User ID Kata Sandi
Google reformata.com
 
Gambar Wajah Di Planet Mars  |  Dimulai, Pembangunan Gedung Baru UKI  |  Persekongkolan Negara Dan Massa Anarkis  |  Suplemen Kalsium Tingkatkan Risiko Serangan Jantung  |  Pemerintah 'tak Hargai' Kebebasan Beragama  | 

Konsultasi Keluarga

18 November 2009

Suami Pemabuk dan Penjudi, Istri Menyingkir

Suami Pemabuk dan Penjudi, Istri Menyingkir.jpg

Michael Christian, S.Psi.,  M.A.
Counseling

Reformata.com - Bapak Konselor yang terhormat, saya dan suami sudah menikah selama 5 tahun dan sudah memiliki satu anak.  Sejak enam bulan lalu, saya dan suami berpisah. Perpisahan ini terjadi karena suami saya tidak bisa berhenti dari kebiasaan berjudi dan mabuk. Anak saya tinggal bersama suami dan di akhir pekan tinggal bersama saya. Sejak berpisah, saya measa lebih tenang dan bisa mengatur hidup saya tanpa perlu takut menghadapi kemarahan suami ketika dia mabuk. Demi anak, kami masih suka pergi bersama di akhir pekan. Kalau saja suami bisa berubah ingin rasanya saya mau untuk kembali bersama. Tapi sampai saat ini kebiasaan suami mabuk dan berjudi masih saja diteruskan. Apakah rumah tangga saya masih bisa dipertahankan?
X di Jakarta

 IBU X yang terkasih, menghadapi pasangan yang memiliki kebiasaan buruk  memang tidak mudah. Kebiasaan buruk seperti berjudi dan mabuk bukan hanya bepengaruh negatif pada diri pelaku tetapi juga berpengaruh pada orang-orang yang ada di sekitarnya. Mungkin sudah banyak upaya yang Ibu lakukan, bahkan sampai memutuskan untuk berpisah namun ternyata kebiasaan buruk suami masih saja berlangsung. Menghadapi situasi seperti ini memang bisa melelahkan dan membuat kita putus asa, bahkan putus harapan tentang kemungkinan terjadinya perubahan.  
Dari apa yang Ibu sampaikan, saya melihat kemungkinan kemungkinan sebagai berikut:
1.Perpisahan yang Ibu lakukan ternyata bisa membantu Ibu untuk melihat dan menggumulkan permasalahan yang sedang Ibu hadapi dengan lebih tenang. Dalam kondisi yang lebih tenang ini saya harap ibu bisa lebih jernih melihat permasalahan dan bisa memikirkan kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi dari setiap keputusan yang mungkin akan Ibu ambil di masa akan datang. Perpisahan sementara waktu memang bisa berakibat positif bagi keduanya ketika digunakan sebagai salah satu cara dalam mencoba menyelesaikan permasalahan. Firman Tuhan  dalam 1 Korintus 7:5 mengatakan, Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak. 
2.Perpisahan saja mungkin belum cukup. Perlu ada langkah berikutnya, salah satunya adalah mendapatkan pertolongan secara profesional  bagi suami untuk bisa mengurangi bahkan mungkin menghilangkan kebiasan buruknya. Dari upaya ini bisa ditemukan kemungkinan kemungkinan penyebab kebiasaan buruk tersebut muncul dan bagaimana strategi mengatasinya, baik oleh suami secara individu maupun  secara bersama. Perlu disadari mengatasi kebiasaan buruk bukanlah hal yang mudah, dan mungkin memerlukan waktu yang lama dan kesabaran serta dukungan yang cukup dari ibu. Peran Ibu sebagai penolong yang sepadan sangat dibutuhkan sehingga suami bisa menjalankan perannya secara lebih sehat, baik sebagai individu, ayah maupun suami.
3.Seiring dengan upaya pertolongan profesional dalam mengatasi masalah kebiasaan buruk suami, perlu dikembangkan kegiatan-kegiatan yang menyatukan ibu dan suami secara bertahap. Saya menghargai upaya melakukan kegiatan bersama di akhir pekan, seperti yang sudah dikerjakan selama ini. Saya melihat kegiatan di akhir pekan bisa menjadi salah satu faktor yang mempertahankan rumah tangga Ibu. Gunakan waktu bersama tersebut untuk bisa lebih mengenal secara personal dengan mencoba menjalin kedekatan secara emosi, misalnya dengan saling membuka diri untuk mengemukakan perasaan masing-masing. Hal ini mungkin sulit dikerjakan ketika masih tinggal bersama.
4.Tentang keputusan meninggalkan anak bersama suami, tentunya merupakan keputusan yang sudah Ibu pertimbangkan dengan baik, dengan melihat kepentingan pertumbuhan anak Ibu. Tentunya setiap keputusan bisa kita evaluasi bersama untuk melihat apakah keputusan tersebut akan tetap dilakukan atau mungkin ada jalan yang lebih baik.
Saya berharap ibu bisa mempertimbangkan langkah-langkah apa yang akan Ibu ambil. Kiranya Tuhan memberkati dan memberikan pertolongan dalam setiap upaya yang akan Ibu ambil untuk mengatasi permasalahan ini.v
 


 

Comments

Leonard S, 20.11.09 16:34
Memang itu semua seperti buah simalakama namun tetap harus membuat prioritas yg terbaik demi masa depan anak2. Gimana cara kirim makalah???Mohon info. Salam damai.
Thsocrates, 22.11.09 14:55
Ada 2 hukum yang berlaku universal. 1 sebab-akibat ; sebab apa suami mabukk&judi? dst. 2. Hukum tanggung jawab / responsbility. kita harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita. Soal perkawinan adalah masalah komitmen. ini suatu hal yang lain
FAN, 01.07.10 14:32
bagaimana jika berhadapan dengan suami peminum dan penjudi dan kurang bertanggung jawab, dan saya sudah mendirikan rumah tangga dengan suami saya selama 14 tahun

Post your comment

* Your Name :
* Your Email :
* Description :
 
Enter the Verification Code shown!

Others

Baca Gali Alkitab  •  Bincang-Bincang  •  Buku SMK  •  Cover Story  •  Daily News  •  Dari Redaksi  •  Editorial  •  English  •  Garam Bisnis  •  Gereja & Masyarakat  •  Hikayat  •  Jejak  •  Kawula Muda  •  Khas  •  Khotbah Populer  •  Konsultasi Hukum  •  Konsultasi Keluarga  •  Konsultasi Kesehatan  •  Konsultasi Theologi  •  Kontroversi  •  Kredo  •  Laporan Khusus  •  Laporan Utama  •  Leadership  •  Manajemen Kita  •  Mata Hati  •  Mata Mata  •  Muda Berprestasi  •  News  •  Opini  •  Peluang  •  Podcast  •  Profil  •  Resensi Buku  •  Resensi Kaset  •  Senggang  •  Suara Pinggiran  •  Suluh  •  Ungkapan Hati  •  Varia Gereja  • 
Copyright © 2004-2010 REFORMATA. All rights reserved .
Visit: 1.299.685 Hit: 1.857.453 Since: 14.11.05 | 0.8493 sec | TOP
Online Support :