User ID Kata Sandi
Google reformata.com
 
Gambar Wajah Di Planet Mars  |  Dimulai, Pembangunan Gedung Baru UKI  |  Persekongkolan Negara Dan Massa Anarkis  |  Suplemen Kalsium Tingkatkan Risiko Serangan Jantung  |  Pemerintah 'tak Hargai' Kebebasan Beragama  | 

Dari Redaksi

13 October 2009

"Gempa" di Kampus SETIA

cover 117.jpg
Syalom. Saudara terkasih dalam Tuhan Yesus, gempa dahsyat berkekuatan 7,6 pada skala Richter belum lama ini mengguncang  Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Jambi. Yang paling parah terkena dampak gempa itu adalah Sumbar, di mana beberapa kota—termasuk ibu kota Padang—mengalami kerusakan yang sangat parah. Hingga kini kurang-lebih 750 lebih penduduk tewas tertimpa reruntuhan ge-dung atau tertimbun tanah long-sor. Diperkirakan masih banyak jenazah korban yang terkubur di reruntuhan gedung dan tanah longsor. Sungguh memilukan derita para korban terutama yang harus kehilangan anggota keluarga, harta benda dan bahkan masa depan. Kewajiban kita untuk membantu meringankan beban saudara kita yang terkena musibah itu, semisal lewat pemberian sumbangan da-lam bentuk uang, bahan makanan, obat-obatan atau pun kebutuhan sandang. Minimal kita berdoa agar jiwa mereka segera pulih dari cobaan berat tersebut.
Saudara terkasih…
Dapat dikatakan bahwa saat ini “gempa” juga sedang menimpa ribuan mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Arastamar (SETIA). Be-tapa tidak, mereka yang sebenar-nya memiliki kampus dan asrama yang layak, harus terlunta-lunta dan menjadi pengungsi lantaran kampus dan asrama mereka di Kampung Pulo, Jakarta Timur, “di-guncang” dengan sangat dahsyat oleh gerombolan yang tidak mam-pu menerima fakta bahwa Tuhan Yang Mahakuasa menciptakan manusia dalam keanekaragaman. Tentu masih segar dalam ingatan kita bagaimana mencekam dan mengerikannya suasana saat maha-siswa dan mahasiswi SETIA diusir warga setempat yang gelap mata dan nurani. Warga menjadi beri-ngas karena termakan hasutan beberapa manusia berhati keji, yang suka menebar fitnah, atas nama agama. Pemfitnah ini, sangat fasih meneriakkan kalau agama itu penuh cinta kasih dan menganjur-kan kedamaian dengan sesama, namun di sisi lain mereka dengan mudah menghadirkan teror bagi kelompok lain.

Sejak dua tahun silam, ribuan mahasiswa yang tidak berdaya itu akhirnya terusir dari rumah mereka oleh orang-orang yang sesungguh-nya tidak mengerti apa yang telah mereka perbuat. Para mahasiswa teologi, calon-calon pendeta, yang dipersiapkan untuk menjadi pe-mimpin umat, akhirnya menjadi pe-ngungsi di tanah air mereka sen-diri. Mereka terlunta-lunta di ne-geri sendiri, di mana dulu, mungkin sanak saudara dan nenek moyang mereka turut bersimbah darah, mengorbankan jiwa dan raga, har-ta dan nyawa, berjuang di medan perang demi terbebasnya negeri ini dari cengkeraman kaum pen-jajah. Sementara para penghasut masyarakat itu mungkin tidak mengerti sejarah dan perjuangan para pendiri bangsa. Atau bahkan mereka itu hanya antek pihak asing yang ingin memaksakan budaya dan ideologi mereka di tanah yang kaya budaya dan agama ini.

Hampir dua tahun berlalu, nasib mahasiswa “pengungsi” SETIA belum jelas, bahkan kelihatannya makin menderita. Pasalnya, mereka disuruh pergi dari tempat-tempat pengungsian di Bumi Perkemahan Cibubur. Ya, sejak terusir dari rumah mereka sendiri, para mahasiwa itu sebagian mendirikan tenda di Cibubur. Mereka melakukan aktivi-tas sehari-hari seperti kuliah dan bertempat tinggal di tempat ter-buka itu. Sebagian lagi menjadi pe-ngungsi di bekas kantor wali kota Jakarta Barat, dan sebagian lagi di Wisma Transito, Jakarta Timur.

Entahlah apa yang sebenarnya terjadi sehingga para mahasiswa itu harus diusir lagi dari tempat pengungsian, sementara tempat kuliah dan asrama pengganti be-lum ada tanda-tanda bakal terse-dia. Sementara mau kembali ke tempat semula, rasanya mustahil. Tragis, pemerintah tidak mampu mengatasi problem menyangkut beberapa ribu warga masyarakat. Pepatah mengatakan, jangan ber-mimpi bisa melaksanakan pekerjaan besar bila tidak mampu mem-beres-kan pekerjaan kecil. Maka ada baiknya pemerintah kota segera membenahi dulu karut-marut yang sedang mem-belit ribuan mahasiswa pengungsi ini, agar bisa berkonsentrasi mengurusi jutaan warga lainnya.

Post your comment

* Your Name :
* Your Email :
* Description :
 
Enter the Verification Code shown!

Others

Baca Gali Alkitab  •  Bincang-Bincang  •  Buku SMK  •  Cover Story  •  Daily News  •  Dari Redaksi  •  Editorial  •  English  •  Garam Bisnis  •  Gereja & Masyarakat  •  Hikayat  •  Jejak  •  Kawula Muda  •  Khas  •  Khotbah Populer  •  Konsultasi Hukum  •  Konsultasi Keluarga  •  Konsultasi Kesehatan  •  Konsultasi Theologi  •  Kontroversi  •  Kredo  •  Laporan Khusus  •  Laporan Utama  •  Leadership  •  Manajemen Kita  •  Mata Hati  •  Mata Mata  •  Muda Berprestasi  •  News  •  Opini  •  Peluang  •  Podcast  •  Profil  •  Resensi Buku  •  Resensi Kaset  •  Senggang  •  Suara Pinggiran  •  Suluh  •  Ungkapan Hati  •  Varia Gereja  • 
Copyright © 2004-2010 REFORMATA. All rights reserved .
Visit: 1.299.692 Hit: 1.857.463 Since: 14.11.05 | 0.8568 sec | TOP
Online Support :