CLOSE
REFORMATA.COM
YouTube Facebook Twitter RSS

Leadership

Strategi Komunikasi yang Efektif

Thursday, 29 October 2009 | View : 6919
SEBAGAI seorang pemimpin, keahlian apakah yang paling mudah terlihat bagi banyak orang yang berhubungan dengan Anda? Tentunya kita bisa mengatakan bahwa keahlian berkomunikasilah yang pertama-tama dapat dilihat dari Anda, karena Anda berhubungan dengan banyak pihak setiap harinya. Baik dengan anak buah Anda, atasan Anda, ataupun pihak di luar perusahaan. 
Jadi, seberapa penting keahlian berkomunikasi bagi pekerjaan dan prestasi Anda? Pastinya sangat penting. Pernahkah Anda memper-hatikan banyak eksekutif atau pemimpin perusahaan yang sangat efektif dalam pembicaraan interpersonal, namun menjadi kurang percaya diri waktu memberikan arahan atau memberikan pidato dalam kelompok besar? Atau sebaliknya, bagaimana dengan pemimpin lain yang berbicara dengan sangat nyaman di depan suatu kelompok besar, namun ternyata memiliki kesulitan dalam menyam-paikan pesan kepada kelompok kecil atau rekan-rekan sekantor mereka?

Tahukah Anda bahwa kemam-puan Anda untuk berkomunikasi juga bertalian erat dengan keahlian manajemen penting lainnya, misalnya dalam melimpahkan wewenang  atau memberikan motivasi kepada bawahan Anda. Atau bagaimana berkomunikasi dalam lingkungan yang berubah secara cepat? Semuanya ini tidak dapat dilakukan tanpa keahlian ber komunikasi secara efektif.  

Oleh sebab itu penting bagi kita para pemimpin untuk memiliki strategi komunikasi yang efektif dalam berkomunikasi di lingkungan pekerjaan atau lingkungan sehari-hari dimana kita berada. Winston Churchill pernah mengatakan, ”Courage is what it takes to stand up and speak; courage is also what it takes to sit down and listen”. John Edmund Haggai seorang pakar kepemimpinan mengatakan, “It is not enough to have worthy thoughts. Those thoughts must be communicated worthily”. Nah, strategi apakah yang bisa kita persiapkan untuk membantu kita berkomunikasi secara efektif. Baiklah, sebelum kita membica-rakan strategi-strategi tersebut, mari kita lihat dahulu tentang pengertian komunikasi dan pihak-pihak yang terlibat.

Komunikasi dapat didefinisikan sebagai proses interaktif antara dua atau lebih orang yang saling bertukar informasi yang berman-faat melalui kata-kata atau pesan-pesan baik secara verbal ataupun tertulis. Dalam hal ini kita melihat ada dua pihak yang saling berhubungan yaitu pihak pemberi informasi atau yang biasanya disebut ‘sender’ dan pihak yang menerima informasi atau yang biasa disebut ‘receiver’. Jadi dapat dikatakan bahwa komunikasi adalah seni yang memerlukan perhatian penuh, dipraktekkan secara persisten dan dengan teknik-teknik yang dilakukan secara hati-hati sama seperti usaha-usaha untuk menguasai seni lukis, seni patung atau pun musik.

Nah, para pemimpin yang budiman, kalau kita melihatnya dari segi ‘sender’ atau pengirim informasi maka ada beberapa strategi yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Rasa percaya diri yang positif. Hal ini berkaitan dengan seberapa jauh Anda sebagai komunikator menguasai pesan/materi yang hendak disampaikan. Jadi penting bagi kita untuk benar-benar menguasai bahan-bahan yang hendak disampaikan dan percaya bahwa apa yang hendak kita sampaikan adalah hal yang bermanfaat bagi kita dan pihak yang menerimanya.
2. Sikap (attitude). Dalam hal ini penting bagi kita untuk mengerti bahwa pendengar kita adalah sekutu kita dan bukan lawan kita. Untuk itu bersikaplah wajar. Kalau Anda berbicara kepada kelompok besar berpikirlah seperti Anda menyampaikannya kepada kelom-pok kecil sehingga ketegangan Anda dapat dikurangi. Penting juga bagi kita untuk tidak bersikap bahwa kita mengetahui segalanya. Ingatlah bahwa ketulusan, kerendahan hati dan transparansi Anda akan sangat mudah terlihat pihak pendengar. Juga janganlah menunjukkan Anda punya agenda yang tersembunyi, bersikaplah tulus dan wajar.

3. Penampilan. Hal ini sangat penting. Pertanyaannya misalnya adalah apakah Anda suka melihat pembicara yang terus menguap karena mengantuk atau kurang konsentrasi? Oleh sebab itu lihatlah diri Anda di depan kaca sebelum berbicara dengan pihak lain, bahkan Anda bisa berlatih di depan kaca tersebut. Ambil waktu tidur yang cukup. Sewaktu Anda tampil, pastikan semua kancing dan resleting baju dan celana Anda sudah terkunci. Juga hindarkan pakaian yang berlebihan, namun jangan lupa memperhatikan bau badan Anda. Gunakan parfum secukupnya kalau perlu serta hindarkan meletakkan tangan dalam kantung celana Anda secara terus-menerus.

4. Suara dan sikap (manner). Suara Anda harus rileks dengan intonasi yang baik. Berikan penekanan yang sewajarnya pada bagian-bagian yang penting.
5. Rasa takut. Nah, rasa takut ini harus diperangi. Hal ini pasti timbul pada setiap pembicara sekalipun dia sudah kawakan, jadi ini adalah hal yang wajar. Anda hanya perlu berlatih untuk mengatasinya. Untiuk itu Anda harus datang dengan keadaan siap. Kuasai materi. Ingat kalau Anda panik hal itu akan tampak dan akan menguras energi Anda. Untuk menghindarkan kepanikan itu, Anda bisa gunakan catatan, tanpa perlu menghafal. Kalau Anda lupa sesuatu, segera lanjutkan ke hal berikutnya. Jangan pernah menunjukkan bahwa Anda panik/nervous.
Rekan pemimimpin yang budiman. Hal-hal di atas perlu diperhatikan dan mengem-bangkan strategi komunikasi yang efektif kalau kita ada di pihak ’sender’ atau pengirim informasi.. Pada dua pekan mendatang, kita akan meneruskan topik ini dan membicarakan strategi dari sisi ’receiver’ atau pihak yang menerima informasi. Semoga bermanfaat bagi Anda semua. Marilah kita terus berlatih di bidang komunikasi ini, karena seperti di awal tulisan ini kita menyadari bahwa komunikasi adalah hal yang paling mudah dilihat pihak lain dari seorang pemimpin.
Kalau kita mau mencontoh Tuhan kita Yesus Kristus sebagai komunikator yang ulung maka kita bisa menangkap beberapa hal dari bagaimanaYesus berkomunikasi, yaitu: Memiliki keahlian berbicara yang attraktif; Dia berbicara dengan otoritas; Hal yang dibicarakan-Nya sangat meyakinkan; Dia berbicara dengan tegas; Pembicaraannya memenuhi kebutuhan pendengar-Nya; Dia berbicara secara relevan; Dia sangat yakin akan pengajaran-Nya dan menjadi contoh dari apa yang dibicarakan; Dia rendah hati dan gentle.
Contoh di atas dapat juga menjadi stretegi kita dalam berkomunikasi.
72
33 votes
1 2 3 4 5

Comments

Others

Archives :2014201320122011201020092008
Mata Hati
ilustrasi pendeta.jpg
Menapak tilas pelayanan Mikha bin Yimla, sang nabi yang sendirian karena mengatakan kebenaran, sangatlah menarik. Dalam rencana penyerbuan raja Aram untuk ..
Konsultasi Teologi
Gereja dan Politik,  atau Berpolitik.jpg
Follow Twitter bigmansiraitSyalom Pak Bigman Saya bersyukur atas kehadiran bapak sebagai Hamba Tuhan didunia politik, sehingga memberikan arahan yang ..
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2014 Tabloid Reformata. All rights reserved .
Online Support :