Perbudakan seks dari dulu hingga kini masih sangat populer di kalangan agama-agama suku di Ghana. Perbudakan seks, yang terbalut dalam sistem dan lazim disebut sebagai Trokosi ini seolah menjadi momok bagi banyak perempuan Ghana. Dalam sistem ajaran Trokosi orang diwajibkan menyerahkan anak gadis mereka kepada imam suku sebagai pembayaran untuk dosa. “Trokosi” sendiri memiliki arti istri atau budak para dewa.
Lorella Rouster, pendiri Every Child Ministries (ECM), mengatakan ritual perbudakan suci atau ritual perbudakan seks di Ghana adalah satu hal yang lumrah, dan wajar saja” tak heran jika orang-orang di Ghana, khususnya penganut ajaran ini tak melihat ada kejanggalan didalamnya.baca selengkapnya,..












