Gereja Diharapkan Ramah Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus

Author : Chandra | Tue, 4 October 2016 - 17:03 | View : 538

Reformata.com, Jakarta- Gereja harus memberikan tempat khusus bagi anak berkebutuhan khusus. Hal itu disampaikan Pdt Rudy Ariyanto saat diskusi mengenai Parenting "I Want to Enjoy My Children. Sebagai seorang pelayan Tuhan yang memiliki  anak yang berkebutuahan khusus, Pdt. Rudy bersama dengan istrinya membagikan pengalaman mereka dalam membesarkan buah  hatinya. Diskusi yang diselenggarakan oleh Yayasan Komunikasi Bina Kasih  itu, dilaksanakan di ruang Mazmur, gedung BPK Gunung Mulia, Jakarta, Selasa (4/10).Selain Pdt. Rudy dan istri sebagai  narasumber dari anak berkebutuhan khusus, hadir juga penulis buku berjudu 'Anakku KaruniaTuhan?'. Buku tersebut membahas tentang pergumulan batin seorang ibu dalam membesarkan buah hatinya yang memiliki  kebutuhan khusus.

“Gereja haruslah memberikan tempat bagi  anak yang membutuhkan perlakuan  khusus. Memang saat  ini belum terasa maksimal, hal itu lebih kepada struktur yang ada di organisasi gereja itu sendiri. Kita harus  mampu memberikan pemahaman akan hal itu di dalam  gereja,” jelas Pdt. Rudi Ariyanto yang merupakan pendeta di Gereja Kristen Jawa jemaat Pasar Minggu, Jakarta.

Lebih lanjut dikatakan Pdt. Rudy, selama ini tidak ada jumlah yang pasti berapa banyak jumlah anak yang membutuhkan perhatian khusus itu. Oleh karena itu masih menurut Pdt. Rudy, gereja harus melakukan observasi ke dalam jemaat. Bisa dimulai dengan melakukan kunjungan, terutama kunjungan ke jemaat yang memiliki anak berkebutuhan khusus itu. Hal itu dimaksudkan agar gereja dapat mengambil keputusan yang tepat untukmelayani anak yang berkebutuhan khusus itu.

Sementara itu, istri dari Pdt. Rudy, Evalina Damanik mengatakan bahwa memiliki anak yang berkebutuhan khusus sangatlah spesial, karena anak itu merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa. Ia mengaku bahwa dalam membesarkan buah hatinya perlu sentuhan yang benar-benar dari dalam hati, serta bagaimana menularkan sikap positif bagi anak agar anak tersebut bisa tumbuh dengan positif di tengah-tengah perbedaan yang ada.

“Buat saya anak itu spesial, masing-masing anak mempunyai kelebihan, jadi kita selaku orang tua tidak perlu memaksakan kehendak kepada anak,” kata Evalina yang membagikan kisahnya terkait bagaimana membesarkan ketiga buah hatinya.

Lebih lanjut, Evalina mengaku bahwa hal yang paling sulit dalam membesarkan anak berkebutuhan khusus adalah paradigma. Menurutnya orang tua harus menyamakan paradigma bahwa setiap anak itu berbeda dan selalu percaya bahwa dibalik kekurangan sanganak,pasti ada kelebihan yang dimiliki anak itu. Oleh karena itu Evalina kembali menekankan agar orang tua terus memberikan hal-hal yang positives ehingga anak itu dapat tumbuh menjadi sosok yang selalu optimis, yang pada akhirnya anak yang memerlukan kebutuahn khusus itu tidak akan merasa kekurangan.

Editor: Nick

Komentar

Top