User ID Kata Sandi
Google reformata.com
 
Khaddafi Serukan Eropa Memeluk Islam  |  Bumi Bukan Ciptaan Tuhan?  |  FPI Suruh Polri Bercermin  |  Masyarakat Tak Perlukan FPI  |  Bollywood Bikin Film Tentang Yesus Semasa Kecil  | 

Jejak

14 December 2008

Leonardo Boff--Berjuang bagi Kemanusiaan

SALAH satu anugerah besar yang Allah turunkan kepada setiap orang adalah apa yang dinamakan “hak”, secara lebih khusus lagi adalah hak yang bersifat dasar, asasi, yang dimiliki oleh manusia sejak ia diciptakan Allah dalam keunikannya. Hak ini pun sudah diakui keberadaannya bahkan telah diberi penjelasan secara khusus sebagai pedoman praksis. Namun sangat disayangkan, hak fundamental tadi masih saja tak dihargai oleh orang-orang yang tak cinta kedamaian. Seandainya hak asasi orang itu dihargai, tentu teolog seperti Leonardo Boff tak akan bersusah payah memperjuangkannya.


Leonardo Boff, yang lahir pada 14 Desember 1938 di Concórdia, Estado de Santa Catarina, Brasil, ini dikenal dengan sebutan teolog pembebasan. Bukan sekadar pengenal untuk menambah gengsi atau bangga diri, tapi lantaran perjuangannya yang gigih membela hak-hak asasi manusia, mengayomi, serta aktif mendukung perjuangan kaum miskin dan mereka yang tersisihkan agar diakui sebagai orang yang memiliki derajat sama dengan yang lain.

“Mari kita menindas orang miskin yang benar; kekuatan kita hendaknya menjadi kaidah keadilan, sebab yang lemah ternyata tidak berguna”. Kalimat di atas merupakan nukilan dari salah satu buku Leonardo Boff, “Via Sacra da Justica”, yang mengungkapkan kekesalannya pada tirani dengan mengutip kisah orang fasik dalam Alkitab. Seolah sedang menggambarkan nasib kaum buruh yang terus dieksploitasi dan diusik dengan berbagai produk hukum yang hanya menguntungkan para penguasa dan pengusaha yang perlu dipertanyakan nuraninya.

Sebagai seorang teolog yang berjuang demi kehormatan orang bukan berarti tanpa halangan – berbagai cobaan dari yang seukuran “kerikil” sampai “batu karang” pernah dijumpainya. Beragam isu dan tuduhan pernah ditujukan padanya agar tak lagi vokal, seperti umumnya teolog pembebasan. Misalnya dia dituduh mendukung kaum homoseksual, sampai pengekangan selama satu tahun yang dilakukan oleh Kongregasi untuk Doktrin Iman (turunan modern dari Inkuisisi Roma) pimpinan Kardinal Joseph Ratzinger karena kemunculan bukunya “Gereja: Kharisma dan Kuasa”, yang isinya banyak mengkiritisi gereja. Meskipun demikian, hal ini tak membuat Boff lantas undur atau merasa terkekang dan tak mampu lagi bersuara. Justru teriakan memperjuangkan hak mereka yang termarginalkan terdengar semakin kencang.

Sampai kini kritikan Boff masih pedas, bahkan lebih pedas dari sebelumnya, mengarah pada mempertanyakan kembali peranan gereja dalam tatanan sosial dan ekonomi yang menindas komunitas-komunitas di mana Boff dan kelompok marginalnya, "komunitas basis gereja", di antara orang-orang Katolik yang miskin di Brasil dan di Amerika Latin. Bersama dengan Gustavo Gutierrez, seorang Pastor asal Peru, yang juga seorang teolog pembebasan, Boff menyajikan refleksi-refleksi awal yang berusaha mengartikulasikan kemarahan terhadap penderitaan dan marginalisasi dengan diskursus iman yang memberikan pengharapan, yang kemudian dapat melahirkan “teologi pembebasan”. Rumusan teologi yang tak lain berisi tentang praksis atau tindakan nyata untuk mengubah situasi tertindas yang dialami sesama kita (umat) menuju ke pembebasan sejati. Pembebasan dari Yesus sang penebus dan pembebas itu.

Profesor dalam bidang teologi, etika, dan filsafat asal Brasil ini hampir dibungkam sekali lagi pada 1992 oleh gereja, kali ini ditujukan untuk menghalanginya dari keikutsertaannya dalam Eco-92 Konferensi Puncak Bumi di Rio de Janeiro, yang akhirnya membuatnya meninggalkan Ordo Fransiskan dan pelayanan keuskupan.

Hidup yang dijalaninya sungguh sangat aktif dan produktif bagi kemanusiaan. Selain berjuang menegakkan keadilan bagi yang tertindas, selama hidupnya Boff juga membekali orang dengan pengetahuan teologi dan iman Kristen dengan menjadi dosen di banyak universitas luar negeri seperti mengajar di Heidelberg, Harvard, Paris, Oslo, Universitas Turino dan lain-lain. Boff juga sangat produktif mengeksplorasi permenungannya dan hubungan pribadinya dengan Tuhan ke dalam lebih dari 100 buku, yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa besar di dunia. SLAWI/dbs

DOWNLOAD PDF (EBOOK)


REFORMATA:

Tabloid Kristen Berwawasan Nasional, Menyuarakan Kebenaran dan Keadilan.

Pendiri: Pendeta Bigman Sirait


website: www.reformata.com


Alamat Redaksi

WISMA BERSAMA
Jl. Salemba Raya No. 24B, Jakarta Pusat 10430
Telp: +62 21 392 4229 (Hunting), Fax: +62 21 314 8543


Bookmark and Share

Post your comment

* Your Name :
* Your Email :
* Description :
 
Enter the Verification Code shown!

Others

Baca Gali Alkitab  •  Bincang-Bincang  •  Buku SMK  •  Cover Story  •  Daily News  •  Dari Redaksi  •  Editorial  •  English  •  Garam Bisnis  •  Gereja & Masyarakat  •  Hikayat  •  Jejak  •  Kawula Muda  •  Khas  •  Khotbah Populer  •  Konsultasi Hukum  •  Konsultasi Keluarga  •  Konsultasi Kesehatan  •  Konsultasi Theologi  •  Kontroversi  •  Kredo  •  Laporan Khusus  •  Laporan Utama  •  Leadership  •  Manajemen Kita  •  Mata Hati  •  Mata Mata  •  Muda Berprestasi  •  News  •  Opini  •  Peluang  •  Podcast  •  Profil  •  Resensi Buku  •  Resensi Kaset  •  Senggang  •  Suara Pinggiran  •  Suluh  •  Ungkapan Hati  •  Varia Gereja  • 
Copyright © 2004-2010 REFORMATA. All rights reserved .
Visit: 1.423.648 Hit: 2.023.417 Since: 14.11.05 | 0.8782 sec | TOP
Online Support :