Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi atau Kompak, Fadjroel Rachman, mengatakan, jika Idrus Marham terpilih menjadi pimpinan Panitia Angket Century, hal ini merupakan pembajakan terhadap hak angket Bank Century. Ia berpendapat, pimpinan Panitia Angket Century harus berasal dari anggota Tim Sembilan, atau inisiator hak angket.
Diyakini Fadjroel, saat berbicara kepada Kompas.com, Jumat (4/12), tujuan penunjukan calon pimpinan Panitia Angket Century non-Tim Sembilan adalah untuk menggembosi dan memandulkan tujuan utama pembentukan angket Century. Tim ini memiliki semangat untuk membongkar setuntasnya hingga penikmat terakhir dana Bank Century senilai Rp 6,7 triliun yang dikucurkan Boediono dan Sri Mulyani.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa Idrus tidak lain adalah perpanjangan tangan dari Partai Demokrat. Jika Idrus terpilih menjadi pimpinan, Partai Demokrat dapat mengambil keuntungan. Namun, hal ini dibantah Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso. "Idrus itu murni pilihan Fraksi Golkar, bukan cabang Demokrat. Kami tidak akan mau disuruh-suruh dan diintervensi," ujarnya.
Hal senada disampaikan Idrus, Jumat pagi ini. Menurut Idrus, karier politiknya saat ini dicapai sebagai bukti dari kekonsistenan yang dibangunnya sejak lama. "Jika saya terpilih menjadi pimpinan Panitia Angket Century, saya buktikan bahwa angket ini berbeda dengan yang sebelumnya. Saya tipe orang yang menjadikan prestasi sebagai instrumen untuk membuktikan kapasitas. Saya terbiasa bekerja sesuai idealisme, bukan desakan," tegasnya.
sumber:Kompas