Setiyoko Hadi, Perupa Yang Konsisten Mengangkat Isu Kekristenan

Author : Chandra | Thu, 8 September 2016 - 23:15 | View : 702

Reformata.com, Jakarta- Seni memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Telah sejak lama pula seni memiliki kaitan yang kuat dengan dunia Kekristenan. Berbicara tentang seni dan Kekristenan, kali ini Reformata berkesempatan untuk mengenal lebih dekat dengan Setiyoko Hadi, perupa yang konsisten mengangkat isu Kekristenan melalui sejumlah karyanya.

Ketika mengawali perbincangan, pria yang akrab disapa Setiyoko ini mengatakan bahwa tema-tema rohani penting untuk mendapat tempat tersendiri dalam setiap karyanya. Tujuannya sederhana, yakni dengan cara mengekspresikan iman Kristianilah sebuah karya seni diharap mampu menjadi berkat bagi orang lain.

Walau dibesarkan oleh kedua orangtua yang tidak berlatarbelakang seni, bakat melukis Setiyoko telah ada sejak dirinya masih mengenyam pendidikan dasar. Pria kelahiran Solo ini kemudian mengasah keahliannya tesebut di HBS (Himpunan Budaya Solo), semasa masih berstatus pelajar di SMA. Usai menamatkan jenjang pendidikan menengah atas, Setiyoko memilih untuk menimba ilmu di sebuah sanggar seni di Bali, dan Bandung. Di kota berjuluk ‘Paris van Java’ itulah Setiyoko berkesempatan berguru pada salah seorang pelukis terkemuka Indonesia dan memutuskan masuk di jurusan Seni Rupa, Institut Teknologi Bandung.

Setelah lulus, mulailah ia berkarya dengan ‘menelurkan’ lukisan-lukisan yang mengangkat tema Kekristenan. Meski seni telah menjadi bagian penting bagi hidupnya dari sejak usia sekolah, namun ia pernah mengalami masa sukar dalam menentukan pilihan hidup.

“Sempat ada satu titik dimana saya berhenti berkarya pada waktu itu, karena harus bekerja,” ujar Setiyoko saat menerima Reformata, di Pelita Gallery, Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Kamis (8/9).

Perupa yang aktif di Seni Rupa Kristiani Indonesia (Seruni) ini juga mengatakan, bahwa karyanya seringkali terinspirasi dari penderitaan yang dialami Yesus Kristus demi menebus dosa umat manusia.

‘’Di dalam karya saya, saya  banyak mengangkat proses Via Dolorosa, dan proses penyangkalan diri. Karena saya beranggapan ini sama seperti suatu proses di dalam diri saya,” imbuhnya.

Sejumlah karya Setiyoko kini dapat dijumpai di pameran seni rupa yang mengangkat tema ‘Akulah Jalan’. Pameran ini berlangsung sejak 29 Agustus dan akan berakhir pada tanggal 16 September 2016 mendatang, bertempat di Pelita Gallery, UPH, Tangerang. Bersama dengan keempat perupa Seruni lainnya, Setiyoko mencoba untuk mengedukasi makna Kasih melalui media dua dimensi.

Editor: Ronald

Komentar

Top