Kakek Ini Berhasil Membangun Sebuah Gereja Megah Seorang Diri

Author : Ronald | Wed, 20 July 2016 - 18:10 | View : 9369
Tags : Gereja Inspirasi

Reformata.com – Madrid. Sebuah gereja besar nan megah berdiri di sebuah lingkungan yang tenang di kota Madrid, Spanyol. Sekilas tak nampak perbedaannya dengan bangunan gereja lain. Namun tiada yang menyangka gereja itu dibangun seorang diri oleh pria tua bernama Justo Gallego Martinez yang tidak memiliki latar belakang arsitektur. Meski begitu kakek berusia 91 tahun tersebut berhasil menciptakan sendiri rancangan gerejanya seperti dilansir National Catholic Register (14/07).

Justo Martinez adalah seorang mantan biarawan, karena sakit ia harus berhenti dan kemudian mendedikasikan hidupnya untuk membangun sebuah gereja. Selama hampir 53 tahun, Don Justo, nama panggilan akrab dari kakek  ini membangun gedung gereja dengan tangannya sendiri, tanpa sedikitpun mendapatkan bantuan dari orang lain.

“Ketika saya memulai untuk membangun gereja ini, banyak orang-orang di jalan yang mengatakan bahwa saya sudah gila. Mereka tidak percaya bahwa saya betul-betul berniat untuk melakukan ini, kemudian saya bertekad untuk membuktikan bahwa mereka salah,” ujar Justo dalam sebuah video yang turut diunggah oleh National Catholic Register.

Latar belakanganya sebagai petani tak menjadi halangan bagi Justo untuk mengerjakan proyek gereja itu. Uniknya, motif dinding pada gereja tersebut tergolong tidak lazim karena berupa tumpukan batu bata yang disusun secara tidak harmonis. Don Justo juga menggunakan bahan bekas, seperti kolom-kolom beton penopang yang terbuat dari drum minyak sebagai pembentuknya, dan atap terbuat dari beberapa ubin lokal bekas. Bata yang digunakan juga merupakan sisa dari sebuah pabrik. Hampir seluruhnya menggunakan material bekas. Kini wujud gereja dengan menara setinggi 40 meter tersebut nampak menjulang tinggi diantara pemukiman, dan hanya membutuhkan sedikit sentuhan akhir di bagian atap, pintu, dan tentunya perizinan.

Ketika membahas perizinan, Justo menuturkan bahwa saat ini ia sudah berkonsultasi dengan seorang arsitek, agar dapat mengajukan permohonan izin resmi, sehingga jika seluruh proses pembangunan telah usai gereja ini akhirnya laik untuk dipakai beribadah.

“Pekerjaan ini membuat saya bahagia, karena banyak orang dapat menyaksikan apa yang dapat seseorang lakukan jika ia menaruh kepercayaannya kepada Kristus,” imbuhnya.

Justo juga mengakui masih begitu banyak bagian yang masih harus diselesaikannya seorang diri. Ia berharap ketika dirinya tiada kelak, gedung gereja tersebut dapat diwariskan kepada orang-orang dengan ‘tangan dan hati yang bersih’. (NRB/archdaily).

Komentar

Top