User ID Kata Sandi
Google reformata.com
 
Bumi Bukan Ciptaan Tuhan?  |  FPI Suruh Polri Bercermin  |  Masyarakat Tak Perlukan FPI  |  Bollywood Bikin Film Tentang Yesus Semasa Kecil  |  Wanita Katolik Buka Warung Murah Untuk Buka Puasa  | 

Daily News

18 January 2010

Aneka Ragam Tahun Baru

Aneka Ragam Tahun Baru.jpg

Reformata.com - TERNYATA, tahun baru  banyak jenisnya. Namun  yang paling terkenal dan mendunia adalah tahun baru yang diawali setiap tanggal 1 Januari. Tahun baru yang satu ini biasa pula disebut Tahun Baru Masehi. Mo-men ini dirayakan secara sukacita dan penuh glamour di hampir semua pelosok bumi. Ada pun ke-lompok masyarakat yang tidak merayakannya, biasanya dilatar-belakangi alasan keagamaan. Ada kelompok penganut agama tertentu yang malah mengharam-kan perayaan malam tahun baru Masehi ini.

Malam tahun baru, yaitu petang hingga malam hari tanggal 31 Desember yang merupakan hari terakhir dalam tahun kalender Gregorian, sehari sebelum Tahun Baru. Dalam kebudayaan Barat, malam tahun baru dirayakan de-ngan pesta-pesta dan acara ber-kumpul bersama kerabat, teman, atau keluarga menanti saat pergantian tahun.

Di sejumlah kota besar di dunia, malam tahun baru dirayakan dengan pesta bersama di lapangan terbuka untuk menanti detik-detik pergantian tahun. Kota besar di dunia dengan pesta malam tahun baru yang sering diliput jaringan televisi dan kantor berita, di antaranya Edinburgh, Sydney, Toronto, Tokyo, Moskwa, London, Berlin, Rio de Janeiro, Paris, dan New York City. Tanggal 31 Desem-ber adalah hari libur di sejumlah negara, termasuk Argentina, Brazil, Meksiko, Yunani, Filipina, dan Venezuela.

Di Indonesia sendiri, perayaan Tahun Baru 1 Januari cukup sema-rak. Berbagai acara dilakukan, seperti di Ibu Kota Jakarta, detik-detik pergantian tahun selalu diwarnai pelepasan kembang api di Ancol atau di Lapa-ngan Monas, oleh Gubernur DKI.

Bagi umat kristiani di Indonesia, malam pergantian tahun se-lalu diperingati dengan melakukan ibadah di gereja. Sementara bagi masyarakat Batak yang ada di Sumatera Utara, selain mengikuti  kebaktian di gereja malam tanggal 31 De-sember, setiap keluar-ga di rumah masing-masing  mengadakan acara ibadah tepat pukul 24.00. Biasanya makanan lezat dan aneka jenis kue dise-diakan setiap keluarga dalam merayakan ta-hun baru tersebut. Besoknya, 1 Januari, setiap orang saling mengunjungi sambil mengucapkan “Sela-mat Tahun Baru”. Uniknya, pada saat hari Natal, tidak ada keme-riahan seperti ini di ma-syarakat yang berada di Tanah Batak.

Kota Bukit Tinggi di Sumatera Barat juga selalu semarak setiap detik-detik pergan-tian tahun. Pasalnya, lapangan di tengah kota, tempat Jam Gadang berdiri, selalu dipenuhi warga yang ingin merayakan pergantian tahun itu. Namun sungguh disayang-kan, pada pergantian tahun 2008 ke 2009, pemerintah kota menutup lokasi, sehing-ga tidak ada warga yang berkumpul di sana untuk merayakan tradisi akhir tahun yang sudah berlangsung  sejak puluhan tahun silam itu. Bahkan jam gadang pun ditu-tup dengan kain, dan akan dibuka keesokan harinya. Menurut pemerintah setem-pat, tempat itu ditutup guna menghindari kerawanan. Warga sendiri mempertanya-kan dan menyesalkan  pelara-ngan yang motifnya tidak jelas itu.


Imlek

Sementara, Tahun Baru China (Tahun baru Imlek) tidak dimulai pada tanggal 1 Januari, tapi dihitungkan berdasarkan bulan baru ke-2 setelah musim dingin equinok (waktu siang = waktu malam di China), sehingga setiap tahun akan memiliki tanggal Masehi yang berbeda.

Tahun terus berganti dengan mengikuti 12 siklus (periode) dan setiap tahun diwakili dengan seekor hewan. Dan tahun (shio) kerbau merupakan urutan ke-2 dari 12 shio.  Siklus 12 tahun akan beru-lang setiap lima kali membentuk pola siklus besar 60 tahun (kelipatan perseku-tuan terkecil dari 12 shio, 5 unsur, dan 2 energi). Setiap shio dalam 12 tahun ter-sebut memiliki sebuah elemen/unsur (kayu, api, tanah, logam, air) dengan karateristk Yin atau Yan. Unsur dan karateristik akan menentukan sifat dan karakter orang de-ngan shio tahun ter-sebut. Siklus 60 tahun ini disebut juga seba-gai sistem “Stem-Branch’. Tahun ini me-rupakan tahun Ji Chou dan tahun 2009 baru memasuki tahun ke-10 dari siklus 60 tahun.

Kalender China telah digunakan selama ber-abad-abad, jauh men-dahului sistem kalen-der internasional (berdasarkan kalender Gregorian) yang dikenal luas di saat ini.  Sistem perhitungan waktu kalender China dimulai dari menit ke jam, interval waktu diukur dalam bulan, tahun, dan abad.  Se-mua perhitungan tersebut didasar-kan pada pengamatan astronomi dari gerakan matahari, bulan dan bintang.


Tahun baru Yahudi

Hari Tahun Baru Yahudi disebut “Rosh Hashanah”, pada kalender Yahudi adalah awal bulan Tisri yang jika dikonversi pada almanak internasional, jatuh antara akhir bulan September dan awal bulan Oktober. Kebaktian ritual diseleng-garakan di seluruh dunia, yang di-ikuti dengan berkumpulnya seluruh keluarga sambil makan bersama.

September 2008 lalu, bangsa Yahudi merayakan tahun baru 5769. Angka 9 itu berbentuk seperti rahim, yaitu lambang kesu-buran dan kemakmuran. Pada tahun baru itu, orang Yahudi mela-kukan tindakan profetis, yaitu memakan: 1) apel yang dicelup madu yang melambangkan kemani-san; 2) roti berpilin yang ditaburi biji sesawi yang melambangkan penyediaan Tuhan dan iman yang memindahkan gunung; 3) buah delima yang memiliki biji kurang lebih 153 buah, melambangkan pelipatgandaan.

Sebenarnya, Yudaisme memiliki empat hari “tahun baru” yang menandai berbagai “tahun” resmi, seperti halnya 1 Januari menandai tahun baru dalam penanggalan Gregorian. Rosh Hashanah adalah tahun baru untuk manusia, bina-tang, dan kontrak hukum.   HPT/dbs

Bookmark and Share

Post your comment

* Your Name :
* Your Email :
* Description :
 
Enter the Verification Code shown!

Others

Baca Gali Alkitab  •  Bincang-Bincang  •  Buku SMK  •  Cover Story  •  Daily News  •  Dari Redaksi  •  Editorial  •  English  •  Garam Bisnis  •  Gereja & Masyarakat  •  Hikayat  •  Jejak  •  Kawula Muda  •  Khas  •  Khotbah Populer  •  Konsultasi Hukum  •  Konsultasi Keluarga  •  Konsultasi Kesehatan  •  Konsultasi Theologi  •  Kontroversi  •  Kredo  •  Laporan Khusus  •  Laporan Utama  •  Leadership  •  Manajemen Kita  •  Mata Hati  •  Mata Mata  •  Muda Berprestasi  •  News  •  Opini  •  Peluang  •  Podcast  •  Profil  •  Resensi Buku  •  Resensi Kaset  •  Senggang  •  Suara Pinggiran  •  Suluh  •  Ungkapan Hati  •  Varia Gereja  • 
Copyright © 2004-2010 REFORMATA. All rights reserved .
Visit: 1.423.329 Hit: 2.023.069 Since: 14.11.05 | 0.8873 sec | TOP
Online Support :