Almarhum Pangeran Bernhard ternyata ingin melakukan kudeta di Indonesia, ketika negeri bekas jajahan Belanda ini baru merdeka.
Demikian tertulis dalam sebuah buku yang berjudul dalam bahasa Belanda ZKH. Hoog spel aan het hof van Zijne Koninklijke Hoogheid, yang artinya Paduka Mulia Pangeran. Permainan tinggi di istana Paduka Mulia."
Karya jurnalistik
Menurut buku yang ditulis oleh wartawan Jort Kelder dan sejarawan Harry Veenendaal itu, Pangeran Bernhard ketika itu berambisi untuk menjadi wakil raja Belanda di tanah jajahannya. Sejarawan Veenendaal bertahun-tahun menekuni topik ini bersama wartawan Kelder sehingga bahan-bahan sejarah yang rinci menjadi sebuah proyek jurnalistik yang bagus.
Namun sejarawan terkenal Belanda Cees Fasseur berpendapat cerita ini tidak bisa dibuktikan. Ini adalah tudingan dan tuduhan terhadap Pangeran. Demikian kesimpulan sejarawan ini dalam bukunya Juliana dan Bernhard. Het verhaal van een huwelijk atau Juliana dan Bernhard. Riwayat suatu pernikahan.
Kedua penulis buku Bernhard menuduh, para penulis sejarah kerajaan sengaja menyembunyikan fakta-fakta tersebut. Jort Kelder dan Harry Veenendaal mendasarkan buku mereka pada buku harian seorang mantan jurnalis, Gerrie van Maasdijk, seorang bangsawan istana dan sekretaris rumah tangga istana.
sumber:Ranesi



