User ID Kata Sandi
Google reformata.com
 
Gambar Wajah Di Planet Mars  |  Dimulai, Pembangunan Gedung Baru UKI  |  Persekongkolan Negara Dan Massa Anarkis  |  Suplemen Kalsium Tingkatkan Risiko Serangan Jantung  |  Pemerintah 'tak Hargai' Kebebasan Beragama  | 

Kredo

18 November 2009

Bertumbuh dan Berubah

Bertumbuh dan Berubah.png
 Pdt. Robert R. Siahaan. M.Div.
Reformata.com - PERTUMBUHAN iman orang Kristen secara sederhana  dapat dikatakan sebagai perubahan, bertumbuh berarti ber-ubah dan jika tidak ada perubahan berarti tidak bertumbuh. Beberapa perubahan terjadi secara otomatis dalam diri orang Kristen ketika ia menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, seperti peru-bahan status sebagai anak Allah dan penerimaan warisan-warisan rohani yang diberikan Allah (Yoh 1:12; Roma 8; 1 Kor 12, dsb). Na-mun pengalaman perubahan hidup setelah menjadi orang Kristen dalam kualitas karakter, tingkah laku, perkataan atau kualitas seutuhnya sebagai orang Kristen seringkali hanya wacana, hanya mengalami sedikit sekali perubahan. 
Jika dikaitkan  dengan proses pengudusan yang dijalankan orang Kristen, jarang sekali kita mene-mukan orang Kristen yang mampu menghidupi kekudusannya secara konsisten, kebanyakan mengalami pasang surut bahkan mandeg atau tenggelam dalam keberdosaannya. Mengapa keadaan seperti itu yang banyak terjadi? Pertama, secara tidak sadar orang Kristen salah pa-ham terhadap bagian-bagian ter-tentu dari Alkitab yang dibacanya, misalnya pemahaman terhadap Roma 12: 2 (“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini...”).
 Jika seseorang hanya fokus pada ayat ini saja seolah-olah peru-bahan dalam diri orang Kristen akan terjadi jika terjadi perubahan pada ranah intelektualnya. Seolah-olah dengan memiliki banyak pengeta-huan mengenai Firman Tuhan dan konsep-konsep kebenaran seorang Kristen secara otomatis akan me-ngalami pertumbuhan rohani (pe-rubahan) dalam hidupnya. Padahal realitanya sekalipun seorang telah memiliki banyak pemahaman akan kebenaran Firman Tuhan tidak serta-merta ia pasti menjadi orang Kristen yang lebih baik, karena antara pengenalan Firman Tuhan dan tindakan ketaatan merupakan proses yang berbeda.

Mengejar kebenaran
Banyak orang Kristen datang beribadah dan sangat senang mendengar khotbah sekadar untuk kepuasan dan penikmatan intelektual saja tanpa memiliki sukacita dan kerinduan yang besar untuk mempraktekkannya. Tentu lebih mudah untuk belajar mema-hami konsep-konsep kebenaran Firman Tuhan daripada memprak-tekkan kebenaran itu dalam kehi-dupan. Dibutuhkan langkah dan usaha tersendiri agar orang Kristen mengalami pertumbuhan dan perubahan dalam hidup selain usaha mempelajari Firman Tuhan secara serius dan benar. Iman memang memerlukan pengeta-huan (faith seeking understanding). Tanpa pengenalan yang be-nar akan Firman Tuhan orang akan tersesat (Hosea 4: 6). Yakobus juga menegaskan bahwa iman dan pengenalan akan kebenaran tanpa dinyatakan dalam perbuatan adalah iman yang mati, tidak berbuah dan tidak bertumbuh.

Belajar dari Daud (Mazmur 119), menunjukkan bahwa orang Kristen yang berbahagia adalah orang Kristen yang hidup berpegang pada Firman Tuhan dan yang ting-kah lakunya sesuai kebenaran Fir-man Tuhan. Jadi Daud pun mene-gaskan bahwa keinginan yang kuat untuk mengenal Firman Tu-han harus diimbangi dengan keingi-nan yang kuat untuk hidup  sesuai dengan kebenaran itu sendiri. Dengan demikian jika kebanyakan orang Kristen sudah memiliki penge-nalan dan pemahaman terhadap Firman Tuhan namun belum hidup dalam kebenaran, itu berarti belum memiliki keinginan yang kuat untuk menghidupi kebenaran Firman Tuhan itu.

Hambatan kedua yang menye-babkan  orang Kristen tidak ber-tumbuh adalah responnya terhadap Firman Tuhan. Dalam Matius 13, Yesus memberikan perumpamaan tentang penabur yang menabur-kan benih pada empat jenis tanah yang digambarkan sebagai pene-rima Firman Tuhan. Jenis pertama menggambarkan benih yang jatuh dipinggir jalan atau orang Kristen yang mendengar firman Tuhan tetapi tidak memiliki tempat dalam hati dan pikirannya, sehingga tidak memperoleh apa-apa. Orang ini hanya datang ke gereja untuk memenuhi kewajiban saja dan tidak memiliki komitmen apa-apa untuk bertumbuh. Sebagian benih jatuh di tanah berbatuan yang hanya sedikit tanahnya, menggambarkan seorang Kristen yang hanya mem-berikan sedikit saja perhatian ter-hadap Firman Tuhan, ia tidak me-nyimpan Firman itu dalam hatinya dan tidak mau merenungkannya terus-menerus sehingga tidak ber-tumbuh dan akhirnya mati. Sedikit saja masalah dan tekanan dalam hidupnya ia akan mundur tidak memiliki komitmen dan kesetiaan untuk mengikuti perintah Tuhan, malahan akan marah dan kecewa kepada Tuhan kalau doanya tidak terkabul.

Tipe ketiga adalah seperti benih yang jatuh di tanah yang penuh semak duri. Orang seperti ini me-miliki keinginan untuk bertumbuh, ia sangat senang mendengar Firman dan bahkan sering melayani, tetapi di dalam hatinya juga masih banyak keinginan yang bertenta-ngan dengan Firman Tuhan, mencintai kebenaran dan mencintai dosa pada saat bersamaan. Fokus dan komitmen orang Kristen seperti ini belum sepenuhnya pada Firman Tuhan dan kebenaran, ia masih dikendalikan oleh hal-hal duniawi sekalipun ia sangat komit-men dalam beribadah dan melayani, tetapi sering mengalami pasang surut atau tidak bertumbuh. Iman-nya bertumbuh bersama-sama dengan kekhawatiran dunia, selain itu pesona kekayaan juga sering menghimpitnya hingga tidak bertumbuh atau mati.
Jenis keempat adalah benih yang jatuh di tanah yang baik, meng-gambarkan orang Kristen yang sangat serius terhadap kebenaran Firman Tuhan. Orang seperti ini memberi hati dan pikirannya se-cara luas untuk menerima kebena-ran serta mempraktekkannya secara serius dan setia, sehingga ia bertumbuh dan berbuah. Buah yang dihasilkan orang Kristen se-perti ini bisa berbeda-beda karena Tuhan memang memberi kapasitas yang berbeda-beda, ada yang seratus kali lipat, enam puluh kali lipat dan tiga puluh kali lipat. Intinya adalah berbuah dan beru-bah, berbuah adalah tanda peru-bahan dan pertumbuhan, buah yang lahir dari pertumbuhan adalah perubahan pada kualitas total hidup seorang Kristen yang setia pada Allah dan Firman-Nya seperti digambarkan dalam Mazmur 1: 119 atau kita bisa melihat pada kehi-dupan tokoh-tokoh seperti Yusuf, Daniel, Nehemia, dll.

Pertumbuhan dan perjuangan
Kesalahpahaman lain yang sering dialami orang Kristen adalah de-ngan menyerahkan perubahan hidup itu semata-mata sebagai anugerah dan karya Roh Kudus. Asal sudah rajin ke gereja dan rajin melayani, rajin saat teduh, maka seharusnya akan bertumbuh dan berbuah sebagai hasil pembaha-ruan dan karya Roh Kudus. Dalam Roma 8:13 jelas dituliskan bahwa orang Kristenlah yang harus meng-ambil inisiatif dan berusaha untuk mematikan segala keinginan dosa-nya dengan pertolongan Roh Kudus. Roh Kudus pada dasarnya selalu hadir menyertai dan me-nguatkan orang Kristen melawan segala keinginan dosa, namun juga tentunya tidak akan menghenti-kan langkah seseorang yang mau melakukan dosanya. Allah menun-tut tanggung jawab dan ketaatan penuh dari setiap anak-anak-Nya dalam menaati kebenaran dan me-nolak perbuatan dosa. Roh Kudus akan selalu berperan mengingat-kan kebenaran Firman Tuhan ke-pada orang Kristen saat muncul pencobaan dan godaan-godaan dosa, namun keputusan akhirnya harus merupakan langkah ketaa-tan dan perjuangan iman orang Kristen.

Di Markus 7: 22-23 Yesus me-nyatakan bahwa semua keinginan dan inisiatif perbuatan dosa muncul dari dalam hati manusia, sehingga sebetulnya setiap orang Kristen dapat mendeteksi saat-saat pikiran dan keinginan berdosa itu muncul, dan harus memiliki usaha untuk membuang serta mematikan semua keinginan tersebut. Paulus menegaskan agar orang Kristen membuang dan mematikan segala bentuk dosa dan keinginan  dosa dalam dirinya. Selain itu orang Kristen harus mengenakan karak-ter dan kebiasaan hidup yang kudus sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan (Kol 3: 1-16). Hal ini bukanlah proses yang mudah dan bukan pula proses jangka pen-dek, seperti diungkapkan Sinclair Ferguson (A Heart for God): “Ke-kudusan bukanlah sebuah penga-laman; kekudusan adalah penya-tuan kembali karakter kita, pen-dirian lagi akan sebuah kehan-curan. Kekudusan adalah usaha keras yang trampil, proyek jangka panjang, menuntut segala sesuatu yang Tuhan telah berikan pada kita untuk hidup dan kesalehan.”

Tidak ada perubahan dan per-tumbuhan tanpa perjuangan, untuk berhasil merupakan pertolo-ngan dan kehadiran Allah Roh Kudus dan serta ketaatan orang Kristen. Soli Deo Gloria.v
Penulis melayani di GSRI Kebayoran Baru, Dosen STTRII.


Others

Baca Gali Alkitab  •  Bincang-Bincang  •  Buku SMK  •  Cover Story  •  Daily News  •  Dari Redaksi  •  Editorial  •  English  •  Garam Bisnis  •  Gereja & Masyarakat  •  Hikayat  •  Jejak  •  Kawula Muda  •  Khas  •  Khotbah Populer  •  Konsultasi Hukum  •  Konsultasi Keluarga  •  Konsultasi Kesehatan  •  Konsultasi Theologi  •  Kontroversi  •  Kredo  •  Laporan Khusus  •  Laporan Utama  •  Leadership  •  Manajemen Kita  •  Mata Hati  •  Mata Mata  •  Muda Berprestasi  •  News  •  Opini  •  Peluang  •  Podcast  •  Profil  •  Resensi Buku  •  Resensi Kaset  •  Senggang  •  Suara Pinggiran  •  Suluh  •  Ungkapan Hati  •  Varia Gereja  • 
Copyright © 2004-2010 REFORMATA. All rights reserved .
Visit: 1.299.630 Hit: 1.857.384 Since: 14.11.05 | 0.9476 sec | TOP
Online Support :