Reformata.com - REACHOUT Foundation (ROF) bekerja sama dengan Yayasan Soerya-dharma (YSD) dan Jaringan Doa Nasional (JDN) akan menggelar kebaktian kesem-buhan rohani (KKR) akbar selama dua hari (18-19 Desember 2009) di Stadion Utama Bung Karno, Jakarta, dengan menghadirkan pengkhotbah terkenal asal Jerman, Reinhard Bonnke. Dipastikan, puluhan ribu umat akan membanjiri Stadion Utama Bung Karno saat mengikuti ibadah KKR bertajuk “Future of the Nation” itu.
Kabar tentang bakal pelaksanaan kegiatan KKR selama dua hari nanti disampaikan oleh beberapa panitia inti dalam siaran konferensi pers mereka dengan sejumlah media Kristen di aula Astrindo Tours, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (28/10).
“Kami mengharapkan kehadiran seluruh umat untuk berpartisipasi dalam KKR kesembuhan dan pemulihan tersebut. Kami yakin acara besar ini akan didatangi banyak orang karena acara ini gratis dan untuk kalangan sendiri,” kata ketua panitia Pdt. Soehandoko Wirhaspati, MA, kepada REFORMATA.
Rangkaian acara KKR dimeriahkan oleh konser pujian dan penyem-bahan dari artis rohani Indonesia dan mancanegara, seperti: Maria Shandy, Jeffry S. Tjandra, Jason, Mike Mohede Idol, Angel (Idola Cilik), Maranatha, St. angela Choir, John Paul II Choir dan Hillsong London (kelompok musik asal Inggris).
Duet ROF dan YSD dilatari atas kondisi Indonesia yang berada dalam situasi dan kondisi krisis berkepanjangan dalam segala bidang. Situasi krisis ekonomi, sosial, budaya, dan moral telah mempengaruhi pemulihan ekonomi bangsa. “Kesulitan yang menimpa orang banyak muncul hampir setiap hari dalam tayangan televisi di rumah kita. Kondisi mereka yang memprihatinkan me-ngetuk pintu hati kami untuk berdiri dan melakukan sesuatu,” kata Mia Soelistijo, wakil ketua umum ROF.
Mia berharap, hadirnya kolektivitas antara ROF dan YSD memberikan harapan kepada mereka yang tidak ada harapan. Dan keduanya selalu dapat bergandeng tangan dan bahu-membahu dalam mengubah bangsa Indonesia menjadi lebih baik. “Mari kita mengasihi bukan dalam perkataan saja, tetapi juga dalam perbuatan dan kebenaran,” harap Mia.
Herbert Aritonang