Search
Translator
Laporan Utama
Selebaran-KristenisasiPicu-Penutupan-Rumah-Ibadah.jpg
Gara-gara selebaran “Kristenisasi”, GKBJ Pos Sepatan akhirnya ditutup. Masyarakat masih rentan ...
Login
User ID :
Kata Sandi :
Laporan Khusus
Menanti-Mayat-Hidup-Kembali.jpg
Reformata.com - Berharap mayat Eni bangkit lagi pada hari kelima, malah mayatnya terus membusuk. Apa alasan ...
YM Support
Redaksi Reformata
lidya

Gereja & Masyarakat

15 December 2009

Yayasan Vincentius Putera Cinta Berwujud Tindakan Nyata

Yayasan-Vincentius-Putera-Cinta-Berwujud-Tindakan-Nyata.jpg
HARUSKAH kita memberi dari  kelebihan? Tentu tidak. Masih ada sesama kita yang menolong sesama dari kekurangan-nya. Nurani mereka tersentuh untuk menolong ketika mata mereka sungguh terbuka memak-nai keterbatasan dan kekurangan yang dialami sesama.
Pastor Gabriel Maing, OFM menyaksikan langsung tindakan kasih dari beberapa orang yang memberi dari kekurangannya. Sebagai pemimpin Panti Asuhan (PA) Vincentius Putera, yang terletak di Jl. Kramat Raya, Jakarta, dia sering menerima amplop dari orang yang sama. Di dalam amplop itu terdapat uang Rp 1.000 (seribu rupiah—Red), dan sepucuk surat bertuliskan: ”Hanya ini yang dapat kusumbang saat ini. Semoga bermanfaat bagi sesama saudaraku di Panti Asuhan Vincentius.”
“Awalnya saya tertegun. Dia me-nyumbang seribu rupiah dengan harus mengeluarkan biaya pengi-riman Rp 1.500 (beli 1 amplop Rp 500, dan prangko untuk kirim Rp 1.000). Itu, jadinya biaya pengiri-man lebih besar daripada jumlah sumbangannya. Sepintas, tindakan donator ini, barangkali, dinilai kurang efektif. Tapi sesungguhnya, nilai sumbangannya bukan soal jumlah tapi perhatian dan ikhlasnya,” kata Pastor Gabriel. Dia, lanjut Pastor,  memberi dari keku-rangannya. Secara finansial, bisa saja donator itu kurang, tapi cinta-nya akan sesama penuh. Cinta yang lahir dari kekurangan yang berwujud dalam aksi nyata.
Aksi sumbangan seribu rupiah dari seorang donator tadi tidak hanya sekali, sampai kini dia masih melakukannya. “Karena dia me-ngirim sumbangan terus-menerus, kumpulan uang seribu rupiah tadi jadinya banyak. Jadi, dia telah memberikan sumbangan cukup banyak dari kekuranganya untuk anak-anak di Panti Asuhan Vincen-tius,” lanjut Pastor Gabriel.

Kasih mengalir
Memang, untuk mengurus kehidupan sekitar 600-an anak di PA Vincentius Putera dan biaya pendidikannya tentu bukan per-kara mudah. Tanggung jawab para pengasuh bukan sekadar mem-buat anak-anak mendapat tempat perlindungan. Dengan penuh cinta kasih dan semangat para pengurus berusaha membentuk manusia Indonesia mandiri yang beriman, berakhlak tinggi, berbudi pekerti luhur dan berpendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Biarawan-biarawati dibantu para pengasuh lain berusaha hadir di tengah kehidupan anak-anak panti. Mereka mengasuh, mengajar dan mendidik anak yatim-piatu, telantar serta anak-anak lain yang mem-butuhkan kasih sayang. Terpenting dari semua itu, kehadiran biarawan-biarawati menjadi tanda bahwa harapan dan kasih Allah itu tetap ada di tengah-tengah anak panti.
Tentu saja karya kasih para pastor, bruder dan suster ini tidak akan bisa terus bertahan tanpa campur tangan para donator. Seberapa besar sumbangan para donator tentu diterima dengan lapang dada dan hati yang bersinar. Akomodasi, konsumsi, pendidikan dan pembinaan mental rohani anak-anak membutuhkan biaya yang amat besar. Selama ini, untuk mem-biayai keberlangsungan kehidupan panti ini, para pengurus mengupa-yakan dari berbagai sumber, antara lain kolekte tahunan di seluruh Gereja Keuskupan Agung Jakarta, dan sumbangan donator tetap dan tidak tetap, baik langsung ke panti asuhan maupun melalui Perhimpu-nan Vincentius Jakarta (PVJ).
“Kami sangat meyakini bahwa kasih Allah tidak akan berhenti dalam karya pelayanan ini. Kasih Allah bagi anak-anak panti asuhan senantiasa hadir lewat banyak cara. Salah satunya lewat perpanjangan tangan para donator atau derma-wan tadi yang terketuk hatinya,” ujar Pastor Gabriel. Karena itu, bagi siapa saja yang terpanggil untuk menjadi perpanjangan kasih Allah dan apa pun bentuk dukungannya amat berarti bagi anak-anak panti.

Awal berdiri
PVJ yang didirikan sejak 1855 merupakan karya sosial Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Mulanya, PVJ  didirikan untuk menanggapi per-soalan sosial saat itu, yaitu banyak-nya anak-anak keturunan Belanda yang tidak terurus sebagaimana mestinya. Vikaris Apostolik Dja-karta, Mgr. P. M. Vrancken ber-inisiatif membentuk panti asuhan yang dilayani oleh para imam Serikat Jesuit (SJ). Saat itu, kegiatan sosial ini bersifat home care karena belum memiliki rumah yang tetap. Pada perkembangannya, PVJ dapat mengusahakan sebuah tempat yang tetap di Jl. Kramat. Karena anak asuh semakin banyak, maka dibuatlah beberapa panti asuhan yang kini ada empat buah, yaitu PA Vincentius Putera (1910), PA Vincentius Puteri (1938), PA Desa Putera (1947), dan PA Pondok Si Boncel pada 1972.
Tahun 1929, penanganan panti diserahkan kepada biarawan Fransiskan yang baru tiba di Indonesia tahun itu juga. Mereka yang terlibat dalam penanganan panti juga semakin banyak. Dengan penuh kesabaran para biarawan melayani anak-anak PA Vincentius Putera di Jl. Kramat.
Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak panti asuhan ini, maka didirikanlah sekolah yang dikelola oleh PVJ yaitu D Sint Joseph (1920), SMP Sint Joseph (1971), SMK Sint Joseph (1976) dan TK Si Boncel (1983). Selain mendidik ana-anak panti asuhan, Sekolah PVJ juga menerima siswa dari luar panti asuhan. Khusus SD dan SMP Sint Joseph menerima juga siswa anak berkebutuhan khu-sus (ABK) yang merupakan karya langka di Ibu Kota Indonesia.
Ditutrkan Pastor Gabriel, anak-anak yang ada di PA Vincentius Putera kini, datang dari beragam latar belakang masalah. Ada yang tersangkut dengan masalah lingku-ngan sosial, agama, moral, dan ekonomi. “Di panti ini, mereka dididik dan dibimbing agar menjadi manusia berakhlak baik dan man-diri. Itu pulalah kami siapkan seko-lah kejuruan agar setelah tamat sekolah, semisal tamat STM atau SMK, mereka  langsung bisa kerja,” jelas Pastor Gabriel. Dan, memang, hingga kini telah begitu banyak anak-anak yang mendapat pendidi-kan dan bimbingan Vincentius Pu-tera  telah sukses dalam hidupnya.
Bolehkah kasih Allah mengalir lewat Anda untuk memberi kehi-dupan yang baru bagi anak-anak panti.Stevie Agas

Others