User ID Kata Sandi
Google reformata.com
 
Gambar Wajah Di Planet Mars  |  Dimulai, Pembangunan Gedung Baru UKI  |  Persekongkolan Negara Dan Massa Anarkis  |  Suplemen Kalsium Tingkatkan Risiko Serangan Jantung  |  Pemerintah 'tak Hargai' Kebebasan Beragama  | 

Gereja & Masyarakat

13 October 2009

Yayasan Iman Indonesia Bekerja Tanpa Imbalan, Malah Bangga

117Germas2.jpg
REFORMATA - DENGAN visi satu, satu dan satu terpikirlah sebuah gagasan satu desa, satu hamba Tuhan, satu gereja. Berdiri-lah banyak sekolah teologi di Indo-nesia. Berpusat di Yogyakarta dipimpin oleh Pdt. Chris Marantika, Yayasan Iman Indonesia mendiri-kan banyak sekolah teologi di ber-bagai daerah dengan topangan masing-masing pengurus yayasan yang berdiri sendiri namun tetap memiliki keterikatan antar masing-masing pengurus yayasan di ber-bagai daerah. Di Jakarta sendiri Yayasan Iman Indonesia berdiri pada 2002 dengan mengontrak sebuah tempat di Ciputat, Jakarta Selatan. Dengan tempat kecil se-derhana tersebut kegiatan pendi-dikan teologi dijalankan, namun karena tempat tersebut sering banjir para pengurus sekolah pin-dah dan mengontrak sebuah ruko di Kebun Jeruk.
Uniknya, Yayasan Iman Indonesia terbentuk setelah adanya Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia terlebih dahulu. Namun tak bisa dipungkiri bahwa dengan adanya para pengurus yayasanlah kinerja dan aktivitas belajar meng-ajar di sekolah ini dapat terus ber-langsung. Menurut Yonatan, sekretaris Yayasan Iman Indonesia, sekaligus pengajar di Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia, yayasanlah yang bertanggung jawab penuh atas segala mobilitas yang ada pada sekolah tersebut. Ia pun tidak memungkiri bahwa pihak luar bisa saja memberikan kontribusi. Yayasan Iman Indonesia Jakarta yang dipimpin oleh Junifer Girsang ini awal berdirinya memiliki fokus untuk mengem-bangkan sekolah teologi tersebut, dalam bentuk pembiayaan dan pemeliharaan agar nantinya seko-lah tersebut dapat terus berjalan dengan baik.
Pengelola di berbagai daerah da-lam menangani sekolahnya me-mang diberikan kebebasan pada setiap yayasan masing-masing. Dapat dikatakan bahwa setiap yayasan di daerah berdiri masing-masing secara mandiri. Namun dikarenakan berada pada satu naungan yang sama, tidak jarang dalam pelayanannya masing-masing yayasan saling membantu dan saling menopang. Yayasan ini berdiri antara lain di Aceh, Me-dan, Lampung, Samarinda, Pontianak, NTT, Lombok, Bali, Surabaya, Yogyakarta, Jakarta dan Ambon dan bebeberapa daerah lainnya. Banyaknya yaya-san yang mandiri dan tersebar di berbagai daerah ini tidak menjadi penghalang setiap yayasan memiliki sebuah kesamaan per-sepsi dalam melayani. Untuk itu biasanya dalam setahun yayasan yang berpusat di Yogyakarta ini dalam setahun biasanya meng-adakan pertemuan dua kali. Di samping itu, kemandirian masing-masing yayasan tidak mengha-langi yayasan yang satu memberikan bantuan apa saja bagi yayasan lain yang membutuhkan bantuan.
Fokus utama pada sekolah tidak menghalangi yayasan ini untuk melakukan pengembangan pelaya-nan dalam bentuk pemberdayaan ekonomi. Pengembangan pelaya-nan ini dilakukan bersama-sama dengan yayasan lain yang memang memiliki kapasitas terkait dengan pemberdayaan yang dimaksudkan. Pemberdayaan ini maksudnya adalah bahwa setiap individu dari sekolah teologi di tempat ini diberi-kan pelatihan-pelatihan ekonomi yang nantinya setiap hamba Tuhan tersebut dapat menjadi seorang pengusaha. Dengan hasil dari usahanya tersebut setiap hamba Tuhan dapat membiayaai pelaya-nannya sendiri. Jadi jika beberapa misionaris biasanya dalam menjalan-kan misinya menyebarkan kesaksian tentang Kristus dengan bantuan biaya beberapa pihak, lewat pelati-han ini setiap misionaris dapat dengan tenang melakukan perjala-nan misinya sendiri, dengan keua-ngan pribadi untuk menopang segala aktivitas pelayanannya.
Selain itu yayasan ini juga mem-berikan pelayanan pemuridan jangka pendek yang ditujukan kepada anak-anak muda. Lewat pelatihan ini anak-anak muda yang terpanggil diberikan pelatihan untuk bergerak di bidang misi. Lewat pelatihan ini diharapkan dapat ditemukan anak-anak muda yang siap diutus ke ladang misi. Sampai saat ini, beberapa orang telah diutus ke berbagai daerah di seluruh Indonesia untuk melaku-kan misi penginjilannya. Sekolah ini sendiri dengan berbagai pelayanan dan pemuridannya bertujuan men-ciptakan alumni-alumni yang siap untuk langsung terjun ke ladang misi. Menurut Yonatan, dengan pelatihan yang ada, para alumni dipersiapkan sebagai tenaga ahli terlatih yang dapat bekerja di ladang misi sebagai orang-orang yang memiliki profesi non pendeta. Jadi setiap misionaris terlatih untuk hidup sebagai orang yang bekerja sesuai dengan bidangnya dan dapat menjadi terang bagi orang-orang sekitarnya. Jadi setiap alumni dari sekolah yang telah siap menjadi hamba Tuhan tidak bergerak hanya sebatas gereja dan yayasan saja nantinya.
Menurut Rektor Sekolah Tinggi Theolgia Injili Indonesia, Pdt. Djuhari Iswanto, sekolah ini ber-usaha untuk memberikan yang terbaik kepada setiap mahasiswa-nya. Tidak hanya kecerdasan te-tapi juga keterampilannya. Moto: Imani, Injili dan Interdenominasi, mem-berikan yang terbaik secara seimbang kepada setiap maha-siswanya, adalah tujuan utama dari sekolah ini.
Aktivitas rutin yang biasa dila-kukan yayasan bersama sekolah adalah ibadah rutin mingguan. Ibadah ini  dihadiri oleh orang-orang di luar yayasan dan sekolah. Lewat ibadah ini diharapkan da-pat ter-jalin sebuah persaudaraan dan kesehatian antara masing-masing individu baik pengurus yayasan, pengurus sekolah mau-pun mahasiswa serta orang-orang lain yang terlibat di dalamnya. Selain itu dalam operasionalnya yayasan mem-berikan beasiswa kepada maha-siswa. Satu hal yang menjadi bagian paling menarik dari yayasan ini adalah bahwa setiap individu yang tergabung dalam kepengurusan yayasan maupun sekolah ini bekerja dengan misi pelayanan penuh. Para pengurus dalam yayasan dan sekolah ini bekerja sebagai pelayan-pelayan Tuhan yang bekerja sepenuh hati tanpa memperoleh imbalan.               ?jenda

Comments

Loius Telnoni, 03.04.10 08:41
sebagai alumni STTII Jakarta banga mempunyai sekolah yang berkualitas dan sangat membantu mahasiswa yang tidak mampu. . . maju trus STTII Jakarta kami sebagai alumni trus berdoa untukmu

Post your comment

* Your Name :
* Your Email :
* Description :
 
Enter the Verification Code shown!

Others

Baca Gali Alkitab  •  Bincang-Bincang  •  Buku SMK  •  Cover Story  •  Daily News  •  Dari Redaksi  •  Editorial  •  English  •  Garam Bisnis  •  Gereja & Masyarakat  •  Hikayat  •  Jejak  •  Kawula Muda  •  Khas  •  Khotbah Populer  •  Konsultasi Hukum  •  Konsultasi Keluarga  •  Konsultasi Kesehatan  •  Konsultasi Theologi  •  Kontroversi  •  Kredo  •  Laporan Khusus  •  Laporan Utama  •  Leadership  •  Manajemen Kita  •  Mata Hati  •  Mata Mata  •  Muda Berprestasi  •  News  •  Opini  •  Peluang  •  Podcast  •  Profil  •  Resensi Buku  •  Resensi Kaset  •  Senggang  •  Suara Pinggiran  •  Suluh  •  Ungkapan Hati  •  Varia Gereja  • 
Copyright © 2004-2010 REFORMATA. All rights reserved .
Visit: 1.299.547 Hit: 1.857.292 Since: 14.11.05 | 0.8604 sec | TOP
Online Support :