Tanggapan PGI Atas Kasus Yang Menimpa Kordinator KontraS

Author : Nick Irwan | Mon, 8 August 2016 - 17:40 | View : 543
Tags : Hukum Pgi

Reformata.com, Jakarta- Kesaksian Freddy Budiman, yang sudah dieksekusi mati tanggal 29 Juli lalu, kepada Koordinator KontraS, Haris Azhar, yang kemudian dipublikasikan melalui media sosial, masih terus bergulir. Seperti yang sudah diketahui, pihak kepolisian masih melanjutkan proses penyelidikan terkait laporan BNN, Polri dan TNI terhadap Haris Azhar. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) lewat siaran persnya yang diterima redaksi Reformata Senin, 8 Agustus 2016 menyatakan, bahwa tindakan institusi negara itu merupakan tindakan yang kontraproduktif bagi pemberantasan narkoba.

PGI menyampaikan keprihatinan atas langkah Polri, TNI dan BNN melaporkan Haris Azhar, dengan delik pencemaran nama baik, atas tindakannya mempublikasikan kesaksian Freddy Budiman tersebut. Pada tanggal 5 Agustus lalu, PGI menyampaikan surat kepada Presiden RI. Dalam surat itu PGI menilai, reaksi ketiga lembaga tersebut semestinya tak perlu terjadi. PGI sepakat dengan pesan Presiden bahwa apa yang dikemukakan oleh  Haris Azhar itu adalah sebuah masukan untuk penyelidikan internal di ketiga lembaga tersebut.

PGI merasa, kalau langkah ketiga lembaga tersebut diteruskan, akan menimbulkan kegaduhan berkepanjangan yang dikuatirkan akan membuat kewibawaan dan tingkat kepercayaan masyarakat kepada ketiga lembaga itu makin terpuruk. Kegaduhan berkepanjangan ini juga akan merusak kredibilitas ketiga lembaga ini dalam pemberantasan narkoba. Karena itu, PGI menilai bahwa kegaduhan tersebut harus segera dihentikan.

PGI juga memohon kepada Presiden Ir. Joko Widodo berkenan mengambil prakarsa untuk memerintahkan kepolisian agar fokus kepada upaya mencari dan menemukan bukti pendukung kesaksian dari Haris Azhar (jika memang ada). PGI melihat hal itu jauh lebih baik dan strategis sebagai bagian dari upaya melakukan Revolusi Mental ditubuh lembaga kepolisian.

Masih dalam rilis persnya, PGI juga mendorong agar Presiden membentuk Tim Independen untuk menyelidiki kasus itu secara mendalam. Penyelidikan Tim Independen menurut PGI sangat penting untuk menunjukkan komitmen negara terhadap pemberantasan narkoba dan reformasi kepolisian. Penyelidikan Tim Independen dianggap penting untuk membersihkan ketiga institusi tersebut dari tuduhan negatif yang selama ini beredar di masyarakat melalui media massa dan media online maupun media sosial.

Dari peristiwa tersebut menurut PGI, semakin menguatnya pernyataan surat PGI kepada Presiden tertanggal 29 Juli 2016 tentang penolakan atas pelaksanaan hukuman mati, bahwa eksekusi hukuman mati justru akan memutus mata rantai kemungkinan penyelidikan lebih lanjut karena yang bersangkutan  tidak lagi dapat dimintai keterangan dan informasi terkait dengan faktor-faktor dan orang-orang terkait yang terlibat dalam kasus tersebut.

 

Komentar

Top