Search
Translator
Laporan Utama
Selebaran-KristenisasiPicu-Penutupan-Rumah-Ibadah.jpg
Gara-gara selebaran “Kristenisasi”, GKBJ Pos Sepatan akhirnya ditutup. Masyarakat masih rentan ...
Login
User ID :
Kata Sandi :
Laporan Khusus
Menanti-Mayat-Hidup-Kembali.jpg
Reformata.com - Berharap mayat Eni bangkit lagi pada hari kelima, malah mayatnya terus membusuk. Apa alasan ...
YM Support
Redaksi Reformata
lidya

Liputan

14 January 2010

Seminar God’s Business, Belajar “Memuliakan” Bisnis

Liputan-God-Bussines.jpg
Reformata.com - SAMA seperti kekuasaan, politik, obat, senjata, bisnis  bukanlah dosa. Yang ter-penting adalah hati orang yang berada di balik bisnis itu. “Yang penting itu bagaimana dia menja-lankan bisnis dan bagaimana dia memanfaatkan keuntungan bis-nisnya itu,” kata Arif Santoso, Presiden Direktur PT. Olahbumi Mandiri dalam kesempatan talk show membahas buku Gods Business yang ditulis  oleh Paul R. Stevens.
Selain Arif, tampil sebagai pem-bahas pengusaha Uripto Widjaja dan Antonius Tanan yang meng-gantikan Ir. Tjiputra yang berha-langan hadir. Pembahasan buku digelar dalam kerja sama antara Fakultas Ekonomi UKRIDA dan Penerbit  BPK.

Diakui Arif, sudah lama orang Kristen menganggap bisnis kotor dan tidak bermakna. Ini, kata dia, merupakan pemahaman yang salah. Sebab Alkitab menunjukkan bahwa bisnis memiliki makna panggilan, pelayanan, pembangu-nan masyarakat dan menjadi ber-kat bagi  bangsa serta bersifat kekal. “No money, no ministry!,” katanya mengutip Pdt.  Dr. John Haggai. Dalam bahasa sehari-hari orang biasa mengatakan, uang bukan segala-galanya, tapi segala-gala-nya perlu uang. Sebagai afirmasi, ia menunjuk beberapa ayat Kitab Suci yang sangat menghargai bisnis. “Bahkan Tu-han Yesus mengumpa-makan Bapa-Nya sebagai pebisnis atau pengusaha se-perti tertulis dalam Yohanes 15, 1,” katanya.

Dalam seminar yang dimode-ratori oleh Rektor UKRIDA Prof. DR. Aristarchus Sukarto ini, Uripto Widjaja mengemukakan bebe-rapa kharakter pebisnis Kristen, antara lain takut akan Tuhan, “tulus seperti merpati-cerdik seperti ular”, jujur, rajin dan hemat, mengasihi sesama, bijak-sana dan adil  terhadap karyawan dan relasi bisnis serta sadar akan kewajiban sebagai  warga Negara dan warga masyarakat. “Jangan takut untuk menaati prinsip-prinsip etika bisnis yang baik,” katanya.  Sementara Antonius  Tanan lebih menyorot  penting-nya pengembangan enterpre-neurship  dalam  pendidikan. Paul Makugoru.   

Others