Gereja Rencanakan Aksi Unjuk Rasa Menentang Kekerasan

Author : Redaksi | Tue, 26 July 2016 - 17:55 | View : 594

Reformata.com, India- Kekerasan tak berkesudahan yang diterima oleh umat Kristen di India mendorong sejumlah denominasi gereja di negeri itu merencanakan sebuah aksi unjuk rasa secara besar-besaran. Rencana tersebut disampaikan oleh All India Christian Minority Front (AICMF), sebuah organisasi yang dibentuk pada tahun 2000 lalu bertujuan menyoroti sejumlah isu yang berkaitan dengan Kekristenan dan kekerasan, serta memiliki anggota dari seluruh denominasi gereja yang ada di India. AICMF menyerukan protes tersebut akan dilaksanakan secara nasional pada 1 Oktober 2016.

"Organisasi Kristen di tingkat nasional dan lokal akan berkumpul bersama untuk bersuara menentang penganiayaan dan diskriminasi," tutur presiden AICMF, Phillip Christy kepada ucanews.com. Christy juga mengatakan bahwa aksi tersebut akan dilakukan secara serentak di 29 Negara Bagian di India.

“AICMF, bersama dengan organisasi-organisasi Kristen lainnya, telah lama menyuarakan sejumlah isu yang terjadi di masyarakat dan di tingkat lokal, namun tak banyak ditanggapi, sehingga saat ini merupakan waktu yang tepat agar suara kami didengar," katanya lebih lanjut. Christy juga menuturkan kondisi umat Kristen di negeri itu makin memburuk seiring partai Bharatiya Janata menguasai pucuk pemerintahan pada tahun 2014.

Masih menurut Christy, kekerasan yang dialami oleh umat Kristen di India sengaja diciptakan oleh kelompok mayoritas, terlebih sejak munculnya isu yang dituduhkan terhadap umat Kristen yang dinilai berupaya mengkonversi kepercayaan orang-orang dari kelompok mayoritas.

Berdasarkan sebuah laporan AICMF, setidaknya terdapat lima orang Kristen yang dibunuh di India pada tahun 2014, sedangkan 5000 orang lainnya mengalami penderitaan sebagai imbas dari kepercayaan yang mereka anut. Tak berhenti sampai disitu, pada tahun yang sama pula ratusan pendeta Kristen turut menjadi sasasaran penganiayaan. Bahkan sumber yang sama juga menuturkan kelompok mayoritas di Negara Bagian Uttar Pradesh ikut menggalakkan gerakan rekonversi kepada 273.000 umat Kristen dan Muslim yang telah beralih kepercayaan dari Hindu.

AICMF turut mengkritisi pemerintah India yang  tidak berbuat banyak sebagai upaya melindungi warga Negara mereka yang berasal dari kalangan kepercayaan minoritas.

"Kami tidak khawatir dengan apa yang akan terjadi pada kami... Kami khawatir akan masa depan anak-anak kami, dan masyarakat kita," tulis AICMF di laman Facebook mereka seperti dikutip dari ucanews.

Pejabat dari Dewan Gereja-gereja Nasional di India, Samuel Jaikumar, angkat bicara mengenai buruknya perlindungan terhadap umat Kristen di Negara yang diperintah oleh Narendra Modi itu. Jaikumar juga mengatakan bahwa kekerasan terhadap umat Kristen terjadi hampir di semua tempat di India. Menurutknya meski media massa tidak memuat peristiwa kekerasan yang menimpa umat Kristen, namun bukan berarti kejadian tersebut tidak pernah ada.

Jelang hari yang dijadwalkan untuk menggelar aksi, Presiden AICMF mengatakan bahwa mereka akan berupaya mengerahkan sebanyak mungkin orang Kristen. Ia juga menyampaikan bahwa AICMF telah berkoordinasi dengan Konferensi Waligereja India agar mendapatkan dukungan penuh terhadap aksi tersebut. (ucanews/AFP).  *Ronald

Komentar

Top