Dalam kegiatan outbound, misalnya, anak-anak diperhadapkan pada banyak rintangan. Seperti bagaimana bertahan melewati derasnya arung jeram, mendaki terjalnya Gunung Gede, menyelam (scuba diving), perang-perangan dengan permainan paint ball, dan masih banyak lagi permainan, diberikan kepada anak-anak sekolah Minggu.
Menurut salah satu penggagas PBC, Daniel Suhadi, seluruh kegiatan tersebut tidak hanya sekadar having fun, tetapi masing-masing memiliki makna. Dengan arung jeram, misalnya, mereka dilatih untuk bisa bekerja dalam tim (team work) dalam mengarungi jeram kehidupan dan bisa tiba di tujuan dengan selamat. Juga mendaki terjalnya Gunung Gede atau menyeberangi pulau merupakan ajang pengujian karakter bagi para remaja untuk mendobrak mental block yang selama ini menghalangi perkembangan kepribadian mereka. “Agar mereka lebih berani dan trampil mengarungi samudera kehidupan,” kata Daniel Suhadi.
Main paint ball pun ada maknanya, para remaja dilatih memiliki jiwa pejuang. Sementara permainan menyelam (scuba diving) mengajar remaja untuk berani meninggalkan tempat nyaman (comfort zone), pindah ke tempat lain yang jauh berbeda situasinya. “Sama seperti Tuhan Yesus yang meninggalkan surga, masuk ke dunia yang penuh derita dan dosa demi misi-NYA yaitu menyelamatkan manusia berdosa,” kata Daniel.
Kelak, lanjut dia, dengan mengikuti kegiatan-kegiatan PBC yang digagas sejak tahun 2002, mereka akan menjadi manusia berkarakter. Dengan kegiatan itu diharapkan muncul remaja yang memiliki kepribadian ulet, berani, jujur, bersahabat, memiliki penguasaan diri, rendah hati, optimis, beriman teguh, dll. Daniel Suhadi menambahkan, “Salah satu langkah penting dalam mempersiapkan masa depan remaja ialah membangun kepribadian, mengasah diri jadi manusia berpola pikir dan bertindak positif, senantiasa mau bekerja secara maksimal agar bisa menghasilkan karya yang berkualitas. Kelak, dengan karya-karya berkualitas tersebut para remaja akan tampil cemerlang dalam bidang pilihannya.”
Pembinaan remaja di Gereja Kristus Ketapang bermula dari adanya Sekolah Minggu (SM) Remaja, yang sudah berjalan puluhan tahun. Dari kelas Tunas Remaja, anak-anak akan melanjut ke kelas SM Remaja, kelas pembinaan atau persiapan, kelas calon guru SM, hingga akhirnya menjadi guru SM.
Pada tahun 80-an, Sinode Gereja Kristus memutuskan bahwa setiap anggota gerejanya diminta membentuk komisi remaja. Sehingga, pembinaan remaja di Gereja Kristus Ketapang berjalan paralel dua jalur, yakni dalam bentuk pengajaran lewat sekolah minggu dan bentuk persekutuan atau ibadah lewat komisi remaja. Tentunya dengan waktu pelaksanaan yang berbeda. Jadi, sebenarnya, tidak ada masalah bagi mereka yang ingin dibina dengan mengikuti kedua kegiatan sekaligus.
Peserta Sekolah Minggu Remaja, umumnya, lebih dipersiapkan untuk melanjutkan ke kelas calon guru sekolah minggu, sebagai wadah regenerasi guru-guru sekolah minggu. Ini sempat berjalan mulus selama belasan tahun. Bahkan, untuk acara-acara tertentu, seperti Natal dan Paskah, biasanya diadakan acara gabungan.
Pada 1999, sekolah minggu remaja dilebur ke dalam komisi remaja. Seiring perjalanan, peserta sekolah minggu malah semakin berkurang. Hal ini tentunya berdampak pada kelas calon guru yang sempat tidak dapat peserta selama 3 tahun. Melihat kondisi seperti ini para rohaniwan tidak tinggal diam. Tahun 2002, para rohaniawan komisi remaja berinisiatif untuk menggagas kelas PBC, yang mirip sekolah minggu remaja lama. Hasilnya, pada 2003, kelas PBC ini pun dikembangkan sebagai lanjutan kelas Tunas Remaja oleh beberapa pembimbing remaja (eks guru SM Remaja), yang berpengalaman puluhan tahun membimbing anak-anak remaja.
Ada pun misi dari dibentuknya kelas PBC adalah membentuk kepribadian (personality) yang secara holistik mencakup 8 bidang (diilustrasikan sebagai bintang bersudut 8), yaitu:spiritual life, self development/character building, human relation, academic skills, personal ministry, leadership, talents and skills, effective speaking. ? Ambarita
REFORMATA:
Tabloid Kristen Berwawasan Nasional, Menyuarakan Kebenaran dan Keadilan.
Pendiri: Pendeta Bigman Sirait
website: www.reformata.com
Alamat Redaksi
WISMA BERSAMA
Jl. Salemba Raya No. 24B, Jakarta Pusat 10430
Telp: +62 21 392 4229 (Hunting), Fax: +62 21 314 8543