PGI: Pendekatan Pemerintah Terkait Persoalan Papua Harus Segera Diubah

Author : Redaksi | Wed, 5 October 2016 - 19:05 | View : 487
Tags : Papua Pgi

Reformata.com, Jakarta- Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) kembali menyerukan agar pemerintah Republik Indonesia segera menerapkan  dalam melakukan pendekatan terkait sejumlah persoalan yang terjadi di Papua. Pernyataan ini disampaikan oleh Humas PGI, Jeirry Sumampouw, saat Konferensi Pers di Grha Oikumene, Jakarta Pusat, Rabu (5/10).

“Ya memang pemerintah kita ini kalau menghadapi (masalah) Papua, saya kira nuansa subversifnya terlalu kuat. Jadi semua hal yang terjadi di Papua itu dilihat secara subversif, menurut saya. Sehingga pendekatannya selalu adalah pendekatan keamanan,” ujar Jeirry.

Jeirry menambahkan, pendekatan keamanan akan menyebabkan problem yang ada di Papua semakin akut. Terlebih, langkah seperti itu juga akan menciptakan trauma yang tak berkesudahan bagi rakyat Papua. Untuk itu ia melihat bahwa pemerintahan saat ini bisa mencoba sebuah pendekatan baru, yang lebih mengetengahkan dialog damai dengan rakyat Papua.

“Sebetulnya kita punya contoh yang baik dengan Aceh. Model Aceh semestinya juga bisa ditiru untuk membangun dialog damai di Papua, mencari solusi yang baik, tapi itu ternyata tidak terjadi,” imbuhnya.

Lebih jauh Jeirry menambahkan, Presiden Joko Widodo juga telah mencoba pendekatan baru dengan mendorong pembangunan di Papua. Namun langkah tersebut, tambah Jeirry, bukan berarti tak memiliki risiko.

“Kita punya banyak contoh juga di banyak tempat di Indonesia ini, pendekatan-pendekatan pembangunan fisik dan pendekatan pembangunan ekonomi itu juga punya risiko-risiko lain. Salah satu yang paling penting yang kita sebutkan,  adalah budayanya menjadi hilang sehingga orang-orang yang ada di daerah itu tidak lagi ramah untuk hidup di daerah dimana mereka berada,” pungkasnya.

Sebelumnya PGI mengadakan Konferensi Pers terkait permasalahan di Papua dengan topik ‘Solusi Papua Tanah Damai’. Acara tersebut dihadiri oleh Romo Benny Susetyo, Sekretaris Eksekutif PGI Bidang Perdamaian dan Keadilan, Pdt. Henrek Lokra, serta pendiri Lingkar Madani, Ray Rangkuti. Isu tentang Papua kembali menghangat seiring langkah dari sejumlah Negara Pasifik yang membawa persoalan di Provinsi paling Timur Indonesia itu ke Sidang Umum PBB, akhir September lalu.  *Ronald

Komentar

Top