Melasari, Istri Gembala MDC Medan
REFORMATA.com - SAAT matahari terbenam, rasa gelisah mulai membelenggu dirinya. Perasaan sumpek pun tiada tertahankan. Kondisi itulah yang selalu menghantui Melasari. Jika sudah begini, wanita kelahiran Malang, Jawa Timur 28 Juli 1961 ini hanya bisa menutupi wajahnya dengan bantal. Dengan cara itu, perempuan keturunan Tionghoa ini berusaha menemukan kedamaian. “Sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), saya tidak dapat tidur pulas. Ada rasa takut mati. Setiap malam selalu gelisah. Saya tidak bisa diskusi dengan orang tua,” tutur ibu dari Joshua dan Kezya ini tentang kondisinya di masa lalu. Saat itu dia memang belum mengenal dan menerima Kristus.
Bagaimana Melasari lepas dari rasa takut dan kegelisahan yang membelenggu hidupnya? Apakah ini menjadi titik awal yang menghantar dirinya untuk mengenal kekristenan, dan menjadi pengikut Kristus, hingga ..
read more »