1 Desember masyarakat internasional memperingati Hari Aids Sedunia. Setiap hari ribuan orang meninggal akibat penyakit ini.
Di Indonesia, daerah-daerah yang masih rentan Aids terutama di Papua, kemudian DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Bali. Di Papua kelompok rentan Aids terutama kaum pekerja seks. Sementara di DKI Jakarta dan Jawa Timur terutama para pengguna narkoba suntik, jelas Rafael Hendrikus da Costa dari LSM Peduli Gay, Gaya Nusantara, Surabaya.
Gunung es
Semakin tahun penularan Aids semakin berkembang. Angka penderita HIV semakin tinggi, jelas Rafael Hendrikus da Costa:
"Ini seperti fenomena gunung es. Jadi kita kemarin-kemarin hanya melihat di pucuknya saja. Sekarang ini sudah mulai mencair. Jadi semakin terbuka, semakin banyak yang teridentifikasi."
Ini juga terkait dengan pengetahuan soal Aids yang semakin hari semakin berkembang sehingga upaya mengidentifikasinya juga semakin baik. Penanganannya pun juga membaik.
Kendati demikian, penggunaan kondom sebagai salah satu cara mencegah penularan HIV/Aids, masih tetap ditabukan di Indonesia. Rafael Hendrikus da Costa berharap pemerintah menggalakkan pemakaian kondom 100 persen, karena merupakan salah satu alat pencegahan penularan HIV/Aids.
Menolak kondom
Pada waktu bersamaan sejumlah kelompok agama mempertanyakan, bahkan menolak penggunaan kondom. Bagi mereka itu sama saja dengan melegalkan seks bebas. Namun Rafael Hendrikus da Costa tidak sependapat. Penggunaan kondom tidak bermaksud melegalkan seks bebas, melainkan mencegah penularan HIV/Aids.
"Jadi kita menggunakan kondom untuk membuat kita menjadi ingat bahwa kalau kita mau melakukan seks, kita harus melakukan seks yang aman. Kalau sudah waktunya kita harus menggunakan kondom."
Rafael Hendrikus da Costa optimis kelompok-kelompok agama suatu saat pasti bisa menerima pengunaan kondom. Akan tetapi kelompok-kelompok peduli Aids harus lebih gencar mempromosikan, memberikan penyuluhan, seminar atau lokakarya tentang manfaat kondom.
Semua level
Sementara itu Rafael menganggap program penanggulangan Aids yang dijalankan pemerintah semakin baik dan merata ke seluruh Indonesia. Namun demikian masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki.
"Jadi tidak hanya sebatas kita sampai pada misalnya level kecamatan. Harus sampai ke ibu-ibu, remaja, putra-putri. Tidak hanya level-level tertentu saja. Jadi semua level harus mendapatkan informasi-informasi itu."
sumber:Ranesi



