Respon Atas Tingginya Angka Perceraian Di Indonesia

Author : Ronald | Thu, 29 September 2016 - 12:25 | View : 613
Tags : Keluarga
hegel-pustaka.jpg
Acara bedah buku yang ditulis oleh Laurens S.Th.,CCP, di GBI Citra 2, Kalideres, Jakarta (24/9). Foto: Ronald

Reformata.com, Jakarta- Esensi dalam membangun sebuah keluarga Kristen yang ideal adalah menjalin komunikasi serta mengasihi orang lain sebagaimana Firman Tuhan katakan di dalam Alkitab. Namun yang menjadi bagian terpenting dalam membangun sebuah keluarga Kristen yang ideal adalah kemampuan manusia untuk bisa mengasihi dirinya sendiri terlebih dahulu, sebelum ia mengasihi orang lain. Hikmat inilah yang didapat oleh Laurens Johny S.Th., CCP, seorang  Konselor dari Gereja Bethel Indonesia (GBI), dalam bukunya yang berjudul ‘Rahasia Membangun Keluarga Kristen Ideal’ dan ‘Journey of Christian Life’, sebagai sebuah respon atas tingginya angka perceraian yang dialami oleh keluarga di Indonesia, termasuk keluarga Kristen.

“Banyak buku yang ada diluar sana lebih yang membahas mengenai keluarga, mereka lebih banyak mengambil mengadopsi psikologi umum kemudian dicocokkan dengan ayat-ayat Alkitab untuk mendukungnya. Sementara di buku ini saya lebih banyak membahas penggalian daripada firman Tuhan. Jadi dari bahasa asli kita ambil, dari makna-makna Alkitab, jadi eksegesis,” ujar Laurens disela bedah buku ‘Rahasia Membangun Keluarga Kristen Ideal’ dan ‘Journey of Christian Life’, bertempat di GBI Citra 2, Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (24/9).

Berbicara lebih lanjut soal perceraian, Laurens menambahkan bahwa di tahun 2014 angka perceraian telah mencapai 15 persen berdasarkan data yang dihimpunnya. Ini berarti, masih menurut Laurens, setidaknya ada 1 kali perceraian dari enam pernikahan yang terjadi setiap tahunnya.

“Ketika saya melihat fakta ini, Tuhan seakan mengingatkan saya kalau kita sebagai orang Kristen tidak sungguh-sungguh mempersiapkan hal ini maka mungkin sepuluh atau dua puluh tahun ke depan angka perceraian di Indonesia sudah seperti di Luar Negeri, dimana satu dari dua pernikahan yang terjadi harus berakhir dengan perceraian,” kata Laurens lebih lanjut.

Sementara itu Ketua Badan Pengurus Daerah GBI DKI Jakarta, Pdt. Kiki Tjahjadi M.Th, yang hadir di acara bedah buku tersebut mengatakan lewat kedua buku yang ditulis oleh Laurens memiliki kaitan yang sangat erat, karena mengurai keberadaan manusia sebagai makhluk yang berharga di mata Tuhan, serta proses yang luar biasa ketika manusia itu tercipta. Melalui buku ini pula, gereja sebuah komunitas diharap dapat makin diperlengkapi dalam menata kehidupannya di dunia.

Komentar

Top