Tuhan?  |  FPI Suruh Polri Bercermin  |  Masyarakat Tak Perlukan FPI  |  Bollywood Bikin Film Tentang Yesus Semasa Kecil  |  Wanita Katolik Buka Warung Murah Untuk Buka Puasa  | 

Manajemen Kita

19 August 2009

Perpuluhan, Bagian dari Ekonomi Tuhan

coinpiles.jpg

Ardo Ryan Dwitanto, SE, MSM*

MELANJUTKAN topik “Perpuluhan: Awal dari Pengelolaan Keuangan Pribadi” yang dimuat pada edisi 111 lalu, sekarang kita membahas tentang alasan selanjutnya dari perpuluhan.  
Perpuluhan adalah bagian dari ekonomi Tuhan. Pada jaman Per-janjian Lama (PL), perpuluhan dikhususkan untuk kaum Lewi. Kaum ini tidak diberikan jatah ta-nah, karena Tuhan sendiri memilih dan menguduskan mereka untuk pelayanan rumah Tuhan. Mereka tidak dapat bekerja untuk menda-patkan penghasilan. Sebab itu, untuk memenuhi kebutuhan se-hari-hari, mereka hidup dari persembahan yang diberikan oleh orang-orang Israel yang menda-patkan jatah tanah.

Di jaman Perjanjian Baru, Rasul Paulus menggunakan perpuluhan di PL sebagai analogi untuk pem-berian kepada pelayanan Injil Yesus Kristus (I Korintus 9:13-14). “Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat baha-gian mereka dari mezbah itu? Demi-kianlah pula Tuhan telah menetap-kan, bahwa mereka yang membe-ritakan Injill harus hidup dari pem-beritaan Injil itu.”
Perlu diingat bahwa kita membe-rikan perpuluhan pertama-tama ke-pada Tuhan, dan setelah itu kepa-da pekerjaan Tuhan. Artinya, ke-tika kita memberikan perpuluhan dan persembahan lainnya, hati kita harus tertuju kepada Tuhan, bukan kepada gereja atau institusi Kristen di mana kita memberi. Firman Tuhan mengatakan: “…Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami” (II Korintus 8: 5).
Selain itu, dalam PL, Tuhan me-ngalokasikan semua persembahan dari umat Israel kepada Harun dan keluarga, dan semua perpuluhan kepada kaum Lewi yang mem-bantu Harun dan anak-anaknya dalam pelayanan kemah Tuhan. Firman Tuhan kepada Harun:
“Sesungguhnya Aku ini telah menyerahkan kepadamu pemeli-haraan persembahan-persembahan khusus yang kepada-Ku; semua persembahan kudus orang Israel Kuberikan kepadamu dan kepada anak-anakmu sebagai bagianmu; itulah suatu ketetapan untuk sela-ma-lamanya” (Bilangan 18: 8).  
Tentang kaum Lewi, Tuhan me-ngatakan kepada Musa: “Sebab persembahan  persepuluhan yang dipersembahkan orang Israel ke-pada Tuhan sebagai persem-bahan khusus Kuberikan kepada orang Lewi sebagai milik pusakanya…” (Bilangan 18:24).
Jadi, semua perpuluhan dan persembahan harus kepada Tuhan dan selanjutnya, sesuai dengan kehendak Tuhan, disalurkan kepada para pekerja Tuhan.
Alasan kelima mengapa kita mem-berikan perpuluhan, karena per-puluhan adalah wujud dari menabur benih. Siapa pun yang menabur benih akan menuai hasilnya. Apa-kah hasil dari menabur perpuluhan? Firman Tuhan mengatakan: “Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang mena-bur banyak, akan menuai banyak juga” (II Korintus 9: 6).
Kata “sedikit” di ayat tersebut ditulis dalam versi New King James dengan kata “sparingly” yang berarti menahan-nahan atau tidak ikhlas. Jadi, jumlah benih yang ditabur dalam jumlah kecil, bukan karena berekonomi kecil, melainkan karena pelit. Tuhan ingin kita memberi dengan hati yang tulus dan tidak menahan-nahan, karena Tuhan menyukai orang yang memberi, baca selanjutnya dalam REFORMATA edisi 113
Bookmark and Share

Post your comment

* Your Name :
* Your Email :
* Description :
 
Enter the Verification Code shown!

Others

Baca Gali Alkitab  •  Bincang-Bincang  •  Buku SMK  •  Cover Story  •  Daily News  •  Dari Redaksi  •  Editorial  •  English  •  Garam Bisnis  •  Gereja & Masyarakat  •  Hikayat  •  Jejak  •  Kawula Muda  •  Khas  •  Khotbah Populer  •  Konsultasi Hukum  •  Konsultasi Keluarga  •  Konsultasi Kesehatan  •  Konsultasi Theologi  •  Kontroversi  •  Kredo  •  Laporan Khusus  •  Laporan Utama  •  Leadership  •  Manajemen Kita  •  Mata Hati  •  Mata Mata  •  Muda Berprestasi  •  News  •  Opini  •  Peluang  •  Podcast  •  Profil  •  Resensi Buku  •  Resensi Kaset  •  Senggang  •  Suara Pinggiran  •  Suluh  •  Ungkapan Hati  •  Varia Gereja  • 
Copyright © 2004-2010 REFORMATA. All rights reserved .
Visit: 1.423.395 Hit: 2.023.147 Since: 14.11.05 | 1.5383 sec | TOP
Online Support :