| Laporan Utama |
|
Reformata.com - MELIHAT situasi massa yang menuntut penghentian perayaan Natal pada Jumat, 25 Desember 2009 ...
|
| Laporan Khusus |
|
Tak sedikit tokoh Kristen hadir dalam perjalanan “pulang” Gus Dur. Banyak kesan tersimpan dalam ...
|
| YM Support |
| Redaksi Reformata |
|
| lidya |
|
|
Kawula Muda
19 August 2009 Capoera, Bela diri Untuk Santai
DI dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Ini slogan olahraga yang sudah sangat lekat di hati setiap orang Indonesia, namun tidak lekat dalam kehidupan praktis setiap ma-syarakat. olahraga bukan menjadi life style orang indonesia. namun kehadiran capoeira, bidang olahraga bela diri ini menarik untuk membuat pengikutnya menikmati olahraga yang rileks, membuat pribadi sehat tapi juga membangun kerjasama. Capoeira adalah oahraga bela diri, yang dikombinasikan dengan alunan musik dan gerakan-gerakan seni yang menambah keunikan dan keindahan mengikutinya.
Capoeira, dikembangkan oleh para budak Afrika di Brasil sekitar tahun 1500-an. Gerakan dalam capoeira menyerupai tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam capoeira biasa-nya diiringi oleh musik dan disebut Jogo. Capoeira adalah sebuah sistem bela diri tradisional yang didirikan di Brazil oleh budak-budak Afrika yang dibawa oleh orang-orang Portugis ke Brazil untuk bekerja di perkebunan-perkebu-nan besar. Capoeira adalah satu-satunya bela diri yang dipakai oleh budak tersebut untuk memper-tahankan diri. Capoeira melewati sebuah perjalanan yang panjang. Saat ini capoeira dipelajari hampir di seluruh dunia, dari Portugal sampai ke Norwegia, dari Amerika Serikat sampai ke Australia, dari Indonesia sampai ke Jepang. Di Indonesia capoeira sudah mulai dikenal banyak orang, di samping kelom-pok yang ada di Yogyakarta, juga terdapat beberapa kelompok di Jakarta. Banyak pemain yang yang berminat mempelajari capoeira karena lingkungannya yang santai dan gembira, tidak sama dengan disiplin keras yang biasanya terdapat dalam sistem bela diri dari Timur. Seperti pernah dikatakan oleh seorang penulis besar dari Brazil, Jorge Amado, ini “pertarungan yang paling indah di seluruh dunia, karena ini juga sebuah tarian”. Dalam capoeira teknik gerakan dasar dimulai dari “ginga” dan bukan dari posisi berhenti yang merupa-kan karateristik dari karate, taek-wondo, pencak silat, wushu kung fu, dll...; ginga adalah gerakan-gerakan tubuh yang berkelanjutan dan bertujuan untuk mencari waktu yang tepat untuk menyerang atau mempertahankan diri, yang sering kali adalah menghindarkan diri dari serangan. Dalam roda para pemain capoeira mengetes diri mereka, lewat permainan pertandingan, di tengah lingkaran yang dibuat oleh para pemain musik dengan alat-alat musik Afrika dan menyanyikan bermacam-macam lagu, dan pemain lainnya bertepuk tangan dan me-nyanyikan bagian refrein. Gaya bermain musik mempunyai perbe-daan ritme untuk bermacam-macam permainan capoeira, ada yang perlahan dan ada juga yang cepat. Capoeira tidak saja menjadi sebuah kebudayaan, tetapi juga sebuah olahraga nasional Brazil, dan para guru dari negara tersebut membuat capoeira menjadi terus menerus lebih internasional, mengajar di kelompok-kelompok mahasiswa, bermacam-macam fitness center, organisasi-organisasi kecil, dll. Siswa-siswa mereka belajar menyanyikan lagu-lagu Capoeira dengan bahasa Portugis – “Capoeira é prá homi, / mininu e mulhé...” (Capoeira untuk laki-laki, / anak-anak dan perempuan). Andrew Wilson, pria kelahiran 9 September 1985. Dilahirkan di Indonesia, namun dibesarkan di negeri orang. Melalui kesenangan akan ilmu bela diri sejak usia 4 tahun, mem-buatnya belajar khusus tentang capoeira di Brazil. Hingga akhirnya, pada tanggal 16 Juni 2003, Andrew mulai membentuk capoeira di Jakarta. “Capoeira, olahraga yang beda, unik, fun lagi. Gera-kannya dinamis, etnik, menambah performance, musikal, secara psikologi serius santai,” inilah komentar Andrew selain sebagai pendiri, dia juga sebagai guru yang telah mendirikan Capoeira. Kini ada di beberapa tempat, seperti Citraland, Chitos, Spot Center, FX Sudiman Plaza, BSD Junction, dengan jumlah murid sebanyak 180 orang. Capoeira, terbuka bagi segala kalangan usia. Namun 60% menurut Andrew adalah anak muda. Mulai booming sejak ultah Chitos, 2003-2004 melalui brazilia karnafal. Itulah tahun baru terbesar di Chitos. Dengan adanya kehadiran Capoeira. Capoeira diharapkan menjadi life style orang Indonesia: beberapa unsur menarik seperti musik, bahasa, dinamika ekspresi, kesehatan, detoksifikasi, adalah kekayaan yang diperoleh melalui Capoeira. Dengan mendaftar dengan biaya Rp 80 ribu, dan iuran Rp 200 ribu per bulan, maka akan dapat mengikuti kelas Capoeira 4 kali per bulan. Olahraga ini tidak mengenal batas usia. Tubuh yang sehat, kebersamaan dan rasa tanggung jawab yang tinggi, dimiliki oleh mereka yang mengikuti Capoeira. Terobosan yang dipakai Andrew adalah dengan membuat even besar dan hangout bersama team. Ketika ditanya Nita, peserta Capoeira tentang ketertarikannya terhadap capoeira, dia tersenyum dan berkata: “Saya senang, asyik aja, dan bisa kumpul dengan teman-teman”. ?Lidya
Others
- ASAF Nongkrong di Pinggir Jalan
- Tawuran Merosotnya Masa Depan Bangsa
- Hubungan Tanpa Status, Trend Anak Muda Masa Kini
- Shisha Lebih Berbahaya Dari Rokok
- Youtube, Bagi Yang Ingin Ngetop di Dunia Maya
- Kota seni Rekreasi dan Apresiasi
- Taman Suropati, Membangun Komunitas dan Kreatifitas
- Biliar, Ajang Prestasi dan Sumber Uang
- Distro, Antara Gaya dan Kemandirian Anak muda
- Bullying Fenomena Negatif yang Merebak Luas
- Helm Tengkorak, Ala Ghost Raider
- Blackberry Kini jadi Livestyle
- Aeromodeling, Hoby Asik tapi Mahal
- Facebook, dari sekadar iseng sampai media kampanye
- Saatnya anak muda jadi pelopor lingkungan
- Low Rider, Sepeda Tua Yang Kembali diminati
- Bikin Virus, Naikin gengsi?
- Bikin Virus, Naikin gengsi?
- Mimosa bakal mewarnai tahun 2009
|
|