Reformata.com - SAMA seperti kekuasaan, politik, obat, senjata, bisnis bukanlah dosa. Yang ter-penting adalah hati orang yang berada di balik bisnis itu. “Yang penting itu bagaimana dia menja-lankan bisnis dan bagaimana dia memanfaatkan keuntungan bis-nisnya itu,” kata Arif Santoso, Presiden Direktur PT. Olahbumi Mandiri dalam kesempatan talk show membahas buku Gods Business yang ditulis oleh Paul R. Stevens.
Selain Arif, tampil sebagai pem-bahas pengusaha Uripto Widjaja dan Antonius Tanan yang meng-gantikan Ir. Tjiputra yang berha-langan hadir. Pembahasan buku digelar dalam kerja sama antara Fakultas Ekonomi UKRIDA dan Penerbit BPK.
Diakui Arif, sudah lama orang Kristen menganggap bisnis kotor dan tidak bermakna. Ini, kata dia, merupakan pemahaman yang salah. Sebab Alkitab menunjukkan bahwa bisnis memiliki makna panggilan, pelayanan, pembangu-nan masyarakat dan menjadi ber-kat bagi bangsa serta bersifat kekal. “No money, no ministry!,” katanya mengutip Pdt. Dr. John Haggai. Dalam bahasa sehari-hari orang biasa mengatakan, uang bukan segala-galanya, tapi segala-gala-nya perlu uang. Sebagai afirmasi, ia menunjuk beberapa ayat Kitab Suci yang sangat menghargai bisnis. “Bahkan Tu-han Yesus mengumpa-makan Bapa-Nya sebagai pebisnis atau pengusaha se-perti tertulis dalam Yohanes 15, 1,” katanya.
Dalam seminar yang dimode-ratori oleh Rektor UKRIDA Prof. DR. Aristarchus Sukarto ini, Uripto Widjaja mengemukakan bebe-rapa kharakter pebisnis Kristen, antara lain takut akan Tuhan, “tulus seperti merpati-cerdik seperti ular”, jujur, rajin dan hemat, mengasihi sesama, bijak-sana dan adil terhadap karyawan dan relasi bisnis serta sadar akan kewajiban sebagai warga Negara dan warga masyarakat. “Jangan takut untuk menaati prinsip-prinsip etika bisnis yang baik,” katanya. Sementara Antonius Tanan lebih menyorot penting-nya pengembangan enterpre-neurship dalam pendidikan. Paul Makugoru.