Gara-gara mengamankan pakaian seorang warga yang sedang mandi di Bengawan Solo, petugas gabungan Satpol PP, TNI, dan Polri dihadang warga. Mereka meminta agar pakaian itu dikembalikan lantaran yang bersangkutan tidak berani keluar dari sungai dalam keadaan telanjang.
Peristiwa ini terjadi saat petugas gabungan melakukan razia terhadap penambang pasir ilegal di sepanjang Bengawan Solo yang berada di Kecamatan Rengel, Tuban. Sayangnya, kedatangan petugas gabungan itu seperti sudah tercium oleh para penambang liar hingga mereka kabur saat petugas sampai di lokasi.
Alhasil, petugas hanya menemukan penambang tradisional dan sejumlah alat penambangan mekanik liar yang ditinggalkan pemiliknya di pinggir sungai. Alat-alat penambang pasir itu pun diamankan petugas.
Di sela penyisiran di sepanjang Bengawan Solo, petugas menemukan pakaian seseorang yang tergeletak di pinggir sungai. Dalam pakaian tersebut juga terdapat sebuah ponsel di dalam saku. “Kami menduga pakaian dan ponsel ini milik penambang liar yang melarikan diri saat tahu ada petugas datang,” kata Kepala Satpol PP Pemkab Tuban Heri Muharwanto. “Karena itu, kami amankan.” Ternyata, hal itu memantik reaksi warga lain. Beberapa dari mereka berlari menghadap petugas untuk meminta pakaian tersebut. “Ini milik orang sini Pak. Tolong dikembalikan. Orangnya sedang mandi dan sekarang tidak berani keluar karena telanjang,” kata Munif, salah satu warga yang ikut meminta pakaian itu kepada petugas.
Setelah beberapa saat berunding, akhirnya pakaian itu dikembalikan oleh petugas, termasuk ponsel yang berada di dalam saku. Setelah itu, petugas melanjutkan penyisiran di sepanjang sungai untuk menertibkan para penambang pasir liar yang selama ini marak dan merusak lingkungan.
sumber:Kompas