CLOSE
REFORMATA.COM
YouTube Facebook Twitter RSS

Laporan Khusus

Injil Gnostik

Author : Slawi | Thursday, 05 Juni 2008 | View : 864
DASAR yang dipakai novel ini, menurut Prof Ben, adalah injil gnostik. Dan injil gnostik, seperti yang dikatakan oleh novel ini, adalah injil yang tidak bisa diubah. Injil gnostik ditulis, setelah adanya injil-injil seperti yang terdapat dalam Alkitab. “Saya menyimpulkan bahwa injil Philip tidak ditulis oleh Philip. Injil Maria pun tidak. Bahkan injil Yudas pun tidak ditulis setelah dia menggantung dirinya. Injil Thomas dan injil-injil lainnya pun demikian. Jadi, tidak ada satu Injil gnostik pun yang ditulis dengan nama judul Injil tersebut. Secara teknis, injil ini merupakan pseudonym, yakni tulisan-tulisan ini menggunakan nama-nama palsu dan berbeda,” kata dia. Prof Ben melanjutkan bahwa gospel injil yang dimiliki umat Kristen adalah Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Menurut dia, jika umat Kristen membaca injil-injil itu pasti tidak salah. “Saya katakan ini, tidak hanya karena saya orang Kristen, akan tetapi
sebagai seorang seja-rawan. Injil-injil itulah yang menjadi sumber utama tentang Yesus dan Maria Magdalena,” kata Prof Ben.  
Lebih jauh Prof Ben mengemukakan bahwa semua kitab Perjanjian Baru dituliskan oleh orang-orang Kristen Ya-hudi. Kecuali, Injil Lukas dan Kisah Para Rasul, yang ditulis oleh Lukas yang adalah non-Yahudi. “Sedangkan, semua injil gnostik dituliskan pada akhir abad ke-2 hingga ke-4. Bahkan, menurut survei, semua injil gnostik dituliskan oleh orang-orang non-Yahudi yang tidak begitu suka dengan orang Yahudi,” kata dia.

Arti gnostik
Dalam bahasa Yunani, urai Prof Ben, gnosis berarti pengetahuan. Gerakan gnostik terjadi pada abad ke-2. Perbedaan utama antara gnostik dengan iman Kristen yang ortodoks adalah betul-betul men-dasar. Misalnya, gnostik percaya bahwa materi adalah sesuatu yang jahat dan hanya rohlah yang baik. Gnostik bahkan berpendapat bahwa ada allah yang berada pada tingkat rendah yang menciptakan dunia materi ini. Karena allah yang sejati adalah roh adanya dan tidak ada kaitannya dengan materi.  
“Jelas pemahaman seperti ini bertentangan dengan Alkitab, yang dari semula mengatakan bah-wa pada mulanya Allah yang satu-satunya menciptakan bumi,” kata dia. Sedangkan Gnostik sama sekali tidak menganggap Perjanjian Lama sebagai bagian dari Alkitab. Maka tidak heran ketika orang Kristen menolak pandangan-pandangan seperti ini.  
Pikiran gnostik ini, beber Prof Ben, tidak ada pada abad pertama. Sebab itulah mengapa Alkitab tak pernah mempersoalkan atau membicarakan tentang gnostik. Kapan injil gnostik ini muncul? Yakni pada abad ke-2 yang dilakukan oleh Valentinus. Dia dikeluarkan dari gereja lantaran memiliki teologi yang buruk. Namun, karena dia banyak pengikut maka mulailah dikembangkan gerakan gnostik itu di beberapa tempat.  
Penekanan ajaran gnostik adalah keselamatan yang berbeda sama sekali dengan kekristenan. Gnostik menga-jarkan bahwa manusia hanya bisa diselamatkan jika dirinya mempunyai pengetahuan-pengetahuan tertentu. Jika seseorang tidak memiliki pengetahuan tertentu atau hanya bisa mengerti pengetahuan yang abstrak, maka dia tidak dapat diselamatkan. Jadi, gnostik menga-jarkan bahwa seseorang bisa diselamatkan ketika dia memiliki pengetahuan. Sayangnya, orang yang tidak cerdas, menurut gnostik, tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Paham itu sangat kontras dengan Perjanjian Baru. “Di mana keselamatan itu bukan karena se-seorang memiliki pengetahuan ten-tang berbagai hal. Keselamatan adalah anugerah dari Allah,” papar Prof Ben.
Koleksi paling besar terkait injil-injil gnostik bernama Nag Hammadi yang ditemukan pada tahun 1947 (60 tahun lalu) di Mesir. Penekanan saya adalah mengapa penemuan 60 tahun lalu ini kemudian menghebohkan demi mencari uang.

Yesus menikah?
Prof Ben juga mengungkapkan bahwa tuduhan Yesus dan Maria Magdalena menikah sama sekali tidak berdasar. Yohanes 20, pasal yang dipakai sebagai rujukan, dengan jelas bahwa Maria Magdelana tidak memanggil “sayang” kepada Yesus. Akan tetapi “guru”. Begitupun tatkala Maria mencoba memegang Yesus, Dia menolaknya. “Perbincangan yang terjadi di antara mereka adalah antara murid dan tuan. Jadi, ini bukan kisah keluarga, akan tetapi kisah antara tuan dan muridnya,” kata dia. Namun, masih ada saja yang tidak puas dengan penjelasan ini.  
Kemudian, ujar Prof Ben, muncul lagi dugaan bahwa kisah dalam Kitab Yohanes 2 pernikahan di Kana dianggap pernikahan Yesus dan Maria Magdalena. Pada pasal itu dikatakan: “Pada hari ketiga, ada pernikahan di Kana Galilea dan Ibu Yesus ada di situ.” Ayat ini, sebetulnya, menjelaskan, tidak perlu dikatakan bahwa Ibu Yesus ada di sana, jika itu adalah pernikahan Yesus. Juga dikatakan bahwa Yesus dan murid-murid-Nya diundang dalam perkawinan itu. “Padahal, setahu saya pengantin pria tak perlu diundang,” ujar Prof Ben.
Selain itu, ketika anggur itu tidak ada, kemudian, Ibu Yesus mengatakan bahwa mereka telah kehabisan anggur. Yesus pun menjawab: “Mau apakah engkau daripada-Ku Ibu?” Nah, bila itu pernikahannya sendiri tidak mungkin Dia mengatakan demikian. Pasti dia justru mencari katering yang menyediakan minuman itu. Akhirnya, pada pasal 12, sesudah Yesus ke Kapernaum bersama dengan ibu dan saudara-saudara dan murid-murid-Nya. Dan mereka tinggal di situ hanya beberapa hari saja. “Satu hal yang kita tahu, dalam pernikahan Yahudi, pengantin pria tidak akan pulang dengan ibunya. Jadi, dengan demikian sebetulnya, tidak ada bukti-bukti yang dipakai untuk meyakinkan bahwa Yesus menikah,” kata Prof Ben.

Injil Filipus dan Maria
Prof Ben juga menambahkan bahwa Injil Filipus dan Maria pun mengatakan hal serupa. Dikatakan telah terjadi pernikahan antara Yesus dan Maria Magdalena. Injil Filipus dituliskan pada abad ke-3. Kisah pernikahan itu terdapat dalam pasal 63: 33-36. Dalam injil ini, lanjut dia, ada hal-hal yang hilang. Ini tampak dengan adanya titik-titik seperti novel Dan Brown. Tulisnya seperti ini: “...Jadi dikatakan kehadiran...Maria Magdalena...lebih dari...murid-murid...menciumnya...pada...  “
Gnostik, menurut Prof Ben, percaya dengan apa yang disebut ciuman kudus. Mereka percaya bahwa pengetahuan abstrak itu bisa diberikan dari murid ke murid yang lain. Gnostik percaya bahwa pengetahuan abstrak yang mendalam itu bisa ditransfer melalui ciuman. Bisa antara laki dengan laki-laki. Atau wanita dengan wanita. Atau pria dengan wanita. Jadi, sebetulnya, tidak ada injil dalam Alkitab maupun Injil gnostik yang mengatakan bahwa Yesus dan Maria Magdlena menikah. Karena, kala itu, Yesus sesungguhnya sudah sangat disibukkan dengan mempersiapkan Kerajaan Allah datang.
Dia tidak mempunyai waktu untuk isteri dan anak-anak. Bahkan Yesus juga mengatakan dalam Matius 11 bahwa ada tempat bagi mereka yang tidak menikah untuk masuk Kerajaan Allah. Di situ dikatakan orang-orang yang tidak dapat kawin disebut uniq atau sida-sida. Alasan Yesus menekankan ayat itu adalah untuk menjelaskan mengapa tidak menikah, seperti Yohanes Pembaptis yang tidak menikah. Dan Yesus, justru, adalah seseorang yang menikah pada pekerjaannya. ? Victor R. Ambarita  

Comments

Lainnya

Arsip :20142013201220112010200920082007
Mata Hati
ilustrasi pendeta.jpg
Menapak tilas pelayanan Mikha bin Yimla, sang nabi yang sendirian karena mengatakan kebenaran, sangatlah menarik. Dalam rencana penyerbuan raja Aram untuk ..
Konsultasi Teologi
kekecewaan-hidup.jpg
Follow Twitter bigmansiraitCHARLIE yang dikasihi Tuhan, memahami hidup ini secara utuh bukan hal yang mudah, apalagi untuk mengerti secara tuntas apa yang ..
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2014 Tabloid Reformata. All rights reserved . Visit: 16.856.812 Since: 14.11.05
Online Support :