CLOSE
REFORMATA.COM
YouTube Facebook Twitter RSS

Laporan Khusus

'Bahtera Nabi Nuh Ditemukan'

Tuesday, 29 Juni 2010 | View : 4423

Selain ukurannya sama dengan yang diceritakan dalam Alkitab, banyak argumen pendukung lainnya  yang menunjuk pada pembenaran sisa-sisa kapal milik Nabi Nuh. Apa saja itu?

Reformata.com - BERITA tentang ditemukannya sebuah bahtera yang diklaim milik Nabi Nuh belakangan ini kembali muncul ke permukaan. Berita itu berawal dari sekelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam “Noh’s Ministries International”, yang selama bertahun-tahun mencari sisa-sisa perahu legendaris tersebut, mengumumkan penemuannya pada Senin, 26 April 2010. Mereka mengklaim menemukan sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, Turki timur.  Mereka bahkan mengklaim berhasil masuk ke dalam perahu tersebut. “Kami memang belum yakin 100 persen bahwa ini benar perahu  Nabi Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen,” kata Yeung Wing, salah satu anggota tim yang bertugas membuat film dokumen-ter atas penemuan kapal bernilai historis itu, seperti dimuat laman berita Turki, National Turk, Selasa, 27 April 2010.
Sebagai bahan bukti atas klaimnya, kelompok yang ber-anggotakan 15 orang ini mengambil gambar sisa-sisa perahu itu dan beberapa specimen fosil berupa tambang, paku, dan pecahan kayu, yang juga dipamerkan kepada media yang hadir meliput pengumum-an tersebut. Berdasar specimen yang mereka bawakan, para peneliti mengakui, specimen itu memilik usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa yang digambarkan dalam sejarah.
Para peneliti specimen itu menjelaskan, tambang dan paku digunakan untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tambang juga digunakan untuk mengikat hewan-hewan yang diselamatkan dari terjangan air bah. Penemuan besar ini menjadi amunisi untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan situs penemuan ini ke UNESCO agar lembaga PBB ikut menjaga kelestarian kapal Nuh. Dengan demikian, tempat itu pun akan dibuka untuk umum sebagai obyek wisata.

Pertimbangan fakta penemuan
Meski hingga kini penemuan itu belum resmi diakui dunia, namun para pencari fakta kebenaran cerita tentang adanya kapal Nuh sekitar 4.500 tahun silam sebelum Masehi itu atau saat terjadinya air bah yang direncanakan Tuhan untuk melenyapkan kehidupan dunia berkeyakinan kuat akan penemuan mereka. Ada beberapa fakta penemuan yang turut mempertebal keyakinan mereka itu.
Dikatakan mereka, sisa-sisa fosil kayu yang terletak di bekas longsoran gunung es yang terkubur sekitar 20-30 kaki (6-9 meter) di bawah lapisan es salju dan es abadi itu berbentuk sebuah perahu dan bulat runcing buritan. Panjangnya persis seperti yang terdeskripsi dalam Alkitab, yakni 515 kaki atau 300 hasta Mesir. Ini didasarkan pada sebuah gunung di Turki Timur, yang tepat dengan cerita Alkitab dalam Kitab Kejadian 8: 4; “...terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat”. (Ararat menjadi nama negara kuno Urartu yang menutupi wilayah ini).
Perahu itu juga dikatakan berisi membatu kayu sebagaimana dibuktikan dengan analisis laboratorium. Tampaknya mengan-dung teknologi tinggi paduan logam alat kelengkapan seba-gaimana dibuktikan dengan analisis laboratorium  terpisah yang dibayar oleh Ron Wyatt, kemudian dilakukan oleh Kevin Fisher. Aluminium logam dan logam titanium ditemukan dalam peralatan yang logam buatan manusia.
Yang lain, tulang rusuk kayu vertikal di sisi-sisinya, kerangka bangunan terdiri dari sebuah perahu. Reguler pola-pola horizontal dan vertikal dukungan dek tiang juga terlihat di geladak bahtera tersebut.
Fakta lainnya, Dr. Bill Shea, seorang arkeolog menemukan pecahan keramik kuno dalam jarak 20 meter dari bahtera yang memiliki ukiran di atasnya yang menggambarkan seekor burung, ikan, dan seorang pria dengan palu mengenakan penutup kepala yang memiliki nama “Nuh” di atasnya.  Pada zaman dahulu barang-barang ini diciptakan oleh penduduk setempat di desa untuk dijual kepada pengunjung dari dalam bahtera.
Lainnya, jangkar besar batu-batu itu ditemukan didekat perahu dan di Desa Kazan, 15 mil jauhnya, yang tergantung dari belakang perahu untuk menenangkan yang naik. Dr. Saleh Bayraktutan dari Universitas Ataturk menyatakan, ini adalah sturktur buatan dan meyakinkan bahwa memang itu adalah perahu Nuh.
Radar scan menunjukkan pola yang teratur di dalam bahtera kayu formasi, mengungkapkan keels, keelsons, gunnels, bulkheads, ruang binatang, sistem jala, pintu di kanan depan, dua tong besar di depan 14 x 24, dan daerah pusat terbuka untuk aliran udara ke semua tiga tingkatan.
Stevie Agas

47
0 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20142013201220112010200920082007
  • vita-pudding.jpg
Mata Hati
ilustrasi pendeta.jpg
Menapak tilas pelayanan Mikha bin Yimla, sang nabi yang sendirian karena mengatakan kebenaran, sangatlah menarik. Dalam rencana penyerbuan raja Aram untuk ..
Konsultasi Teologi
Hikmat Allah dan Hikmat Manusia.jpg
Pdt. Bigman SiraitFollow Twitter bigmansiraitBapak Pengasuh, Saya ingin bertanya perihal hikmat Allah dan hikmat manusia.1. Apa maksudnya hikmat Allah dan ..
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2014 Tabloid Reformata. All rights reserved .
Online Support :
X