Search
only search from Reformata
Translate
English Japanese French German Dutch
Laporan Utama
123Laput1.jpg
Reformata.com - MELIHAT situasi massa yang menuntut penghentian perayaan Natal pada Jumat, 25 Desember 2009 ...
Laporan Khusus
gus-dur.jpg
Tak sedikit tokoh Kristen hadir dalam perjalanan “pulang” Gus Dur. Banyak kesan tersimpan dalam ...
YM Support
Redaksi Reformata
lidya

Laporan Utama

07 September 2009

Di Balik Kapal Dakwah Papua

Gerakan dakwah ke Papua semakin gencar. Dengan dana solidaritas muslim Indonesia untuk Papua, sarana modern diadakan.
 Ada apa di balik gerakan itu?
SEBUAH kapal dakwah diserah terimakan Badan   Wakaf Al Qur’an (BWA) kepada Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), sebuah lembaga sosial dakwah yang dipimpin oleh putra daerah Papua asal Fakfak, Ustadz Muhammad Zaaf Fadzlan Rabbani Al Garamatan. Seperti ditulis Sabili, kapal dakwah yang bernama AFKN Khilaffah I itu berasal dari donator umat Islam yang dimobilisir  dalam acara malam dana yang dikoordinir BWA dengan tajuk “Papua Muslim Care” di Balai Kartini, Jakarta (9/1).
Kapal sepanjang 13,5 meter dan lebar 3,3 meter dan bisa menam-pung 20 penumpang  dan beban sebesar 10 ton ini hadir untuk me-nyampaikan amanah berupa sede-kah dari umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia melalui AFKN untuk muslim Papua yang ada di pedalaman. Juga untuk membantu memasarkan hasil karya tangan atau pertanian umat muslim Papua. “Diharapkan perekonomian umat muslim di Papua bisa meningkat,” kata Fadzlan kepada Sabili.  

Bukti solidaritas
Reaksi dari pihak gereja, masih menurut sumber itu, tak terlalu bagus. Tak sedikit yang lalu melaku-kan provokasi. Benarkah? Tak jelas benar. Yang jelas, pengiriman sa-rana  transportasi milik sendiri ini membuktikan solidaritas masyara-kat muslim atas sesama muslim di pulau paling timur Indonesia itu.
Bentuk ekspresi solidaritas itu diwujudkan dalam beragam rupa. AFKN misalnya, pernah membawa 55 ribu Al Qur’an dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Papua. Al Qur’an itu adalah bantuan dari umat Islam yang dikoordinir oleh WBA. AFKN juga telah mengirimkan 35 mahasiswa, anak binaannya untuk melakukan program Kafilah Dai yang ditempatkan di Teluk Bintuni dan Kabupaten Raja Ampat untuk berdakwah di kampung halaman mereka.
Lembaga ini juga memiliki program bea siswa bagi generasi muslim Papua untuk disekolahkan di luar Papua, dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi. Mereka ditempatkan di sejumlah pesantren dan perguruan tinggi di beberapa kota di Indonesia. Merekalah, kata Fadzlan yang akan membangun Irian menjadi lebih baik dan bertauhid pada 10 atau 20 tahun ke depan.  Pada 9 Juni silam, AFKN mengirim delapan truk bantuan ke Papua. “Semua bantuan akan kami salurkan ke masyarakat di kam-pung-kampung dhuafa dan mualaf  di Papua,” tambahnya.  
Menurut rencana, kapal dakwah itu akan diwakafkan sebanyak tiga unit. Akan juga diupayakan pengadaan helikopter dan mobil ambulan. Bahkan AFKN akan membeli pulau khusus untuk kegiatan dakwah.
 
Menuju 2016?
Perkembangan umat mu-slim di Papua dalam dekade terakhir boleh dikata cukup pesat. Seperti dirilis era-muslim.com, ribuan orang te-lah dimandikan secara massal, diajari cara berpakaian, ke-mudian dituntun untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Mereka diajarkan sholat dan membaca Al Qur’an. Sudah ada sekitar 900 buah masjid didirikan di bumi Papua. Sekitar 1.400 anak miskin Papua telah disekolahkan secara gratis mulai dari pesantren hingga jenjang S1 hingga S2.
Perkembangan itu, niscaya me-mancing kecurigaan dari pihak Kristen. Wensislaus Fatubun misal-nya dalam milisnya menulis bahwa ia mendapat info dari seorang pastor bahwa pada tanggal 29 Juli, sebuah kapal dengan 1.500 ulama dan 55.000 Al Qur’an bertolak ke Papua untuk mendukung Program Muslim Papua Care dan Gerakan Dakwah Papua. “Jika hal ini bukan sebuah isu belaka, maka apa yang ditargetkan oleh Saudara dari Pagar Seberang telah mulai dijalankan yaitu menjadikan Papua sebagai daerah misi islamisasi dengan target 2016 Papua bukan lagi sebagai basis Kristen tetapi betul-betul menjadi daerah Islam yang paling kaya. Targetnya sudah bisa ditebak, jika Papua telah beralih status menjadi basis Muslim maka dengan kekayaan yang dimiliki oleh Papua maka tidak mustahil suatu saat nanti Indonesia dapat menjadi ne-gara muslim terbesar di dunia,” tulis pria yang mengaku kelahiran Papua, tapi bukan orang asli Papua ini.
Ia kemudian menyebutkan beberapa cara untuk menjalankan misi mereka yang terkesan tersa-mar yaitu dengan menguasai sektor ekonomi riil. Dia menam-bahkan, kebanyakan pedagang sembako dan kelontong di daerah perkotaan maupun pelosok adalah kaum muslim, baik dari Makassar, Jawa, dan sebagian suku lain yang muslim.
    
Mengubah peta
Tentu saja, tanggapan Wensi-slaus itu dianggap berlebihan dan terkesan provokatif. Tapi, seperti dituturkan Pdt. Dr. Karel Phil Erari, gerakan dakwah Islam di Papua belakangan ini memang menarik perhatian gereja di Tanah Papua. “Memang gejala baru bahwa gerakan dakwah digelar secara gencar-gencarnya. Tapi karena Papua itu bagian dari Indonesia, maka penyebaran agama itu tidak perlu dibatasi. Hanya caranya yang harus beretika. Jangan meman-faatkan kemiskinan orang untuk memindahkan agamanya,” katanya.
Di balik upaya-upaya itu, ia men-curigai adanya upaya sengaja untuk mengubah peta demografis di Papua. “Memang semangat dak-wah yang menjadi spirit gerakan itu. Tapi ada juga tujuan politisnya yaitu mengubah peta demografis Papua, dari Kristen dominan men-jadi muslim dominan. Jadi ada aspek agama dan politik terlibat di situ,” kata mantan ketua Litbang PGI ini.  Selengkapnya dapat anda baca dalam Reformata edisi 114

Comments

Jhon, 09.09.09 08:08
NOT IMPORTANT TO ECONOMIC DEVELOPMENT IN PAPUA UMAT MUSLIM, because the presence of MUSLIM RELIGIOUS PEOPLE IN CHRISTIAN RELIGIOUS PEOPLE REALLY DO NOT DESERVE OR CIRCUMSTANCES OR WITH consider disrupting shouted cries.
Gsja Kemuliaan, 28.09.09 10:00
Hm. . . gereja harus membek-up seluruh jemaatnya. Tapi bukan hanya itu saja. Mari benahi pendidikan / sekolah2 kristen, STOP KEBODOHAN UMAT! Tempatkan dengan sengaja anak-anak Tuhan diposisi penting ditengah masyarakat.
Marfuah, 30.09.09 15:12
makanya kalau bikin sekolah Kristen jangan mahal2. . . orang Kristen juga jangan pelit2, kapitalis
Yudi, 02.10.09 15:56
iya ntar klo0 dah mayoritas muslim di tanah papua maka perkembangan teroris juga akan makin meluas. .
Cah Solo, 10.10.09 15:44
yahh. . selama bertujuan baik, gk ada salahnya to? toh ditmpat lain jg byk kaum lain yg melakukan hal serupa. . miris mendengar bahwa muslim identik dgn teroris. . kl mrk teroris. . habis non-muslim deh. . sebaiknya sblm berkomentar dan men-judge mari kit
Neneldoe, 25.10.09 19:53
saya ada dengar juga hasil survei di eropa, ternyata jumlah muslim di sana meningkat pula. malah pengunjung ke gereja juga menurun. orang bule pada jadi muslim kah . . . baagaimanakah ini la.
Elia, 31.10.09 14:28
kita tdk perlu kuatir dgn cara2 mereka, sebab kalau Tuhan yg buka tdk ada yg bisa menutup dan jikalau Tuhan yg menutup tdk ada yg bisa membuka. Sebab Al kitab dgn jelas berkata," Bahwa kelak semua mulut akan mengaku bahwa Yesus itu adalah Tuhan. Arti
Ogawa Takeichi, 31.10.09 17:10
jangan saling curiga sesama anak negeri. selama misinya baik, kita perlu dukung. jangan capur adukan misi politik dengan misi agama. jika itu terjadi akan jadi provokasi. tapi dengan jujur saya menilai, misi orang2 muslim di papua itu perlu mendapat d
Raymond , 02.11.09 17:36
Seyogyanya bila seorang kristiani menemukan sesuatu yang dicari selama ini u / jawaban mencari yg diyakini dari agama islam itu mmng sudah takdir. Jadi kita tak usah risau.
Metoo, 06.11.09 13:37
Heran, katanya CINTA INDONESIA tapi kok kalian masih saja memeluk agama para penjajah. . . Sejarah telah membuktikan secara TERANG BENDERANG bahwa agama kalian di bawa dengan 'SALIB' (PEDANG) yang di tancapkan ke tanah air ini. . . SADARLAH KALIAN
Rasta, 07.11.09 12:52
hehehehehehe. . . . . . . begitu ada yg kayak begini. kamorang semua pu jenggot tabakar. . . selama ini kamorang bikin apa saja kaaaa???? makanya, jgn cuma banyak2 bikin gereja, tiap tikungan ada gereja, tp yg mabuk dan seks bebas juga tambah banyak. . .
Deny Dirga, 07.11.09 09:46
kenapa harus kuatir ,jika agama kristen itu baik dan benar. yang baik dan benar pasti unggul. jangan perbanyak kuantitas pemeluk,tapi perbanyaklah kualitas pemeluk suatu agama,agama bukanlah harus di paksa,tetapi akan kesadaran sendiri berdasarkan logika
Putri Kamakaula, 01.02.10 16:50
Allahu Akbar!!!! saya yakin dan optimis. . . . . cahaya islam akan berjaya di papua. . Tetap semangat saudaraku. . . .
Post your comment
* Your Name :
* Your Email :
* Description :
Chars remaining :
Enter the Verification Code shown!

Others