Pastur Korban Penculikan Ditemukan Tewas Mengenaskan

Author : Ronald | Tue, 20 September 2016 - 19:29 | View : 455
Tags : Kekerasan Pastur

Reformata.com, Meksiko- Dua orang pastur yang menjadi korban penculikan ditemukan tewas mengenaskan di pinggir jalan raya dekat Papantla-Poza Rica, Negara Bagian Veracruz, Meksiko, Senin waktu setempat (19/9). Saat ditemukan, bagian tangan dan kaki dari kedua jenazah nampak dalam kondisi terikat, dan terdapat sejumlah luka tembak di sekujur tubuh mereka.

Dewan Keuskupan Meksiko menuturkan dua korban pembunuhan itu diketahui bernama Alejo Nabor Jimenez dan Jose Alfredo Juarez de la Cruz, yang bertugas di sebuah gereja di wilayah Poza Rica.

"Kami menyatakan rasa sakit dan kemarahan kami atas kekerasan yang dilakukan terhadap mereka," kata Dewan Keuskupan Meksiko dalam sebuah pernyataan yang mereka berikan, seperti dilansir dailymail.co.uk.

Dalam pernyataan tersebut mereka juga meminta agar pemerintah Meksiko dapat mengungkap pihak yang bertanggungjawab dibelakang aksi keji tersebut, dan menyeret para pelaku ke ‘meja hijau’.

Selama tahunan Poza Rica dikenal sebagai wilayah berpenghasilan rendah dan menyumbang angka kriminalitas yang tinggi, dimana kekerasan yang disebabkan oleh geng narkoba telah menjadi pemandangan yang lumrah di tempat itu.

Organisasi penelitian kejahatan, Insight Crime, pada Februari silam merilis sebuah analisis yang menunjukkan bahwa imam yang mengajarkan pesan keadilan sosial maupun perdamaian cenderung menjadi sasaran langsung dari geng kejahatan terorganisir.

Sebuah laporan tahunan seperti dikutip dari mexiconewsdaily.com, mengatakan setidaknya 40 orang imam Katolik telah dibunuh di Meksiko dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Pusat Multimedia Katolik (CCM) menuturkan kejahatan terhadap imam melonjak selama mantan Presiden Meksiko, Felipe Calderon, berkuasa. Dimasanya sebanyak 25 orang imam tewas dibunuh. Sedangkan 15 imam harus kehilangan nyawa dan dua lainnya hilang, dimasa tiga tahun pertama masa pemerintahan Presiden Enrique Peña Nieto, mengacu pada laporan tersebut.

Komentar

Top