Reformata.com - SEBUAH pentasan drama musikal bertajuk Christmas in Egypt tampil di GSRI Citra, Tangerang, Ming-gu, 10 Januari 2010, dengan seluruh peme-rannya jemaat dari GKI Kanaan. Isi drama ini mengungkapkan dan menggambarkan sisi lain dari peristiwa Natal yang sering terlewatkan. Bahwa bayi Yesus yang pernah dibawa menying-kir ke Mesir oleh orang tuanya menghadapi banyak tantangan di negeri asing itu. Namun, intervensi Tuhan tetap menyertai keluarga kudus ini. Meski informasi dari Alkitab tidak banyak menceritakan mengenai kebe-radaan Yesus masa mengungsi ke Mesir ini, tapi alur cerita yang kreatif membuat drama musikal yang dipimpin Andrew Yendrick ini menjadi sangat hidup.
Acara pentasan drama ini diawali dengan pujian penyembahan dipimpin Gloria. Jemaat diajak mempersiapkan diri masuk dalam kisah drama musikal ini, yang dilanjutkan pembawaan firman Tuhan oleh gembala sidang GSRI Citra, Ev. Fu Kwet Khiong. Melalui firman Tuhan, Ev. Fu mengajak seluruh jemaat memaknai penderitaan Yesus yang datang ke dunia sebagai jawaban atas penderitaan umat manusia karena dosa. “Kita harus kuat ketika kita menghadapi pergumulan penderitaan sebab Tuhan bisa memakai penderitaan yang satu untuk memberi jawaban bagi penderitaan lain seperti yang nyata dalam penderitaan Yesus Kristus yang membawa umat manusia keluar dari penderitaan dosa.
Selain dihadiri oleh jemaat GSRI Citra dan gereja GKI Kanaan yang bertujuan mem-bangun kerja sama antara keduanya, juga hadir dalam acara ini cukup banyak jemaat gereja sekitar Citra Garden, seperti GKY, GII, GKB, dan GBI. Para jemaat tampak ceria dan antusias menyaksikan pertunjukkan drama musikal ini. “Diha-rapkan acara seperti ini dilakukan lagi di waktu-waktu mendatang, terutama saat Paskah atau hari raya besar lainnya,” komentar mereka.
Sementara itu, Ev. Fu mengharapkan dengan menyaksikan acara drama musical seperti ini, bisa membangkitkan kreativitas jemaat dan kecintaan mereka pada dunia seni drama dan musik di waktu mendatang. Ditambahkannya, melalui drama musikal yang ditampilkan malam ini, jemaat diharapkan memiliki perspektif dan sudut pandang yang baru dalam memaknai Natal.
Stevie Agas