Reformata.com – SEBUAH lukisan yang menggambarkan Hitler sebagai raja yang bengis ditemukan dalam sebuah gereja.
Setelah lebih 70 tahun luput dari perhatian publik gambar Hitler yang dibuat di atas kaca patri di Gereja St. Jacques di Montgeron, selatan Paris, saat puncak pendudukan Nazi, terkuak baru-baru ini.
Dalam lukisan tersebut, diktator Nazi, Adolf Hitler digambarkan sebagai Raja Herodotus yang haus darah sedang menghunus pedang, bersiap memenggal Santo Jacques atau St. James yang berlutut, berdoa, dan bersiap menjemput ajal. Kedua Santo ini direpresentasikan sebagai orang Yahudi yang dibantai Hitler.
Setelah sekian lama, baru awal bulan ini, gambar itu diketahui oleh seorang jurnalis dan otoritas gereja pun membenarkan hal ini.
“Figur itu memang Hitler, tapi kumisnya disembunyikan di balik lengannya, untuk menghindari masalah serius,” kata pemimpin gereja, Pastur Dominique Guerin, seperti dilangsir Vivanews dari Daily Mail, 16/1.
Dengan terkuaknya rahasia besar tersebut oleh media, kini kaca jendela tersebut dipandang sebagai simbol perlawanan Prancis selama masa pendudukan pada 1940 hingga 1944.
“Selama bertahun-tahun, hanya sedikit orang yang memperhatikan gambar itu,” kata sejarawan lokal, Renaud Arpin.
“Ketidakpedulian ini bisa dimengerti–jika orang-orang sadar keberadaan lukisan itu selama masa perang, tentu saja akan menimbulkan masalah besar.”
Jendela itu dibuat oleh pasangan seniman bersaudara yang dijuluki ‘Maumejean’–seniman besar pembuat kaca yang karya-karyanya menghiasi banyak gereja di Prancis. “Mereka sering memasukkan isu politik dalam konteks historis. Ini adalah pesan harapan dan resistensi saat pendudukan,” kata Arpin. Slawi/VivaNews






