Kaum Muda: Dengarkanlah Aspirasi Kami Wahai Para Calon Ephorus!

Author : Nick Irwan | Tue, 30 August 2016 - 19:47 | View : 1174

Reformata.com, Jakarta- Seiring makin dekatnya Sinode Godang ke-63 Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang rencananya dilaksanakan di Sipoholon, Tapanuli Utara pada tanggal 12 hingga 18 September 2016 mendatang, tanggapan dan harapan dari jemaat HKBP mulai bermunculan. Salah satunya adalah Yuli boru Simatupang, sosok wanita yang aktif  dalam kegiatan Naposo Bulung (kaum muda HKBP) HKBP di wilayah Kota Sidikalang, Sumatera Utara. Dalam percakapan lewat telepon selular dengan Reformata, Selasa (30/8), wanita yang akrab dipanggil Yuli itu berharap Ephorus yang terpilih nanti dapat mengembangkan potensi yang ada di HKBP, terutama potensi dari Naposo Bulung. Yuli juga berharap para kandidat calon Ephorus dapat menyerap aspirasi dari jemaat karena, jemaat memegang peranan penting di HKBP.

 “Aku berharap agar para calon Ephorus mau memperhatikan dan mengembangkan lagi potensi-potensi yang ada di tengah jemaat, khususnya Naposo HKBP, baik di kota maupun di pelosok-pelosok daerah lainnya,” ujar wanita kelahiran Kota Sidikalang itu.

Lebih lanjut dikatannya, Ephorus yang terpilih nanti diharapkan juga bisa dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik, terutama terkait dengan pelayanan kepada jemaat bukan sebaliknya. Menurutnya, masih banyak perilaku pendeta HKBP yang tidak memahami arti sebagai pelayan Tuhan. Ephorus HKBP terpilih nanti harus mampu menjadi panutan dan pencerahan kepada jemaat.

“HKBP sangat membutuhkan Ephorus yang punya jiwa pelayanan kepada kaum lemah  karena HKBP adalah Gereja yang peduli pada kaum miskin. Ephorus terpilih nanti juga diharapkan supaya mau melayani jemaat bukan maunya dilayani jemaat saja. Aku rasa semua Naposo Bulung HKBP berharap para Sinodestan (pengguna hak suara pada Sinode Godang) dapat memilih dengan cermat figur calon yang mau mendengar jemaat,” kata Yuli boru Simatupang dengan nada mengkritisi di ujung telepon.

HKBP merupakan salah satu organisasi gereja terbesar di Indonesia dengan jumlah jemaat yang fantastis, oleh karenanya Yuli berpesan agar persatuan dan kesatuan HKBP harus tetap terjaga. Pengalaman kelam masa lalu dalam proses pemilihan pimpinan HKBP, sempat membuat HKBP terpecah adalah contoh bagi  warga HKBP. Kejadian itu bisa terulang kembali jika jemaat dan semua pelayan struktural  HKBP tidak mampu menahan diri.

Komentar

Top