User ID Kata Sandi
Google reformata.com
 
Bumi Bukan Ciptaan Tuhan?  |  FPI Suruh Polri Bercermin  |  Masyarakat Tak Perlukan FPI  |  Bollywood Bikin Film Tentang Yesus Semasa Kecil  |  Wanita Katolik Buka Warung Murah Untuk Buka Puasa  | 

News

08 February 2010

ABG Target Baru Kejahatan Cyber

cyber-threats-network-security.jpg

Polisi Surabaya menahan dua orang yang dituduh merekrut anak-anak berusia 15 hingga 16 tahun untuk menjadi pekerja seks.

Proses pendekatan dilakukan lewat internet, antara lain lewat chatting dan jaringan facebook. Alasan para pelajar bersedia dijadikan psk, karena mereka ingin mempunyai barang-barang mewah seperti telpon genggam dan sebagainya. Gita, reporter Radio Suara Surabaya melaporkan:
 

"Satu orang perempuan, satu orang laki-laki. Yang perempuan sebagai mucikari, sedangkan yang laki-laki perantara antara pelanggan dengan si mucikari. Jadi yang laki-laki namanya Hafis, yang perempuan namanya Key. Si Hafis ini bertugas untuk menarik pelanggan lewat internet atau lewat chatting di MSN, YM atau Facebook. Dia memasang foto-foto perempuan yang akan ditawarkan lewat akun Facebook."

Modus baru
Menurut Nur Lailiyah dari LSM anak dan perempuan Samitra Abaya di Surabaya, cara pendekatan lewat cyber adalah baru dan pertama kali khususnya di Jawa Timur. Karena perkembangan teknologi tidak bisa dicegah, maka kasus baru ini sangat mengkhawatirkan:

"Kalau yang lewat internet ini terus-terang sepertinya masih baru. Karena kami juga baru mengetahui dari kasus yang baru saja dibongkar. Sebelumnya modus yang digunakan justru merekrut langsung - bukan melalui media elektronik."

Pemahaman
"Untuk melindungi remaja, melarang sama sekali jelas tidak mungkin. Karena ini terkait perkembangan teknologi. Yang penting adalah memberikan pemahaman terhadap mereka bahaya trafficking dan modus-modusnya di Facebook."

Apakah UU perlindungan hak anak dan UU trafficking yang baru saja diberlakukan 2007 lalu, bisa melindungi anak-anak ABG dari kejahatan cyber seperti ini? Radio Nederland menanyakan kepada Seto Mulyadi dari Komnas Anak, apa yang bisa dilakukan pemerintah Indonesia:

"Ini juga sudah dikampanyekan oleh Kementrian Kominfo untuk menciptakan perlindungan-perlindungan terhadap anak lewat internet. Namun ini tidak mudah, karena juga menyangkut IT yang cukup kompleks."

"Komnas mengajak semua pihak - termasuk media massa - untuk mengkampanyekan kepada para orangtua untuk menjadi sahabat anak-anak dan remaja. Supaya semua permasalahan bisa dibicarakan dengan orangtua. Sekarang, komunikasi anak sudah ada pada tingkat yang tinggi sehingga komunikasi ini hanya bisa diawasi dan dikontrol dengan adanya komunikasi efektif antara orangtua dan anak-anaknya."

Ranesi

Bookmark and Share

Others

Baca Gali Alkitab  •  Bincang-Bincang  •  Buku SMK  •  Cover Story  •  Daily News  •  Dari Redaksi  •  Editorial  •  English  •  Garam Bisnis  •  Gereja & Masyarakat  •  Hikayat  •  Jejak  •  Kawula Muda  •  Khas  •  Khotbah Populer  •  Konsultasi Hukum  •  Konsultasi Keluarga  •  Konsultasi Kesehatan  •  Konsultasi Theologi  •  Kontroversi  •  Kredo  •  Laporan Khusus  •  Laporan Utama  •  Leadership  •  Manajemen Kita  •  Mata Hati  •  Mata Mata  •  Muda Berprestasi  •  News  •  Opini  •  Peluang  •  Podcast  •  Profil  •  Resensi Buku  •  Resensi Kaset  •  Senggang  •  Suara Pinggiran  •  Suluh  •  Ungkapan Hati  •  Varia Gereja  • 
Copyright © 2004-2010 REFORMATA. All rights reserved .
Visit: 1.423.348 Hit: 2.023.090 Since: 14.11.05 | 0.9457 sec | TOP
Online Support :