Partai politik Staatkundig Gereformeerde Partai atau SGP mengajukan mosi mengurangi jumlah menara masjid di Belanda.
Keinginan partai politik ini adalah tanggapan terhadap hasil referendum di Swiss yang melarang menara masjid. Lalu bagaimana sikap umat Kristen di Belanda terhadap masalah ini. Kita jumpai pendeta Arjan Plaisier, sekretaris Gereja Protestan Belanda. Apa latar belakang partai SGP ini?
SGP memiliki tradisi panjang di Belanda, mereka mewakili golongan Kristen ortodoks, dengan 2 kursi dalam parlemen, jadi mereka adalah partai kecil. SGP berpendapat, boleh ada masjid, namun menara masjid tidak sesuai dengan integerasi. Ini adalah paradoks dengan apa yang mereka pertahankan sampai sekarang, misalnya kebebasan umat Kristen di Turki atau Indonesia. Mereka tidak menolak kekebasan beragama, tapi menara masjid bagi mereka adalah simbol yang terlalu agresif. Walaupun demikian, untuk melarangnya tidak ada undang-undang yang mendukung.
Di Belanda ada trend untuk takut terhadap "tsunami Islam", apakah mosi anti menara ini dipengaruhi juga oleh trend ini? Apakah referendum yang sama di Belanda akan menghasilkan sikap menolak menara masjid seperti halnya di Swiss? Menurut sekretaris Gereja Protestan Belanda Arjan Plaisier, kebanyakan orang Belanda mau hidup bersama orang Islam, dan sebaliknya orang Islam mau hidup dengan orang lain di negara kami. Ini adalah kebijakan yang baik. Memang selalu ada kelompok yang ekstrim, namun orang Belanda dari berbagai kelompok mau mendirikan masyarakat yang damai.
Usaha melarang menara masjid SGP ini adalah sinyal yang tidak baik, semoga di negara-negara lain orang Kristen juga mendapat hak yang sama. Perbedaan diselesaikan dengan dialog dan dalam dialog kita harus saling menghormati, perbedaan harus diselesaikan dengan baik.
sumber:Ranesi