Menyusul Swiss, Belanda juga menarik perhatian dengan mosi anti menara mesjid atau minaret ini. Mosi yang diajukan kelompok kecil kristen-kanan SGP tidaklah memiliki peluang di parlemen.
Yang jelas gambaran bahwa rasa anti islam terus menguasai debat politik, kembali diperkukuh. Bukan hanya partai populis kanan PVV pimpinan Geert Wilders saja yang memanfaatkan larangan Swiss terhadap menara mesjid, untuk memunculkan diskusi mengenai hal ini di Belanda. Partai ini mendesak pemerintah agar menggelar referendum seperti di Swiss, mengenai pembangunan minaret. Sekarang partai kristen kanan SGP juga turut memperbesar api politik.
Anggota parlemen fraksi SGP, Kees van der Staaij dalam mosinya meminta pemerintah agar bersikap hati-hati dalam pembangunan menara mesjid. Anggota parlemen itu tampaknya ingin memainkan 'rasa tidak nyaman terhadap simbol-simbol agama seperti ini' di kalangan warga asli Belanda.
''Ketidaknyamanan terhadap 'warga baru Belanda' di kalangan warga asli, itu tujuan kami. Karena kabinet sendiri sudah menyatakan akan meningkatkan perhatian terhadap rasa tidak nyaman dan keterkucilan itu. Dalam kerangka inilah kami berkata: jadi anda juga harus punya perhatian bahwa pembangunan minaret dan mesjid-mesjid besar juga menumbang pada rasa tidak nyaman itu".
Polarisasi
Sikap SGP masih belum terlalu jauh misalnya dengan meminta agar pembangunan menara mesjid dilarang. Tetapi pada kenyataanya, Van der Staaij medukung perasaan anti pendatang di kalangan penduduk Belanda yang digembar-gemborkan pihak populis seperti Geert Wilders.
"Kalau anda lihat bahwa azan tidak didengungkan selama bertahun-tahun di Belanda dan mereka menerimanya, maka pada saat ketegangan dan ketersaingan meningkat seperti sekarang ini, dan anda masih mau menambahinya lagi dengan azan atau membangun mesjid besar? Itu akan semakin menambah polarisasi dan bukannya masyarakat yang damai".
SGP sendiri sebelum ini juga bermasalah karena partai itu menolak perempuan menjadi anggota atas dasar agama. Sekarang partai ini sudah membolehkan perempuan jadi anggota penuh, tapi mereka tetap tidak boleh menduduki fungsi politik.
Menurut Van der Staaij, azan yang dikumandangkan dari sebuah minaret berbeda dari bunyi lonceng gereja. Menurutnya sejumlah mesjid melebihi batas-batas toleransi. Di samping itu, minaret dan mesjid adalah sesuatu yang asing.
"Sebenarnya dari bentuk bangunan sendiri, bisa dipertanyakan apakah hal itu cocok dengan budaya Belanda. Apakah anda tidak bisa menyesuaikannya?"
SGP tidak mau menyamaratakan umat beragama seperti Wilders, dan pernyataan anggota parlemen itu juga lebih lunak. Namun dalam pemilu Eropa Juni lalu, ternyata lebih dari sepuluh persen pendukung SGP akhirnya memilih PVV.
Van der Staaij tidaklah takut akan reaksi radikal dari pihak Islam. Ia mengatakan masyarakat muslim Belanda lebih bisa menerima diskusi mengenai menara mesjid ini katimbang kebanyakan warga asli Belanda.
sumber:Ranesi